
Akhirnya wanita yang mereka curigai keluar dari pelabuhan, Earl, Dev dan Maira terus memperhatikan wanita itu yang mengendarai motornya dengan laju yang cepat tidak seperti di awal mereka ikuti, Karena kendaraan semakin padat merekapun kehilangan jejak.
"Shiit, sepertinya dia tahu kita ikuti". Dev memukul stir dengan kesal.
"Siapa dia? mengapa ada di rumah Airin? Dan siapa Airin sebenarnya, Ah semakin menyebalkan". Gerutu Dev.
Earl menelpon seseorang dengan ponselnya yang langsung diterima oleh orang diseberang sana.
"Hallo tuan muda, apa yang bisa saya bantu? "
"Uncle Alex, kau cari tahu detail mengenai Airin, orang tuanya, kehidupannya, asalnya, tanggal lahirnya, pokoknya yang berhubungan dengan nya, aku mau nanti malam semua sudah aku terima, aku tunggu jam 9 malam di mansion". Titah Earl sedikit memaksa.
"Baik tuan muda". Jawab Alex diseberang sana.
__ADS_1
Earl mematikan ponselnya, sementara Dev menyetir mobil kembali ke mansion.
"Kak istirahatlah, aku bersama Maira mau ke QGC walau semua sudah kita amankan setidaknya kita tetap harus waspada".
"Baiklah Dev, aku lelah dengan semua ini ku harap dugaan kita salah". Jawab Earl yang langsung naik ke atas menuju kamarnya, sedangkan Dev dan Maira bersiap menuju kantor QGC.
*****
Di rumah Airin, suasana begitu sepi tidak ada nampak aktifitas sama sekali. Hanya sosok wanita muda sedang duduk di kursi kerjanya jari-jarinya yang lentik begitu lincah menyapu papan keyboard, matanya begitu fokus ke layar monitor. Airin seharian menghabiskan waktunya di kamar setelah diantar pulang oleh bosnya, perasaan menyesal masih tersisa dihatinya yang membuat sang bos sakit. Namun Airin berusaha profesional walau hari ini dia diliburkan oleh sang bos namun Airin tetap bekerja membuat laporan meeting hari ini lalu membuat berita acara yang dikirimkannya ke email kantor yang ditujukan ke Hans. Setelah selesai nampak wajah nya berseri gembira.
"Ran kok lama banget sih pulangnya? gua mau pakai motor".
"Iya sorry sis, aku ke swalayan ada yantg aku cari, ini sudah selesai". Jawab suara dari ujung telepon, yang tidak lain adalah Airan saudari kembarnya yang tidak mirip sama sekali, dalam istilah kedokteran kembar yang tidak mirip bahkan bisa berbeda jenis kelamin ini disebut kembar fraternal atau sering juga disebut dengan kembar dizigotik. Hal inilah yang terjadi terhadap Airin dan Airan yang beda wajah bahkan sifatnya. Sosok Airin adalah seorang yang periang, lembut dan sabar, sementara Airan sosok yang keras kepala, namun tidak banyak bicara. Hobi merekapun juga berbeda, Airin suka membaca buku sementara Airan suka ngutak ngatik komputer.
__ADS_1
Airin merebahkan tubuhnya di ranjang, pikirannya menerawang jauh sehingga tak sadar kalau sang adik Airan sudah pulang dan saat ini ada di dalam kamarnya.
"Hey, apa yang kau pikirkan". Tanya Airan sambil ikut merebahkan tubuhnya di ranjang mengambil tempat disebelah Airin.Airin yang terkejut lalu memukul bahu Airan yang tentu saja yang dipukul berusaha menghindar.
"Kau ini kebiasaan, buat aku terkejut saja. apa mau aku kena serangan jantung? " Umpat Airin kesal.
"Maaf, aku hanya bercanda doang. Mikirin apa? jangan bilang kau sedang mikirin si angka satu itu? ". Tanya Airan menyelidik.
***
...Bersambung...
...Terimakasih atas dukungannya guys...
__ADS_1
...Love you so much...
"