
Semua orang menunggu di luar ruang operasi dengan perasaan cemas. Tampak disana sudah hadir Rianti yang sedang memeluk Nick.
Nick sosok. arrogant kejam juga menakutkan, selalu bersikap semena-mena namun saat Queen hadir didalam kehidupannya, sifatnya mulai berubah lebih membuka diri walau masih menampilkan sisi arrogantnya namun tidak separah yang dulu. Saat ini Nick begitu rapuh, begitu kalut, pikirannya tidak bisa digunakan secara rasional. Kecemasan yang luar biasa dirasakannya.
Nick menunggu dengan cemas.
Wajahnya ditekuk, masih terbayang dalam ingatannya sebelum dia pergi ke perusahaan untuk meeting pagi tadi, Nick begitu memanjakan sang isteri selalu mengelus perutnya yang sudah membesar. Mengajaknya ke taman untuk sekedar refreshing, juga terbayang saat menunjukan hasil USG Queen saat di awal masa kehamilannya. Namun kini Queen ada di ruang operasi sedang bertaruh nyawa untuk melahirkan anaknya yang belum saatnya. Melahirkan prematur sangat beresiko jika kondisi sang ibu lemah. Air mata kembali jatuh ke pipinya. Nick tak kuasa menahan sesak di dadanya.
Menunjukan hasil USG
Queen dan Nick begitu bahagia
Sebelum peristiwa penculikan
Nick pamit untuk berangkat kerja π
Saat picnic berdua π di taman.
*****
Abigail datang menghampiri Rianti, Rianti memeluknya. Rianti begitu sedih saat ini menantikan menantu kesayangannya yang masih diruang operasi.
"Aunty tenanglah, Queen wanita yang kuat, dia pasti akan baik-baik saja." Abigail berusaha menenangkan Rianti.
__ADS_1
Rianti tersenyum, lalu menyentuh dagu Abighail.
"Terimakasih sayang."
Abigail tersenyum lalu menghampiri Ziddan yang tak kalah cemas.
"Sayang... " Ucap Abigail lirih.
Ziddan membawa Abigail ke dalam dekapannya.
Tak lama pintu ruangan operasi terbuka. Seorang dokter memakai jubah operasi keluar.
"Tuan Nick, silahkan masuk." Ucap dokter itu ramah. Nick lalu masuk ke ruangan.
"Bayi anda selamat tuan, seorang bayi laki-laki yang sehat." Dokter menyerahkan seorang bayi yang tampan kepada Nick.
Nick lalu menggendongnya.
"Bagaiman isteri saya dokter. " Tanya Nick dengan perasaan cemas.
"Isteri anda sehat tuan, dia wanita yang kuat, saat ini dia sudah sadar sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruangan."
"Oh God thank you... " Nick begitu bahagia kedua orang yang dia sayangi dalam kondisi sehat.
"Tuan siapa nama bayi anda, kami mau menulis gelang nama bayi anda." Tanya dokter sambil mengambil bayi dari Nick untuk diberikan susu.
"Arthur Earl Durant Andersen." Jawab Nick dengan mata yang bersinar cerah.
****
__ADS_1
Sementara semua orang sedang menunggu di luar ruangan dengan rasa tidak sabar. Nick keluar ruangan lalu disambut dengan banyak pertanyaan.
"Nick bagaimana Queen... " Semua bertanya hal yang sama. Nick tersenyum bahagia.
"Queen dan bayinya sehat."
Semua orang bahagia mendengarnya. Pramuji tanpa sadar meneteskan air mata penuh kebahagiaan.
Ziddan memeluk Nick lalu memukul bahunya. "Selamat bro, kau hebat." Ucap Ziddan bahagia.
Rianti dan Pramuji juga memeluk Nick mengucapkan selamat. Tak terkecuali Abaigail.
Bahkan semua anak buah Nick kini dapat bernapas lega karena kalau terjadi sesuatu dengan Queen dan bayinya pastilah mereka akan menjadi pelampiasan amukan sang raja.
"Lalu dimana bayimu dan Queen?" Tanya Rianti.
"Queen dibawa keruangan bersama bayi kami. Mari kita kesana mom, uncle."
Semua orang pergi menuju ruangan Super VIP tempat dimana Queen dan bayinya berada.
Nick masuk ke ruangan, disusul Rianti, Pramuji, Ziddan dan Abigail. Mereka semua mengucapkan selamat kepada Queen yang sudah sadarkan diri, sedang berbaring lemah di bed.
"Thank you Queen.... " Nick mengecup kening Queen lembut penuh cinta.
****
...Bersambung...
...Terimakasih atas dukungannya...
__ADS_1
...Love you so much. ππ...