
"Tuan uncle.....! "
Tampak Ziddan beserta sekelompok orang masuk ke apartemen, mendobrak pintu yang sudah terbuka. (Sok gaya lu zidπ)
Begitu Ziddan menampakan diri masuk ke dalam apartemen langsung disambut tendangan Alex yang sejak tadi stand by, dengan sigap dia melindungi bos nya. Ziddan yang juga asisten handal yang serba bisa, berperawakan macho cool dan sangat gagah itupun membalas serangan demi serangan tanpa ekspresi. Mereka berdua saling menyerang sementara anggota yang lain hanya saling tatap satu sama lain tidak ikut saling menyerang karena Pramuji memberi kode sama mereka untuk tetap tenang. Pramuji duduk di sofa menyaksikan dua asisten hebat itu bertarung. Yang satu asisten Nick dan satunya lagi asistennya Alex.
Namun sekilas Alex maupun Ziddan melirik Pramuji duduk santai menikmati pertarungan mereka membuat keduanya menghentikan serangannya.
"What is this uncle? " Ziddan menatap dingin Pramuji yang senyum tipis ke arahnya.
"Ada apa boy? mengapa berhenti? aku hanya sedang menikmati tontonan gratis, apa ada yang salah?"
"Maaf tuan, ada apa ini? " Alex ikutan bertanya kepo. Pramuji hanya tersenyum tipis.
"Kau ini, dia ini Ziddan asisten gak ada akhlaknya si Algadra, apa kau tidak mengenalinya? Bukankah kalian sudah pernah ketemu beberapa kali hmmm...." Tanya Pramuji ke Alex, yang hanya dijawab dengan garuk-garuk kepala seperti orang bingung.
"Ah sudahlah, bereskan semua ini, aku akan pulang bersama anak muda yang datang telat ini. " Pramuji melirik Ziddan.
"Uncle aku sedikit telat karena gps mu lemah, aku juga harus lapor dulu ke Nick dan Queen nanti bisa-bisa mereka membunuhku kalo tak ada kasih info." Kilah Ziddan tak mau disalahkan.
"Ah... sudahlah dasar.... Ayo pulang. "
__ADS_1
"Bagaimana dengan ini semua? " Sambil melihat sekeliling ruangan apartemen.
"Itu bukan urusanmu, Lex aku pergi. "
"Baik tuan. " Jawab Alex penuh hormat.
Pramuji lalu keluar menuju mobil Ziddan yang diparkir di luar areal apartemen miliknya itu.
*****
Flash Back
***
"Lex dengarkan, aku akan pergi ke Bali untuk menemui Robert, aku pergi bersama orang-orang Nick, aku akan membiarkan diriku ditangkap mereka dan pasti handphone ku dibuang oleh mereka sehingga kalian tak akan bisa melacakku. Kau harus tetap di Jakarta, karena aku yakin mereka akan membawaku kembali ke Jakarta walau aku tak tahu pasti kemana mereka akan membawaku. Kau siapkan saja handphone baru untuk ku dengan nomor yang sama."
"Apa anda yakin tuan? " Tanya Alex ragu.
"Yah, aku sudah memasang gps di jam tanganku ini, aku akan mencari cara untuk mengaktifkannya, karena jika aku nyalakan dari sekarang bisa saja mereka akan tahu, kupikir mereka tidak terlalu bodoh."
"Maksud saya, mereka bisa saja membawa anda ke daerah lain selain Jakarta." Jawab alex sopan.
__ADS_1
"Tidak akan, mereka akan bertemu dengan Viona juga Albert, mereka pasti akan menyerahkan aku kepada Albert dan pasti ada pertukaran untuk itu. Pertukaran itu hanya akan dilakukan di Jakarta, lagi pula dari data yang aku terima perjalanan mereka hanya di dua kota saja setelah itu mereka akan balik le London."
"Lalu mengapa mereka ke Bali tuan? "
"Robert mempunyai bisnis disana, tentu saja dia harus kesana, dia juga pasti memanfaatkan momen Albert yang mau membunuhku, sedangkan aku akan membuat seolah-olah ada urusan bisnis juga disana dengan memakai identitas palsu untuk cek in biar kelihatan sedikit rahasia. Aku yakin Robert pasti memata-matai aku."
"Bagaimana anda bisa seyakin itu tuan. " Tanya Alex yang semakin ragu.
"Robert itu mantan asisten ku, jadi aku sudah tahu isi kepalanya, tapi yang membuat aku bingung sampai hari ini mengapa dia melawanku juga mengapa dia segitunya menghasut Nick untuk membunuh Dirga... hmmm.... ada apa sebenarnya? " Pramuji menaikan alisnya.
"Aku pergi, ingat pesanku jangan gegabah tunggu sinyal gps ku aktif di Jakarta. "
"Baik tuan. " Jawab Alex sopan.
*****
...Bersambung.......
...Terimakasih atas dukungannya...
...Salam cinta dari jauh buat kalian semua...
__ADS_1
...ππ...