
syasa dan semua keluarga harap harap cemas menunggu dewa di ruang oprasi,sudah 6 jam mereka di depan ruang oprasi , syasa tak henti berdoa dan menangis untuk keselamatan dewa dan hanya ditemani abi dan Bram sedangkan agnes di rumah menjaga Krisna bersama wina
" kak.. tenang, operasi nya pasti berhasil " ucap abi yang merangkul syasa
" kita berdoa kak dan percayakan pada banyu " ucap abi
" abi bagaimana aku bisa tenang, ini mengakut nyawa suami ku " ucap syasa frustasi
" kak kronologi kak dewa kecelakaannya seperti apa?
" kejadian nya begitu cepat, waktu itu, dewa mengantar metha kesekolah, tapi di perjalanan saksi mata mengatakan jika ada truk dari sisi kanan menabrak mobil dewa, dan...eum..sudah lah abi.. kakak tidak bisa menceritakan Semuanya " ucap syasa di iringi tangis nya
" abi sudah.. " suara berat bram terdengar seketika abi menunduk, tiba tiba " Ceklek " suara pintu ruang operasi di buka oleh suster. dan keluarlah banyu dan tim dokter yang lain
" banyu bagaimana operasi kakak mu " tanya syasa dengan ketidaksabaran nya
" lancar kak, semua berkat doa kakak, gumpalan darah di kepala kak dewa tidak begitu parah, dan sebentar lagi kak dewa akan di pindahkan ke ruang pemulihan " ucap banyu percaya diri dan menenangkan syasa, abi dan Bram pun mengucap syukur
" syukurlah, apa kakak nanti bisa langsung menemui nya " tanya syasa
" boleh, tapi sebelum nya kakak ikut ke ruangan dokter Wildan, akan banyu jelaskan sesuatu pada kakak " ucap banyu yang memang membantu dokter wildan untuk mengoperasi dewa, lalu syasa ikut banyu sedangkan abi dan bram menunggu dewa di pindahkan ke ruangan pemulihan.
" nyonya.. dokter banyu silahkan duduk " ucap dokter wildan mempersilahkan syasa dan banyu untuk duduk
__ADS_1
" nyonya mungkin sudah sedikit mengetahui efek dari operasi bagian kepala, dan pemulihan juga sedikit memakan waktu, " jelas dokter Wildan, syasa pun menatap kearah banyu seolah mencari jawaban, banyu hanya mengedipkan mata tanda agar dokter Wildan menjelaskan lagi lalu mengusap lengan syasa
" kemungkinan terjadi adalah hilang ingatan, kelumpuhan, dan jika terjadi komplikasi pasca operasi mohon maaf kemungkinan meninggal dan itu yang sering terjadi, tapi kita akan terus memantau kondisi tuan dewa selama pemulihan " jelas dokter Wildan
" lumpuh.. ? hilang ingatan ? , meninggal astag... banyu " ucap syasa lalu memeluk banyu
" sabar kak, ini baru kemungkinan, banyu sendiri nanti yang memantau perkembangan kak dewa eum.. " ucap banyu lalu mengusap punggung syasa agar syasa tenang.
" Terima kasih banyu, Terima kasih.. " ucap syasa lalu menghapus air mata nya.
🔸
" putra.. " panggil lisa di anak tangga
" Ini untuk mu " ucap nya saat sudah duduk dekat nya lu memberikan kotak kecil untuk putra
" apa ini "
" buka saja, ucap nya, lalu putra pun membuka kotak nya, saat membuka nya putra pun terkejut, dan serasa tak percaya sembari masih memangku arya, dan matanya pun sudah berkaca kaca
" ini serius sayang.. " ucap putra menatap lisa
" eum.. " jawab nya singkat tiba tiba putra menangis, dan memeluk lisa, alhasil arya seketika ikut menangis,
__ADS_1
" putra kamu membuat nya ikut menangis " ucap lisa lalu arya pun di ambil reza dan membiarkan putra dan lisa berpelukan
dan yang lain pun tertawa melihat arya menangis tak lama arya pun ikut Utari
" sayang mama, arya takut mendengar suara ayah putra eum.. " ucap Utari menggendong arya " suara seperti opa, eum.. " putra pun hanya tersenyum.
" kak putra kenapa? " tanya bianca
" lisa hamil ca.. lisa hamil " ucap nya yang masih tak percaya
" serius kak.. " ucap bianca tak percaya
" iya ca.. " jawab lisa singkat dan masih meneteskan air matanya,
" selamat ya kak, akhirnya aku mempunyai teman, untuk makan tengah malam " ucap bianca lalu tertawa
" kak lisa selamat, arya akan mempunyai kakak dari bunda dan adik dari mami " ucap Utari lalu tersenyum sambil menggendong arya
" aku akan memberitahu mama " ucap bianca dan meraih ponsel nya lalu menghubungi Wina
🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕