
"reya.. aku pulang, reza sudah menjemput ku " ucap bianca pada reya sahabat nya dan melihat reza dari kejauhan
" ca.. kamu terlihat mesra dengan bodyguard tampan mu, apa kamu mempunyai hubungan khusus? " tanya reya curiga,
" nanti aku jelaskan rey .. aku terburu buru, bye.. ! " jawab bianca meninggalkan reya dan berlari menghampiri reza,
" selalu begitu, awas saja nanti jika kamu tidak menceritakan nya pada ku " grutu reya lalu ia pun menuju parkiran.
" sayang.. " ucap bianca saat sudah berada di dalam mobil,
" eum.. " jawab reza singkat lalu melajukan mobil nya.
" aku lapar.. " ucap bianca manja
" baik lah nanti kita mampir ke restoran dekat gedung graha eum.. " ucap reza di iringi senyum dan melihat sekilas bianca lalu fokus kembali menyetir.
" siapa yang menelfon ku.. " ucap bianca saat suara ponsel nya berbunyi " mama. " ucap nya saat melihat layar ponsel nya, lalu ia pun mengangkat nya.
" hallo ma.. " jawab bianca antusias
" hallo sayang.. bagaimana kabar mu? ucap Wina
" baik ma.. mama apa kabar.. ? " tanya bianca
" baik.. kamu jangan membuat repot reza ya, kurangi manja mu, " ucap Wina menasehati
"mama.. " ucap bianca manja dan mengerucutkan bibir nya, reza yang melihat ekpresi bianca pun hanya tersenyum.
" kamu sudah makan..? " tanya Wina
" belum ma, caca baru saja keluar dari kampus dan ini menuju restoran bersama reza " jawab bianca yang matanya melirik reza yang sedang fokus menyetir
" baik lah.. jaga diri mu, salam untuk suami mu " ucap Wina mengakhiri percakapan nya
" pasti ma.. " Jawab bianca lalu mematikan sambungan ponsel nya.
" reza.. bagaimana, urusan mu pagi ini " tanya bianca,
__ADS_1
" lancar.. semua atas doa mu " ucap reza lalu melihat bianca dam tersenyum, bianca pun hanya tersenyum . tak lama mereka pun sampai ke sebuah restoran,
🔸
" apa yang harus aku katakan pada putra, jika hasil pemeriksaan ku seperti ini, ya Tuhan.. " ucap lisa begitu sedih dan meneteskan air mata nya, saat melihat hasil pemeriksaan rahim nya. lisa seolah tak percaya dengan hasil pemeriksaannya , sudah 3 dokter kandungan ia datangi namun hasil nya tetap sama.
" apa aku benar benar tidak bisa mengandung? " ucap nya lirih dan meneteskan air mata di lorong rumah sakit, ia berjalan di lorong rumah sakit dan terus melihat hasil pemeriksaan nya.
" sayang.. kenapa menangis? " ucap putra tiba-tiba, mengejutkan lisa
" putra.. eum.. " ucap lisa gugup dan mengusap air matanya,
" katamu kamu masih di kantor " ucap lisa mengalihkan,
" boleh aku melihat hasil nya " ucap putra sembari mengambil kertas dari tangan lisa putra pun melihat dengan seksama
" putra maaf, seperti nya aku tidak bisa memberi mu seorang anak, aku.. aku mandul putra.. " ucap lisa yang langsung tertunduk, putra pun langsung memeluk lisa yang menangis pilu, " maaf putra." ucap lisa di sela isak tangis nya
"sstttt.. sudah.. jangan menangis, kita hadapi bersama, eum.. " ucap putra menenangkan lisa dan ikut meneteskan air mata, ada rasa sedikit kecewa namun ia harus tetap tegar menerima bahwa lisa tidak dapat memberikan seorang anak,
"ayo kita pulang.. " ucap putra lalu merangkul lisa dan berjalan keluar dari rumah sakit
🔸
" baik tuan.. eum... maaf tuan.. ada viona di lobby " ucap rita memberikan tahu jika mantan abi bernama viona datang mencarinya
" ck.. benar orang bilang, disaat kita sudah menikah, mantan berdatangan " ucap abi di iringi tawa, rita yang mendengar penuturan abi pun ikut tertawa
" baik lah akan aku temui, untuk terakhir kalinya " ucap tegas abi, lalu ia melangkah keluar dari ruangan nya dan menuju lobby hotel
" abi.. " ucap viona saat melihat abi menghampiri nya
" ada apa kamu mencari ku, " ucap abi dingin
" aku hanya ingin memberimu kartu undang pernikahan ku " ucap viona dengan terus tersenyum ke arah abi
" ouh.. jadi kamu akan menikah minggu ini " ucap abi saat sudah melihat kartu undangan viona
__ADS_1
" iya.. aku harap kamu datang, dan kamu harus membawa pacar baru mu " ucap viona, viona belum mengetahui jika abi sudah menikah dan mempunyai anak
" aku tidak akan membawa pacar vio.. tapi aku akan membawa istri dan anak ku " ucap abi dengan percaya diri dan langsung meninggal kan viona begitu saja, viona pun terkejut dan membulatkan matanya, tak lama abi membalikan badannya, " kamu kalah vio.. " ucapnya lalu menyunggingkan senyuman nya lalu kembali membalikkan badan nya dan menuju keluar hotel
" ck.. brengsek, " ucap viona dan menghentakan kakinya lalu keluar dari hotel
🔸
" ca... kamu di tunggu meneger mu backstage " ucap rere saat melihat bianca datang bersama reza
" ada apa.. kiki mencari ku " tanya bianca penasaran dan menautkan kedua alisnya karena tak biasanya kiki menghampiri ke tempat bianca show
" entah.. temui lah, katanya hal penting " jelas rere, " baiklah.. reza ayo.. " ucap bianca mengajak reza masuk kedalam
" akhirnya kamu datang ca.. " ucap kiki saat bianca menghampiri nya
" ada apa ki, tidak biasanya kamu mendatangiku di tempat aku show seperti ini "
" maaf ca.. ada yang harus aku sampai kan, kontrak kerja mu semua di batalkan dan PH yang menaungi mu juga memutuskan kerja sama dengan mu, termasuk perusahaan kakak mu putra " ucap kiki serius dan sedikit kecewa atas keputusan perusahaan yang mengontrak bianca, bianca pun syok dan hampir terjatuh, dengan sigap reza merangkul bianca yang sudah meneteskan air mata
" maaf ca.. itu keputusan dari perusahaan dan PH yang menaungi mu , aku sudah berusaha mempertahankan mu, tapi keputusan itu tidak dapat di bantah, tapi kamu tenang saja royalti dan uang ganti rugi pemutusan kontrak mu akan di bayar semua, sesuai perjanjian " jelas kiki sangat terpaksa
" iya ki Terima kasih, aku tau orang di balik ini semua " ucap bianca lirih, dan langsung memeluk kiki, " Terima kasih atas kerja sama nya selama ini ca.. " ucap kiki, dan mengusap punggung bianca " sama sama ki.. " ucap bianca dengan senyum terpaksa dan menahan air matanya Agar tidak terjatuh lagi
" reza kita pulang.. kiki aku pamit, tolong kamu carikan Rere pekerjaan, " ucap bianca yang langsung pergi bersama reza meninggalkan gedung Graha dan menuju mobil yang ada di parkiran.
" papa memang tidak main main menghancurkan karir ku reza, papa tega dengan putrinya sendiri, ah ..aku lupa aku sudah tidak di anggap putri nya, aku musuh nya " ucap bianca saat di dalam mobil, dan menangis sejadi jadi nya
" maaf.. sayang.. ini juga semua salah ku, " ucap reza yang sudah memeluk bianca
" kamu tidak salah reza, dan kita tidak bersalah, yang salah adalah hati papa yang tidak mau berdamai dengan masa lalu." ucap bianca yang masih di pelukan reza
" ayo pulang reza " ucap bianca, dan melepas pelukan reza, reza pun menuruti bianca untuk pulang.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕