CERITA CINTA

CERITA CINTA
131


__ADS_3

" putri.. baru bangun.. " tanya abi yang baru saja keluar kamar dan melihat putri yang juga baru keluar kamar.


" eum.. ",


'' tunggu.. astaga... " Ucap abi melihat leher putri penuh tanda merah dan tertawa


" kamu kenapa ? " tanya putri heran


" leher mu di gigit ikan c*p*ng " goda abi ,


" bukk" putri memukul perut abi


" auww.., sakit put.. " pekik abi memegang perut nya


" kamu juga ikan cup*ng " jawab putri melihat Utari juga ada tanda merahnya


" ikan cup*ng? mana? " tanya Utari polos karena tidak mengetahui yang sebenarnya , putri pun tertawa dan abi hanya menggaruk. kepala nya karena menahan malu


" dia..tadi malam berubah jadi ikan cup*ng " jawab putri sambil menujuk abi dan berjalan menuruni tangga


" abi..jam berapa kamu berubah jadi ikan , kenapa aku tidak tahu" tanya Utari


" kalau aku berubah jadi ikan kamu Mau jadi ikan duyung nya hah.. "


" ih.. gak mau mana ada duyung perutnya besar seperti ini " jawab utari melihat abi dengan polosnya


" astaga kenapa polos mu kambuh lagi " geram abi namun abi hanya tersenyum


" sudah jangan di bahas, ayo sarapan, si kembar pasti sudah lapar " jawab abi mengalihkan pembicaraan lalu membopong Utari menuruni tangga


" duduk di sini sambil berjamur " ucap abi saat sampai di taman samping dekat kolam renang dan duduk di bawah matahari pagi. lalu abi mengambil sarapan untuk Utari


" Utari.. kenapa duduk di sini sendiri mana abi? " tanya wina yang juga ingin berjemur bersama Bram


" kedalam ma, Utari di suruh berjemur " jawab Utari,


" kamu sudah sarapan ? " tanya Wina


" belum ma.. "


" astaga.. abi..!! abi!! " teriak Wina memanggil abi


" ada apa ma.. pagi-pagi sudah triak.. " jawab abi yang sudah membawa sarapan untuk Utari, Bram yang mendengar dan melihat istri teriak hanya tersenyum dan duduk di samping Utari


" mana sarapan untuk Utari.. "


" ini mah.. " jawab abi yang masih kebingungan


" ya sudah suapin Utari " jawab Wina yang sedikit malu karena mengira abi mengabaikan Utari, Bram dan Utari hanya tertawa kecil melihat Wina dan abi


" iya ma.. " jawab abi melihat Wina yang duduk di samping Bram


" mama kenapa ? " batin abi sambil menyuapi Utari

__ADS_1


" abi kamu tidak sarapan..? " tanya Utari


" nanti saja, kamu saja lebih dulu " jawab abi menyuapi utari lalu tersenyum sedangkan Bram dan Wina asyik dengan kemesraannya sendiri.


" oh ya papa dan mama pulang dari rumah sakit jam berapa ? " tanya abi


" tadi selesai subuh, nita dan banyu yang menggantikan mana dan papa untuk menjaga lisa dan bayinya,


" oh.. " jawab abi singkat lalu menyuapi Utari kembali,


" reza.. !! " teriak Bianca di ambang pintu, karena sedari tadi reza sedang olahraga di tepi kolam renang bersama juna, Damian dan bayu


" ya sayang..! " jawab reza berjalan menghampiri bianca yang berdiri di dekat abi


" ca..suara mu.. " ucap abi namun Bianca hanya menyunggingkan senyumannya saja


"ada apa.. ? " tanya reza mengecup kening Bianca


" pagi ini kamu belum memeluk ku " jawab Bianca manja


" mari.. " ucap reza yang langsung memeluk Bianca dengan erat,


" rafi sudah bangun.. ? " tanya reza


" sudah...sekarang sama kak bayu dan kak dea " jawab Bianca yang masih memeluk reza


" sudah pelukan nya " ucap abi, sedikit mendorong Bianca,dan hampir terhuyung lalu abi masuk kedalam dengan membawa piring kosong


"sudah ayo mandi, kamu belum mandi " ucap reza merangkul Bianca masuk kedalam


" ma ..pa.. kami ke dalam " pamit reza


" iya " jawab Wina singkat lalu tersenyum begitu juga Bram dan Utari


"reza.. apa hari ini kemu mau ke pabrik? " tanya Bianca saat di berada di kamar


" ah.. tidak sayang.. ada meneger yang mengurus nya, kita di rumah saja, bermain bersama rafi dan berdua dengan mu " jawab reza yang langsung mendorong bianca ke tempat tidur,


" reza masih pagi "


" biar.. "


" reza.. nanti ad... " jawab bianca terputus karena reza dengan cepat mencium bibir nya, dan tangan nya tak tinggal diam, reza menarik tali piyama Bianca


" reza.. "


" reza.. " desah Bianca lalu mereka melakukannya.disisi lain putri yang menyiapkan sarapan untuk damian dan anaknya pun menghampiri Damian dan juna dan membawakan air minum.


" Damian, ini minum untuk mu , ini untuk mu juna " Ucap putri memberikan setelah air putih pada Damian dan juna


" leher kakak kenapa "tanya juna, namun tiba tiba putri mendorong pelan wajah juna


" kakak.. " pekik juna dengan kesalnya dan Damian pun hanya tertawa kecil

__ADS_1


" tidak perlu kamu lihat, nanti kamu kalau sudah menikah pasti tau sendiri " jawab putri


" apa hubungannya dengan menikah, menggelikan " jawab juna lalu meninggalkan Damian dan putri


" kenapa kamu mendorong wajah juna sayang.. " tanya Damian


" itu lebih baik dari pada aku dorong di kolam renang " jawab putri lalu kedua nya tertawa


" putri... kamu masih percaya dengan ku ? " tanya Damian mendekati putri dan jarak wajah mereka amat sangat dekat


" aku selalu percaya pada mu Damian tapi jangan coba coba kamu mengkhianati ku, dan jika itu terjadi, aku tidak akan segan segan memotong ini " jawab putri meremas milik Damian


" auw.. senjata ku.. sakit sayang.. " pekik damainya memegang miliknya sambil membungkuk, Wina, Bram dan Utari hanya tertawa melihat putri dan Damian dari kejauhan.


" anak perempuan mu benar benar sadis " ucap Wina pada bram lalu mereka tertawa lagi


" sayang.. " panggil abi


" eum.. "


" ini susunya " jawab abi memberikan susu pada Utari


" mama papa ini, jahe hangat nya "


" kamu memang anak mama abi " jawab Wina mengambil segelas jahe hangat dari nampan


" memangnya selama ini abi anak siapa? " canda abi


" ya anak mama dan papa " jawab Wina santai


" abi kamu mau tahu, waktu mama melahirkan mu, rambut papa, di jambak mama mu " saut Bram, Wina yang mendengarnya pun langsung tertawa


" kenapa bisa ma.. " tanya abi penasaran


" waktu itu papa mu tidak mau diam, jadi mama reflek menjambak papa mu, sampai suster dan dokter tertawa, karena hanya mama yang berani menjambak papa mu " jelas Wina melihat ekpresi bram yang sedikit kesal


" papa mu di kantor di takuti karyawan nya, seperti singa yang siap menerkam tapi di rumah seperti kucing imut dan penurut " jelas Wina lagi


" sayang.. sudah ayo kedalam " jawab Bram menarik lembut lengan Wina lalu mengajak nya masuk kedalam dan masih tertawa begitu juga Utari dan abi


" abi ayo kita masuk sudah panas, aku mau melihat Arya sedang apa dia sama mbak nya " ucap Utari


" baiklah "


" jangan, aku mau berjalan " jawab Utari saat abi ingin membopong nya


" ayo " jawab abi lalu mengulurkan tangan nya dan membantu Utari berjalan masuk kedalam, dan membiarkan putri dan Damian yang masih bercanda dan tertawa di samping kolam renang.


🔹🔹🔹🔹


Terima kasih😘💕


vote like komen

__ADS_1


__ADS_2