
" putri.. baru bangun.. " tanya abi yang baru saja keluar kamar dan melihat putri yang juga baru keluar kamar.
" eum.. ",
'' tunggu.. astaga... " Ucap abi melihat leher putri penuh tanda merah dan tertawa
" kamu kenapa ? " tanya putri heran
" leher mu di gigit ikan c*p*ng " goda abi ,
" bukk" putri memukul perut abi
" auww.., sakit put.. " pekik abi memegang perut nya
" kamu juga ikan cup*ng " jawab putri melihat Utari juga ada tanda merahnya
" ikan cup*ng? mana? " tanya Utari polos karena tidak mengetahui yang sebenarnya , putri pun tertawa dan abi hanya menggaruk. kepala nya karena menahan malu
" dia..tadi malam berubah jadi ikan cup*ng " jawab putri sambil menujuk abi dan berjalan menuruni tangga
" abi..jam berapa kamu berubah jadi ikan , kenapa aku tidak tahu" tanya Utari
" kalau aku berubah jadi ikan kamu Mau jadi ikan duyung nya hah.. "
" ih.. gak mau mana ada duyung perutnya besar seperti ini " jawab utari melihat abi dengan polosnya
" astaga kenapa polos mu kambuh lagi " geram abi namun abi hanya tersenyum
" sudah jangan di bahas, ayo sarapan, si kembar pasti sudah lapar " jawab abi mengalihkan pembicaraan lalu membopong Utari menuruni tangga
" duduk di sini sambil berjamur " ucap abi saat sampai di taman samping dekat kolam renang dan duduk di bawah matahari pagi. lalu abi mengambil sarapan untuk Utari
" Utari.. kenapa duduk di sini sendiri mana abi? " tanya wina yang juga ingin berjemur bersama Bram
" kedalam ma, Utari di suruh berjemur " jawab Utari,
" kamu sudah sarapan ? " tanya Wina
" belum ma.. "
" astaga.. abi..!! abi!! " teriak Wina memanggil abi
" ada apa ma.. pagi-pagi sudah triak.. " jawab abi yang sudah membawa sarapan untuk Utari, Bram yang mendengar dan melihat istri teriak hanya tersenyum dan duduk di samping Utari
" mana sarapan untuk Utari.. "
" ini mah.. " jawab abi yang masih kebingungan
" ya sudah suapin Utari " jawab Wina yang sedikit malu karena mengira abi mengabaikan Utari, Bram dan Utari hanya tertawa kecil melihat Wina dan abi
" iya ma.. " jawab abi melihat Wina yang duduk di samping Bram
" mama kenapa ? " batin abi sambil menyuapi Utari
__ADS_1
" abi kamu tidak sarapan..? " tanya Utari
" nanti saja, kamu saja lebih dulu " jawab abi menyuapi utari lalu tersenyum sedangkan Bram dan Wina asyik dengan kemesraannya sendiri.
" oh ya papa dan mama pulang dari rumah sakit jam berapa ? " tanya abi
" tadi selesai subuh, nita dan banyu yang menggantikan mana dan papa untuk menjaga lisa dan bayinya,
" oh.. " jawab abi singkat lalu menyuapi Utari kembali,
" reza.. !! " teriak Bianca di ambang pintu, karena sedari tadi reza sedang olahraga di tepi kolam renang bersama juna, Damian dan bayu
" ya sayang..! " jawab reza berjalan menghampiri bianca yang berdiri di dekat abi
" ca..suara mu.. " ucap abi namun Bianca hanya menyunggingkan senyumannya saja
"ada apa.. ? " tanya reza mengecup kening Bianca
" pagi ini kamu belum memeluk ku " jawab Bianca manja
" mari.. " ucap reza yang langsung memeluk Bianca dengan erat,
" rafi sudah bangun.. ? " tanya reza
" sudah...sekarang sama kak bayu dan kak dea " jawab Bianca yang masih memeluk reza
" sudah pelukan nya " ucap abi, sedikit mendorong Bianca,dan hampir terhuyung lalu abi masuk kedalam dengan membawa piring kosong
"sudah ayo mandi, kamu belum mandi " ucap reza merangkul Bianca masuk kedalam
" ma ..pa.. kami ke dalam " pamit reza
" iya " jawab Wina singkat lalu tersenyum begitu juga Bram dan Utari
"reza.. apa hari ini kemu mau ke pabrik? " tanya Bianca saat di berada di kamar
" ah.. tidak sayang.. ada meneger yang mengurus nya, kita di rumah saja, bermain bersama rafi dan berdua dengan mu " jawab reza yang langsung mendorong bianca ke tempat tidur,
" reza masih pagi "
" biar.. "
" reza.. nanti ad... " jawab bianca terputus karena reza dengan cepat mencium bibir nya, dan tangan nya tak tinggal diam, reza menarik tali piyama Bianca
" reza.. "
" reza.. " desah Bianca lalu mereka melakukannya.disisi lain putri yang menyiapkan sarapan untuk damian dan anaknya pun menghampiri Damian dan juna dan membawakan air minum.
" Damian, ini minum untuk mu , ini untuk mu juna " Ucap putri memberikan setelah air putih pada Damian dan juna
" leher kakak kenapa "tanya juna, namun tiba tiba putri mendorong pelan wajah juna
" kakak.. " pekik juna dengan kesalnya dan Damian pun hanya tertawa kecil
__ADS_1
" tidak perlu kamu lihat, nanti kamu kalau sudah menikah pasti tau sendiri " jawab putri
" apa hubungannya dengan menikah, menggelikan " jawab juna lalu meninggalkan Damian dan putri
" kenapa kamu mendorong wajah juna sayang.. " tanya Damian
" itu lebih baik dari pada aku dorong di kolam renang " jawab putri lalu kedua nya tertawa
" putri... kamu masih percaya dengan ku ? " tanya Damian mendekati putri dan jarak wajah mereka amat sangat dekat
" aku selalu percaya pada mu Damian tapi jangan coba coba kamu mengkhianati ku, dan jika itu terjadi, aku tidak akan segan segan memotong ini " jawab putri meremas milik Damian
" auw.. senjata ku.. sakit sayang.. " pekik damainya memegang miliknya sambil membungkuk, Wina, Bram dan Utari hanya tertawa melihat putri dan Damian dari kejauhan.
" anak perempuan mu benar benar sadis " ucap Wina pada bram lalu mereka tertawa lagi
" sayang.. " panggil abi
" eum.. "
" ini susunya " jawab abi memberikan susu pada Utari
" mama papa ini, jahe hangat nya "
" kamu memang anak mama abi " jawab Wina mengambil segelas jahe hangat dari nampan
" memangnya selama ini abi anak siapa? " canda abi
" ya anak mama dan papa " jawab Wina santai
" abi kamu mau tahu, waktu mama melahirkan mu, rambut papa, di jambak mama mu " saut Bram, Wina yang mendengarnya pun langsung tertawa
" kenapa bisa ma.. " tanya abi penasaran
" waktu itu papa mu tidak mau diam, jadi mama reflek menjambak papa mu, sampai suster dan dokter tertawa, karena hanya mama yang berani menjambak papa mu " jelas Wina melihat ekpresi bram yang sedikit kesal
" papa mu di kantor di takuti karyawan nya, seperti singa yang siap menerkam tapi di rumah seperti kucing imut dan penurut " jelas Wina lagi
" sayang.. sudah ayo kedalam " jawab Bram menarik lembut lengan Wina lalu mengajak nya masuk kedalam dan masih tertawa begitu juga Utari dan abi
" abi ayo kita masuk sudah panas, aku mau melihat Arya sedang apa dia sama mbak nya " ucap Utari
" baiklah "
" jangan, aku mau berjalan " jawab Utari saat abi ingin membopong nya
" ayo " jawab abi lalu mengulurkan tangan nya dan membantu Utari berjalan masuk kedalam, dan membiarkan putri dan Damian yang masih bercanda dan tertawa di samping kolam renang.
🔹🔹🔹🔹
Terima kasih😘💕
vote like komen
__ADS_1