CERITA CINTA

CERITA CINTA
92


__ADS_3

beberapa bulan kemudian


si kembar sudah kembali ke London untuk menyelesaikan semester terakhir nya, reza pun sudah meninju hotel milik nya di London, serta sudah mengadakan resepsi mewah di hotel milik abi setelah nya Bianca kembali ke rutinitas perkuliahannya dan sibuk dengan distro yang ia kelola bersama reza sesekali membantu abi untuk mengelola hotel dan resorts.putri dan putra juga sibuk dengan kegiatan nya sedangkan lisa masih sama hingga ia bosan harus meminum vitamin dari dokter dan obat herbal lainnya. Utari pun sibuk mengurusi baby Arya yang sudah berusia 6 bulan, serta sudah mulai masuk sekolah disain, sedangkan juna memilih pindah ke sekolah asrama dan itu atas kemauan nya sendiri.


" reza.. ini disain terbaru yang aku buat tadi siang " ucap bianca lesu dengan wajah pucatnya lalu menyerahkan beberapa lembar kertas disain nya


" wow.. kamu memang kreatif sayang.. terima kasih " ucap reza dan melihat hasil disain bianca satu satu persatu


" reza.. " ucap bianca manja dan bergelayut di lengan reza


" apa sayang eum.. " ucap reza sekilas melihat bianca


" kepala ku sedikit pusing " ucap nya manja dan menyandarkan kepalanya di lengan reza


" istirahat lah ke kamar, biar aku yang menyelesaikan ini " ucap reza " baiklah aku akan ke kamar, tapi aku mau minuman terlebih dahulu " Ucap bianca lalu berdiri dan menuju dapur, reza pun melihat bianca, pandangan reza mengikuti langkah bianca, semakin hari semakin menggemaskan di tambah tubuhnya semakin berisi tanpa sadar reza tersenyum.


" hari ini mama memasak apa, " tanya bianca saat berada di dapur


" masak ayam goreng, sayur sawi kesukaan kakak mu abi " jawab Wina santai sembari memasak bersama kedua asisten rumah tangga nya


" ma.. caca ingin sayur bayam, " ucap bianca manja


" bukankah kamu tidak suka bayam " tanya Wina heran dan memperhatikan wajah bianca yang nampak pucat " tidak tau ma tiba tiba caca menginginkan sayur bayam " ucap bianca lalu minum air putih.


" ma aku mau ke kamar kepala caca pusing dari pagi " ucap bianca lalu berjalan keluar dapur sembari memegangi kepala nya


" bruuukk " tubuh bianca terjatuh dan menyenggol gelas yang ada di dekat nya


" caca.. " teriak Wina lalu menghampiri nya


" reza..! za..! " teriak wina, reza yang mendengar teriakan Wina bergegas menghampiri nya di dapur


" ya ma.. " jawab reza saat berjalan menuju dapur


" astaga.. ! sayang.. caca kenapa ma.. ? " tanya reza panik

__ADS_1


" tidak tau tiba tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri " ucap wina yang ikut panik


" ca.. bangun ca.. , sayang bangun.. " ucap reza memangku kepala bianca, tak ada pergerakan dari bianca reza langsung membopong bianca dan membawanya ke kamar lalu Wina pun menghubungi dokter keluarga.


" sayang.. bangun, kamu kenapa " ucap reza yang begitu panik, bram yang mendengar keributan di kamar bianca pun mendatangi kamar bianca.


" ada apa ini.. sayang apa yang terjadi dengan caca " tanya Bram melihat keadaan bianca


" syasa tiba tiba jatuh pingsan di dapur mas.. " ucap wina cemas


" permisi.. " ucap dokter saat sudah masuk ke kamar bianca yang diantar oleh pembantu rumah tangga


"dokter ryan tolong periksa anak saya? " ucap bram pada dokter Ryan


" baik tuan.. " jawab sopan dokter ryan, saat dokter Ryan memeriksa bianca reza beranjak dari duduk nya dan berdiri di belakang dokter ryan yang sedang memeriksa bianca


" apa nona bianca mengeluh kan sesuatu " tanya dokter sambil memeriksa bianca dengan teliti


" pagi tadi sewaktu berangkat kuliah sempat mengeluh mual dan pusing, dan tidak mau makan " ucap reza pada dokter, Wina yang mendengar pun hanya tersenyum dan saling berpandangan dengan bram, bram pun merangkul Wina dan mengusap pundak Wina


" seperti nya kita akan mempunyai cucu lagi " bisik Bram pada Wina, Wina hanya tersenyum


" apa dok.. jadi istri saya mengandung.. " ucap reza bingung dan memegang dahinya serta meletakkan satu tangan nya di pinggang


" iya tuan, selamat ya.. dan tolong di jaga istri anda, dan ini saya buat kan resep untuk semua keluhannya pagi tadi " ucap dokter ryan sambil menulis resep nya


" I.. iya dok Terima kasih " ucap reza yang masih bingung dan menerima resepnya


" kalau begitu saya permisi, " pamit dokter ryan lalu keluar dari kamar bianca di antar bram sampai di depan rumah.


sedangkan reza masih terdiam dan duduk di tepi ranjang di samping bianca dan memandangi wajah pucat istri nya ia mencoba mengingat kapan terakhir melakukannya tanpa pengamanan,


" reza selamat ya.. tolong jaga syasa eum.. " ucap Wina pada reza yang duduk di tepi tempat tidur


" eum.. reza aku kenapa " tanya bianca yang mulai sadar dan duduk bersandar di sandaran tempat tidur

__ADS_1


" tidak apa apa kamu pingsan di dapur, lalu aku membawa mu kemari " jawab reza dan tersenyum lalu mengusap lembut pipi bianca


" reza aku mau minum.. " ucap bianca manja


" ini.. minum lah " ucap reza memberikan minum bianca yang ada di meja dekat tempat tidur nya


" sayang.. selamat ya.. sebentar lagi kamu akan menjadi mama " ucap Wina dan tersenyum


" mama.., maksud mama? tanya bianca bingung


" kamu hamil sayang.. " jawab bram tiba tiba masuk ke kamar bianca.


" hamil.. aku hamil..? " tanya bianca masih bingung sedangkan reza tidak berani menatap bianca


" reza.. !! apa yang kamu lakukan, bukankah kita sepakat untuk menunda nya terlebih dahulu sampai aku lulus kuliah " ucap bianca sambil memukul lengan reza dan memukul mukul mengunakan boneka kecil nya


" maaf sayang.. aku juga sedang mengingat kapan terakhir kali aku tidak menggunakan pengamanan " ucap reza yang berusaha menghindar pukulan bianca, Wina dan bram pun hanya tertawa melihat tingkah konyol reza dan bianca lalu memilih untuk keluar dari kamar mereka


" kenapa kamu bisa melupakan itu, " ucap bianca kesal


" waktu itu mungkin sedang kehabisan " ucap reza


" menyebalkan , kamu harus bertanggung jawab " ucap bianca memukul reza kembali dengan boneka


" iya aku akan bertanggung jawab " ucap reza dan menatap bianca, bianca pun mulai tersenyum dan langsung memeluk reza


" reza.. aku akan menjadi mama " ucap bianca yang sudah berkaca kaca karena terharu


" iya sayang.. aku akan menjadi papa untuk anak kita " ucap reza dan langsung memeluk bianca setelah nya mengusap perut bianca.


" nanti sore kita ke dokter kandungan untuk memastikannya eum " ucap reza lalu mencium kening bianca


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


maaf ya, kemarin author sudah bilang di grup kalau author mau merevisi atau memperbaiki novel author yang pertama yang berjudul " terjerat cinta singel parent " karena banyak yang tanya kapan up, jadi ya sudah author up yang ini, untuk merevisi novel yang pertama nanti bisa author cicil ☺☺🙏

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih


__ADS_2