
hari ini adalah hari genap satu bulan pernikahan ketiga anak Bram dan Wina
putra yang dingin, sedikit menghangat semenjak kehadiran lisa dan menikahinya, , putri dan Damian semakin mesra, Utari dan abi tak kalah mesra nya walaupun masih sedikit kekonyolan mereka berdua terlihat, Utari pun sedikit demi sedikit paham arah pembicaraan, dan sudah lihai memasak masakan kesukaan abi, namun ia masih suka menggambar, mendisain baju, dan terkadang ia melukis wajah abi dengan berbagai ekspresi, secara diam diam di saat abi bekerja dan tidak sedang menemani Wina, ia memilih di kamar dan menggambar.
" ma.. Utari ke atas ya, Utari mengantuk " pamit Utari pada Wina karena mereka berdua baru saja pulang dari belanja untuk persediaan satu bulan.
" iya.. dan bawa ke kamar belanjaan keperluan mu dan keperluan abi " jelas Wina
" iya ma.. " jawab Utari lembut dan mengambil belanjaan kebutuhan pribadi nya dan kebutuhan abi. lalu ia naik keatas,
sesampainya ia di kamar nya, ia menyusun barang barang nya dan barang barang abi sesuai tempat nya, setelah di rasa rapi ia pun duduk di kursi meja rias nya,
" astaga.. " ucap nya terkejut ketika ia merasa kan ada yang mengalir di daerah sensitif nya.
" ini tanggal berapa, tanggal 4 " ucapnya setelah melihat tanggalan di ponsel nya
__ADS_1
" pantas saja tamu tak di undang ku datang " gumam nya lalu ia mencari pembalut yang baru saja ia beli. dan menuju kamar mandi.
setelah selesai ia pun keluar dari kamar mandi dan melanjutkan menggambar di tempat tidur, kali ini ia mengambar wajah abi yang tersenyum manis, serta merampungkan satu disain gaun impian nya.
"ah.. suami ku memang tampan " gumam nya setelah merampungkan gambar ia pun tertidur di sebelah gambar gambar nya yang belum ia simpan, dan pensil yang ia gunakan pun masih berada di sela jarinya.
" mama.. ! ma..! " teriak abi memanggil Wina
" mama di dapur sayang, ada apa jam segini sudah pulang kerja " jawab Wina yang sedang menyiapkan makanan kesukaan Bram
" em... tidak.. kenapa..? dia ada di kamar sedang tidur " tanya Wina penasaran
" tidak apa apa ma, kalau begitu aku akan melihat nya di kamar " jawab abi yang langsung menuju kamar nya.
" astaga.. gaya tidur mu seperti anak kecil jika sendiri " ucap abi yang baru saja membuka pintu dan melihat Utari tidur melintang di tempat tidur, lalu ia mendekati Utari dan mencium keningnya,
__ADS_1
" pasti kamu bosan di rumah saja " gumam abi lirih sembari mengusap lembut rambut Utari, lalu ia melihat gambar Utari dan mengambil semuanya
" astaga.. gambar yang sempurna, " ucap nya setelah melihat gambar dirinya.
" suami tampan ku, aku mencintaimu " ucap abi yang membaca tulisan di balik gambar nya dan tersenyum, lalu ia melihat disain gambar gaun Utari
" ternyata kamu mempunyai bakat terpendam" Gumam abi lalu ia merapikan gambar Utari dan hendak meletakkan di laci meja namun ia menemukan sebuah brosur kursus disain dan buku catatan Utari, abi penasaran dengan buku catatan Utari lalu ia membacanya, semakin ia baca air mata abi semakin deras.
" Utari maafkan aku, ternyata kamu sangat menyayangi kakak mu, maafkan aku tidak mengijinkan mu bekerja dan aku memang tidak ingin kamu bekerja , aku tidak tau masalah di keluarga kalian, aku janji, aku akan membantu kakak mu, jadi ini alasan mu tidak mau aku ajak ke Jepang,, baiklah kamu ingin jadi disainer, akan aku wujudkan " ucap abi, sembari memasukkan buku catatan nya di laci meja dan merapikan gambar gambar Utari, lalu abi ikut berbaring di samping Utari dan memejamkan matanya.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1