
" pa.. lantas bagaimana dengan perusahaan yang ada di luar negeri " tanya putra
" eum.. untuk juna. semua saham yang ada di sana sudah atas nama juna, dan kamu sebagai kakak laki-laki tertua bimbing adik mu " jawab, Bram sembari masih menggendong Arya,
" baik lah semua anak anak papa sudah mendapatkan bagian masing-masing, kelola dengan baik, karena hanya itu yang papa punya untuk kalian, pergunakan dengan baik untuk anak istri kalian, satu lagi untuk panti Asuhan kalian harus mengelolanya bersama, karena di sana banyak anak yatim piatu yang membutuhkan kasih sayang kalian, " jelas Bram,dan memberikan Arya pada Wina
" caca.. reza kemari lah.. " ucap bram lalu reza dan caca pun menghampiri Bram,
" maafkan papa.. kemarin kemarin papa egois tidak merestui hubungan kalian, maafkan papa " ucap Bram lalu memeluk reza dan Bianca.
" papa.." ucap caca lirih dan meneteskan air matanya, tak lama Bram melepas pelukan nya
" reza.. aku percayakan putri ku pada mu, kamu laki laki yang di pilih untuk menjadi suami nya, jaga putri ku, bersabarlah dengan manja nya" ucap Bram dan menepuk pundak reza
" pasti pa.. sebisa mungkin reza akan menjaga nya dan memberikan yang terbaik untuk caca " jawab reza meyakinkan dan mentap sorot mata mertuanya
" dan satu lagi ,persiapkan acara resepsi kalian papa akan menikahkan kalian kembali walaupun kalian sudah resmi menikah tapi sebagai papa nya, papa ingin menyerahkan langsung caca pada mu " kata Bram lagi
" baik pa.. "jawab bianca.
" untuk acara selanjutnya besok kita semua akan berkunjung ke Panti asuhan.. " ucap Wina menimpali
malam semakin larut, utari ,putri dan syasa masuk kedalam rumah bersama anak mereka masing-masing dan menidurkan anak anak mereka sedangkan yang lainnya, masih asyik bercanda, dan ada pula yang berdansa,
reza dan Bianca memilih untuk berdansa, tak lama di ikuti Bram dan Wina,
" mas.. lihat putri manja mu, mereka sangat bahagia setelah mendapat restu dari mu " ucap Wina yang memeluk Bram sembari berdansa
" iya aku tahu, reza mungkin laki laki yang tepat untuk caca sayang.. walaupun aku harus Ektra menjaga kedua nya, yah.. memang tugas orang tua melindungi anak anak nya" ucap Bram dan mencium pucuk rambut Wina , dan melihat reza dan Bianca yang sedang berdansa saling tersenyum, amat terlihat mereka tidak bisa di pisahkan seperti halnya Bram dan Wina
__ADS_1
" reza.. aku mencintaimu.. " ucap Bianca lalu memeluk reza " aku juga mencintai mu sayang " jawab reza dan mengeratkan pelukan nya.
" putra.. lihat adik mu, seperti nya dia sangat mencintai reza, aku ikut terharu melihat kisah cinta mereka, " ucap lisa yang duduk di kursi bersama putra " ya.. aku kira cinta nya hanya cinta monyet, tapi ternyata, melebihi cita mama dan papa " jawab putra lalu merangkul lisa,
" lisa baik nya kita masuk kedalam, waktu nya kamu istirahat dan minum vitamin mu.. " ucap putra
"baik lah.. ayo.. " jawab lisa lalu mereka berdua pun masuk kedalam dan menuju kamar
tak lama damar dan tiyas serta Yasmin dan farhan pun pamit
" Bram.. aku pamit sudah sangat malam " ucap damar dan tersenyum
" ini baru jam 11 malam bro.. nanti saja, kita bergadang seperti waktu muda " ucap Bram
" aku maunya seperti itu tapi fisik kita tidak bisa berbohong Bram, tubuh ku butuh istirahat, " ucap damar bercanda
" kamu bisa saja.. oh ya.. kapan kalian akan menikahkan Yasmin dan Farhan? "
" om Bram, Yasmin dan farhan masih muda om nanti saja kami masih nyaman seperti ini " ucap Yasmin menimpali
" lebih nyaman lagi kalau sudah menikah " jawab Wina dan tertawa
" nanti saja bu.. biarkan farhan dan Yasmin menyelesaikan kuliahnya, " ucap tiyas lalu tersenyum
tak lama mereka semua pun pamit pulang dan di antar Bram dan Wina sampai didepan rumah. sedangkan abi, Damian, dewa masih asyik berbicara bisnis tak lama reza dan Bianca pun ikut bergabung.
" reza.. bagaimana ..
? kapan kamu akan meninju hotel mu di London, " tanya dewa saat reza duduk di kursi,
__ADS_1
" nanti saja kak, aku mau menyelesaikan urusan di sini terlebih dahulu, masih banyak yang harus aku urus menyangkut clothing line kami " jawab reza sambil melihat Bianca yang duduk di sebelah nya.
" ya baiklah.. " ucap dewa
" abi..!! abi..! " panggil Utari di ambang pintu, di susul syasa memanggil dewa " dewa..! dewa..! " panggil syasa
" abi ibu negara kita seperti memanggil " ucap dewa, " bukan seperti nya kak, memang mereka memanggil " jawab abi santai
" seperti nya kalian akan kena marah jika masih duduk di sini, lihat ekpresi mereka " ucap Bianca sambil tertawa
" Damian...!! " panggil putri
" abi mau berapa lama di situ, apa perlu pintu kamar aku kunci" ucap Utari melihat abi yang tak kunjung beranjak
" iya sayang..!! jawab abi lalu berdiri
" baiknya kak dewa dan Damian segera masuk kedalam, jika tidak mau kak syasa dan putri berubah menjadi singa lapar " jelas abi dan langsung melangkah ke dalam
" kalian semua takut istri " ucap Bianca lalu tertawa
" caca..! ucap abi dan membalikkan badannya lalu menatap tajam bianca, lalu membalikkan badannya lagi dan berjalan kemabli ke dalam. kini tinggal reza dan Bianca.
" caca.. " ucap reza yang langsung mencium bibir Bianca tanpa permisi, tak lama reza membopong Bianca dan membawanya masuk kedalam.
" kali ini aku yang akan memegang kendali sayang.. " ucap reza saat sudah berada di kamar, " aku pastikan besok pagi kamu tidak bisa berjalan " ucap reza di telinga Bianca
" lakukan lah, aku suka permainan kasar mu " tantang Bianca, reza pun tersenyum dan menerima tantangan istri nya.
🔹🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote, like komen
Terima kasih😘💕