CERITA CINTA

CERITA CINTA
102


__ADS_3

" kak Utari kenapa pagi-pagi melamun " sapa bianca saat melihat Utari melamun sambil menyusui arya di tempat tidur nya


" astaga caca kamu membuat kakak terkejut!? " jawab utari dan memegang dadanya, dan bianca pun hanya tertawa


" habisnya kakak melamun , apa kak Utari merindukan kak abi? " tanya bianca sembari ikut berbaring di didekat arya


" iya kakak merindukan abi ,satu minggu lebih abi belum pulang semenjak kak dewa kecelakaan dan di rawat di rumah sakit " ucap Utari sendu, karena selesai pemakaman metha Utari kembali ke Surabaya.


" sabar.. sebentar lagi kak abi pulang karena, kak bayu yang akan mengantikan kak abi menemani kak syasa, kak bayu dari London langsung ke Jakarta " ucap bianca menghibur Utari


" sayang.. " ucap abi tiba tiba masuk ke kamar nya


" panjang umur, baiknya aku keluar " ucap bianca lalu bangkit dari tempat tidur


" kak bagaimana kondisi kak dewa " tanya bianca sebelum keluar dari kamar


" tadi pagi baru selesai operasi, dan sekarang belum sadarkan diri, kita berdoa saja untuk kesembuhan kak dewa " jawab abi, sedangkan Utari memindahkan arya yang sedang tidur pulas ke dalam boks bayi


" apa kak bayu sudah sampai " tanya bianca


" sudah makanya kakak langsung pulang dan mama papa juga karena, besok mama mau mengadakan acara syukuran empat bulan kehamilan mu dan kehamilan lisa " jelas abi sembari melihat Utari yang sudah berdiri menunggu nya


" baiklah, kalau begitu aku akan menemui mama dan papa, dan silahkan kalian melepas rindu, " ucap bianca sedikit menggoda abi


" kecil kecil mesum " cerca abi dan sedikit tertawa


" bodo ," jawab singkat bianca lalu tertawa dan menutup pintu kamar abi


" jangan lupa di kunci pintu lnya kak " teriak bianca di balik pintu


" brisik kamu ca " jawab abi lalu menghampiri Utari


" sayang.. " ucap abi yang langsung memeluk utari


" abi.. aku merindukan mu, " ucap Utari yang masih di Pelukan abi


" aku juga sayang.. " jawab abi lalu melepas pelukannya dan memandangi wajah lelah utari

__ADS_1


" kamu lelah eum.. maafkan aku " ucap abi lalu mengecup kening Utari


" sedikit tapi melihat mu pulang lelah ku hilang " ucap nya lalu menarik tengkuk ani dan mencium bibir abi, abi pun tak menyia-nyiakan kesempatan lalu membalas nya dan mereka pun saling melepas rindu.


" ca mana abi.. " tanya wina saat melihat bianca duduk di sofa ruang keluarga dan berbaring di pangkuan bram


" biasa ma.. jangan ditanya lagi, kak abi sedang bermain di kamar dengan istri nya " jawab bianca santai sembari memegang lengan bram


" bermain apa? " tanya wina santai


" astaga mama, anak mama sudah delapan kenapa bertanya lagi, " ucap bianca sambil menepuk keningnya sendiri, bram pun hanya tertawa


" mama mu itu sudah tertular kepolosan utari " jawab bram menimpali lalu tertawa


" iya mama paham, kalian berdua sama saja " ucap Wina di iringi tawa


" sayang.. " panggil reza dari ruang tamu


" reza pulang.. ? " ucap bianca lalu bangkit dari pangkuan bram


" iya sayang.. " jawab bianca lalu menghampiri reza


" baru saja "jawab bram lalu tersenyum


" bagaimana urusan mu " tanya bianca pada reza sambil salim pada reza dan memeluk sekilas


" lancar, besok kita tinggal meresmikan distro cabang kita " ucap reza lalu ikut duduk di sofa ruang keluarga


" menantu mama yang satu ini keren, muda tampan, mandiri, bisnis nya makin melejit, baik hati, dan sangat sabar " ucap Wina memuji reza


" mama bisa saja memuji, ini semua berkat doa caca ma, dan juga ilmu dari papa dan tanpa itu semua reza tidak akan menjadi seperti ini " jawab reza merendah


" siapa dulu istrinya, " ucap bianca bergelayut di lengan reza


" bianca putri sanjaya " jawab reza lalu tersenyum dan mengusap lembut rambut bianca


" reza apa kamu sudah makan siang? " tanya bianca

__ADS_1


" belum, apa kamu memasak untuk ku " jawab reza


" eum.. tidak " ucap bianca lalu menyunggingkan senyuman nya ke arah reza


" lalu..? "


" reza aku menunggu mu untuk makan siang bersama? " ucapan bianca manja sambil menarik lengan reza, reza pun hanya tertawa


" ya sudah ayo " ajak reza lalu berdiri dari duduk nya


" pa.. ma.. reza dan bianca makan dulu " pamit reza


" iya.. makan lah " jawab Wina. lalu bianca dan reza pun menuju ruang makan


" mas aku ke kamar, aku mau istirahat " ucap Wina lalu berdiri


" ya sudah kita bermain di kamar " jawab bercanda dan sedikit menggoda Wina


" astaga.. tua tua keladi " ucap Wina lalu berjalan menuju kamar bram hanya tertawa melihat tingkah Wina


" reza maafkan aku aku belum bisa memasak untuk mu, " ucap bianca sendu dan menunduk


" kenapa kamu berbicara seperti itu " tanya reza sambil memakan makanan nya


" tidak.. aku takut kamu berpaling dari ku, karena aku tidak maksimal melayani mu " jawab bianca mandang reza


" tidak apa apa, kamu tidak bisa memasak, aku yang akan memasak, kalau tidak ,biar bibi yang memasak, jangan di ambil pusing, eum "jawab reza


" dan siapa bilang kamu tidak maksimal melayani ku, kamu sangat sangat maksimal melayani ku di ranjang " bisik reza di akhir kalimat nya dan membuat bianca tersipu malu.


' reza.. ! " Pekik bianca dan menyembunyikan wajahnya di lengan reza.


" sudah ayo habiskan, dan aku tidak mungkin berpaling dari mu, eum.. istri manja ku " ucap reza lalu tersenyum ke arah bianca bianca pun tersenyum dan mencium pipi reza lalu mereka berdua melanjutkan makan Siang nya


🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2