CERITA CINTA

CERITA CINTA
95


__ADS_3

" kamu keterlaluan putra, bisa bisa nya kamu bersikap seperti itu pada Utari, aku kira selama ini dia tidak menyapa mu karena ia segan dengan mu tapi ternyata karena sigap arogan mu " ucap lisa setelah mendengar penjelasan putra


" aku harap kamu segera meminta maaf di depan semua keluarga di rumah ini , jika kamu masih enggan, baik lah aku akan membantu mu " ucap lisa yang langsung keluar kamar.lalu putra pun ikut turun dan kali ini memang ia harus menurunkan egonya


" reza mana ca.. " tanya Wina saat bianca keluar dari kamar


"ada di kamar sedang membahas disain sepatu dengan rekan bisnis nya " ucap bianca lalu duduk di sebelah Bram


" jiwa bisnis reza ok juga mas.. " ucap Wina memuji reza


" mama itu semua ide caca ma " ucap bianca


" yah bagus, di balik suami yang sukses ada istri yang cerdas di belakang nya " ucap bram lalu tersenyum dan merangkul bianca


" sayang.. " ucap reza yang baru keluar dari kamar


" ya.. "


" brand sepatu mu sebentar lagi akan di produksi, project kita sukses " ucap reza pada bianca


" benarkah..? " ucap bianca antusias dan seakan tak percaya lalu ia berdiri dan menghampiri reza yang berdiri di dekat sofa


" eum.. " ucap reza spontan bianca langsung memeluk reza di depan Wina dan bram


" itu rejeki anak kalian " ucap Wina lalu tersenyum sambil memangku arya


" kenapa bisa begitu ma.. " tanya bianca polos


" karena anak itu membawa rejeki nya sendiri melalui orang tuanya" ucap wina lalu tersenyum


"mama.. mana abi dan Utari " ucap lisa saat sampai ke bawah

__ADS_1


" ada di dapur bersama abi " ucap wina


" abi.. Utari bisa kemari sebentar " panggil lisa, sedikit berteriak


" ada apa kak.. " jawab Utari sembari membawa piring berisi makanan menuju ruang keluarga diikuti abi


" ada apa lisa? " tanya abi


" putra ingin berbicara pada pada utari, " ucap lisa yang langsung menatap putra disampingnya


" utari, jujur aku kecewa dengan sikap putra, andai saja aku mengetahuinya dari awal masalah desain prodak itu , mungkin aku akan menegur putra, jujur aku sebagai istri malu mengetahui sikap putra kepada mu seperti itu " ucap lisa lembut pada Utari, utari hanya diam seakan luka hati terbuka kembali mengingat ucapan putra satu setengah tahun yang lalu, dan menatap abi


" atas nama putra kakak meminta maaf pada mu, tolong maafkan putra " ucap lisa meraih jemari Utari putra pun bingung harus memulai kalimat apa untuk meminta maaf


" kak.. aku sudah melupakan kejadian itu, selama ini aku diam dan tidak menyapa kak putra karena aku takut salah bicara sehingga membuat kak putra emosi jadi aku memilih diam, " jawab Utari menatap lisa


" kakak tidak mempunyai kesalahan apa pun pada ku, kakak sangat baik pada ku dan membantu mengurusi arya. " ucap Utari lagi


" iya kak aku sudah memaafkan kakak,, aku juga minta maaf jika ada salah dengan kak putra " ucap Utari menyalami putra


" tidak kamu tidak mempunyai kesalahan pada ku utari, kakak yang salah " ucap putra lalu tersenyum dan semua nya pun tersenyum


" baiklah semua masalah kalian sudah selesai, kedepannya papa harap kalian semua bisa saling perduli satu dengan lainnya. " ucap Bram pada anak anak nya dan merangkul wina


" iya pah.. " ucap lisa memandang putra dan tersenyum lalu merangkul pinggang putra, dan begitu juga reza dan bianca mereka saling merangkul. abi yang melihat orang tua, kakak dan adik nya merangkul pasangan masing masing-masing ia langsung merangkul utari. namun utari menyingkirkan tangan abi


" abi lepas aku mau makan " ucap Utari sembari menepis tangan abi lalu berjalan menuju ruang makan


" sebentar saja sayang, biar seperti mereka " ucap lalu mengejar Utari


" kamu mau aku makan, kebetulan aku sedang lapar " ucap Utari sambil mengeratkan giginya ke arah abi

__ADS_1


" astaga.. kenapa istri ku sekarang menjadi menyeramkan seperti ini " ucap abi lirih namun Utari masih mendengar nya


" apa...!! ? menyeramkan..? itu artinya kamu menyamakan ku dengan hantu hah, " ucap Utari yang menunjukkan garpu di wajah abi, lalu mengejar abi yang berlari mengintari meja makan. , Bram dan wina serta kakak dan adiknya pun tertawa melihat tingkah mereka berdua


" ampun sayang maaf " ucap abi saat Utari berhasil mengejarnya


" coba katakan sekali lagi " ucap Utari yang sudah memojokkan abi ke dinding dan masing memegang garpu


" maaf sayang maaf.. please.. " ucap abi, lalu menyunggingkan senyuman nya.


" abi.. " ucap Utari sambil mendekatkan wajah nya dan saling menatap satu sama lain. abi pun menjadi salah tingkah dan melihat sekitar, tak lama mereka berciuman karena sudah tak terlihat dari ruang keluarga dan garpu yang Utari pegang pun ia jatuhkan.


" aku Merindukan mu abi, aku ingin berdua dengan mu " ucap Utari saat abi melepas ciuman nya


" aku juga merindukan mu " ucap abi langsung memeluk Utari dan mencium kening nya.


" astaga..!! maaf.. aku tidak melihat apa pun, lanjutkan lah " ucap bianca sambil menutup matanya dan langsung menuju dapur


" kamu mengganggu saja cara " ucap abi yang masih memeluk Utari


" siapa yang menganggu kakak, kakak saja yang tidak tau tempat, " ucap bianca yang langsung menuju ruang keluarga.


" abi sudah aku mau makan" ucap utari sembari melepas pelukan abi.


" baiklah ayo " jawab abi lalu mereka kembali kemeja makan.


🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2