
Bianca - reza malik
" ma.. pa.. aku dan reza berangkat, aku dan reza ada pemotretan baju terbaru " pamit bianca pada Wina dan bram yang sedang duduk di ruang membaca
" iya hati hati, reza jaga caca dengan baik " jawab wina
" pasti ma.. " jawab reza lalu tersenyum
" kalian hati hati, sukses untuk pemotretan nya ucap bram lalu tersenyum dan memeluk bianca
" Terima kasih pa.. " ucap bianca lalu mencium pipi bram kemudian pipi Wina kemudian berangkat menuju distro mereka
" disain terbaru kali ini pasti banyak di minati reza , khusus nya kalangan remaja " ucap bianca saat berada di dalam mobil
" pasti sayang.. " jawab reza melihat sekilas binaca lalu tersenyum tak lama reza melajukan mobil nya.
" reza apa kamu sudah mengeluarkan pegawai yang bernama kasih " ucap bianca
" sudah.. kemarin " jawab reza lalu tersenyum
" bagus.. aku tidak menyukai nya saat dia mencuri curi pandang pada mu, rasanya aku ingin melempar wajah nya dengan sepatu ku ini " ucap bianca sedikit kesal mengingat kasih yang selalu mencari kesempatan pada reza
" jangan berlebihan sayang.. " jawab reza lembut
__ADS_1
" aku akan beraksi lebih dari ini jika ada yang macam macam dengan suami ku, dan kamu jangan coba coba dekat dengan wanita lain " ancam bianca melihat reza, namun reza hanya tertawa
" tidak mungkin sayang, hanya kamu yang ada di sini eum " jawab reza meraih jemari bianca lalu meletakkan di dadanya lalu tersenyum.
" reza kamu manis sekali " jawab bianca manja.
🔸
" Damian.. hari ini aku mau ke catering cabang, dan mungkin aku sedikit terlambat untuk pulang " ucap putri pada Damian yang sedang menggunakan dasi
" iya sayang, kamu hati, baiknya dira tidak perlu kamu ajak, titipan saja sama mama " jawab damian lembut
" baiklah, jika bersama mama aku tenang " ucap putri lalu tersenyum
" maksud ku mama tiyas sayang, kemarin mama menelfon katanya mama sangat merindukan dira " jawab putra
" apa kamu ingin menambah anak eum.. " jawab damian mendekatkan wajahnya
" astaga damian.. putri mu baru tujuh bulan " jawab putri lalu tertawa
" nanti saja jika dira sudah empat atau lima tahun, aku juga ingin selalu berdua dengan mu damian. " ucap putri lalu memeluk damian lalau keduanya tersenyum
" ya sudah , ayo kita berangkat, kita antarkan dahulu dira bersama baby sister nya pada mama " ucap damian lalu melepaskan pelukan nya .
" ayo.. " jawab putri lalu mereka keluar kamar dan memanggil baby sister nya
" Wati.. semua sudah kamu persiapkan keperluan dira " ucap putri memanggil Wati sang baby sister di kamar dira
__ADS_1
" sudah nyonya "
" ayo berangkat, berikan dira pada ku " ucap putri lalu menggendong dira kemudian mereka menuju rumah tiyas dan damar
" Wati.. hari ini kamu dan dira ke rumah mama tiyas, aku sedikit terlambat untuk pulang, aku harus ke kota M, main meninju catering di sana " jelas putri saat berada di mobil
" baik nyonya, di tempat nyonya tiyas juga ada nona yasmin, baru pulang dari Singapore " jelas Wati yang sudah mengetahui kabar Yasmin pulang dari Singapore
" Yasmin..? dari mana kamu tahu jika Yasmin sudah pulang dari Singapore? "
" kemarin, nona Yasmin kemari tapi nyonya dan tuan belum pulang dan saya lupa memberitahu nyonya dan tuan " jelas Wati
" astaga anak itu tidak mengabari kita jika sudah pulang dari Singapore " ucap damian
" wati ,kemarin dia datang bersama siapa? " tanya Damian
" tuan farhan.. "
" ck.. baiknya mereka segera menikah, semenjak Yasmin mengenal farhan Yasmin lebih sering pulang daripada fokus kuliah nya " ucap Damian
" sudah.. biarkan mereka, toh Yasmin sebentar lagi selesai kuliah dan farhan juga masih kuliah, biarkan mereka menyusun masa depan mereka sendiri " jelas putri lalu tersenyum
" kamu dulu juga seperti itu bukan, sering menyusul ku ke London " jelas putri lalu tertawa.
" kamu bisa saja " jawab Damian lalu tertawa.
🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote like komen Terima kasih