CERITA CINTA

CERITA CINTA
118


__ADS_3

Bianca - reza malik




" ma.. pa.. aku dan reza berangkat, aku dan reza ada pemotretan baju terbaru " pamit bianca pada Wina dan bram yang sedang duduk di ruang membaca


" iya hati hati, reza jaga caca dengan baik " jawab wina


" pasti ma.. " jawab reza lalu tersenyum


" kalian hati hati, sukses untuk pemotretan nya ucap bram lalu tersenyum dan memeluk bianca


" Terima kasih pa.. " ucap bianca lalu mencium pipi bram kemudian pipi Wina kemudian berangkat menuju distro mereka


" disain terbaru kali ini pasti banyak di minati reza , khusus nya kalangan remaja " ucap bianca saat berada di dalam mobil


" pasti sayang.. " jawab reza melihat sekilas binaca lalu tersenyum tak lama reza melajukan mobil nya.


" reza apa kamu sudah mengeluarkan pegawai yang bernama kasih " ucap bianca


" sudah.. kemarin " jawab reza lalu tersenyum


" bagus.. aku tidak menyukai nya saat dia mencuri curi pandang pada mu, rasanya aku ingin melempar wajah nya dengan sepatu ku ini " ucap bianca sedikit kesal mengingat kasih yang selalu mencari kesempatan pada reza


" jangan berlebihan sayang.. " jawab reza lembut

__ADS_1


" aku akan beraksi lebih dari ini jika ada yang macam macam dengan suami ku, dan kamu jangan coba coba dekat dengan wanita lain " ancam bianca melihat reza, namun reza hanya tertawa


" tidak mungkin sayang, hanya kamu yang ada di sini eum " jawab reza meraih jemari bianca lalu meletakkan di dadanya lalu tersenyum.


" reza kamu manis sekali " jawab bianca manja.


🔸


" Damian.. hari ini aku mau ke catering cabang, dan mungkin aku sedikit terlambat untuk pulang " ucap putri pada Damian yang sedang menggunakan dasi


" iya sayang, kamu hati, baiknya dira tidak perlu kamu ajak, titipan saja sama mama " jawab damian lembut


" baiklah, jika bersama mama aku tenang " ucap putri lalu tersenyum


" maksud ku mama tiyas sayang, kemarin mama menelfon katanya mama sangat merindukan dira " jawab putra


" apa kamu ingin menambah anak eum.. " jawab damian mendekatkan wajahnya


" astaga damian.. putri mu baru tujuh bulan " jawab putri lalu tertawa


" nanti saja jika dira sudah empat atau lima tahun, aku juga ingin selalu berdua dengan mu damian. " ucap putri lalu memeluk damian lalau keduanya tersenyum


" ya sudah , ayo kita berangkat, kita antarkan dahulu dira bersama baby sister nya pada mama " ucap damian lalu melepaskan pelukan nya .


" ayo.. " jawab putri lalu mereka keluar kamar dan memanggil baby sister nya


" Wati.. semua sudah kamu persiapkan keperluan dira " ucap putri memanggil Wati sang baby sister di kamar dira

__ADS_1


" sudah nyonya "


" ayo berangkat, berikan dira pada ku " ucap putri lalu menggendong dira kemudian mereka menuju rumah tiyas dan damar


" Wati.. hari ini kamu dan dira ke rumah mama tiyas, aku sedikit terlambat untuk pulang, aku harus ke kota M, main meninju catering di sana " jelas putri saat berada di mobil


" baik nyonya, di tempat nyonya tiyas juga ada nona yasmin, baru pulang dari Singapore " jelas Wati yang sudah mengetahui kabar Yasmin pulang dari Singapore


" Yasmin..? dari mana kamu tahu jika Yasmin sudah pulang dari Singapore? "


" kemarin, nona Yasmin kemari tapi nyonya dan tuan belum pulang dan saya lupa memberitahu nyonya dan tuan " jelas Wati


" astaga anak itu tidak mengabari kita jika sudah pulang dari Singapore " ucap damian


" wati ,kemarin dia datang bersama siapa? " tanya Damian


" tuan farhan.. "


" ck.. baiknya mereka segera menikah, semenjak Yasmin mengenal farhan Yasmin lebih sering pulang daripada fokus kuliah nya " ucap Damian


" sudah.. biarkan mereka, toh Yasmin sebentar lagi selesai kuliah dan farhan juga masih kuliah, biarkan mereka menyusun masa depan mereka sendiri " jelas putri lalu tersenyum


" kamu dulu juga seperti itu bukan, sering menyusul ku ke London " jelas putri lalu tertawa.


" kamu bisa saja " jawab Damian lalu tertawa.


🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


vote like komen Terima kasih


__ADS_2