CERITA CINTA

CERITA CINTA
115


__ADS_3

" taraaaa.. soto banjar nya sudah jadi " ucap dea saat selesai memasak


" bayu bagaimana rasanya, aku takut mama tidak menyukai nya " bisik dea pada bayu yang berada di dekat nya


" eemmm enak lezat " ucap bayu saat mencicil masakan dea


" eum.. aroma sudah membuat mama lapar, calon menantu mama yang satu ini memang pintar " puji Wina saat menghampiri dea dan bayu di dapur


" tentu dong ma, pintar meracik obat dan juga bumbu dapur, bayu hebat ya kan ma memilih calon istri, asyik " seloroh bayu lalu tertawa dea pun tersipu malu dan mencubit perut bayu


" ya.. ya.. ya.. mama akui anak mama ini pintar memilih calon istri " ucap Wina sambil mengusap pipi dea lalu tersenyum.


"ya sudah bawa kuahnya ke meja makan, mie, telur dan yang lain nya sudah mama racik di mangkuk masing-masing, bayu ayo angkat." perintah wina lalu mereka menuju ruang makan


" ayo semua makan " ucap wina pada semua anak dan menantu nya


" banyu sudah kamu panggil kak syasa "


" kak syasa sedang tidur ma, biarkan kak syasa tidur, selama ini kak syasa kurang tidur " jawab banyu lalu duduk di samping nita


" baiklah, Utari ambilkan bagian kakak mu, nanti jika dia sudah bangun berikan pada nya " ucap wina pada Utari


" iya ma.. " jawab Utari lalu menyisihkan bagian syasa


" mas ini untuk mu, calon menantu mu yang memasak " ucap wina yang memberikan semangkuk soto pada bram, lalu bram pun tersenyum dan melihat sekilas dea, dea pun tersipu malu dan sedikit menyembunyikan wajah nya di pundak bayu bram pun hanya tersenyum

__ADS_1


" eum.. rasa nya enak pas lidah " Ucap abi saat sudah memakan sotonya


" Terima kasih Kak " jawab dea malu


" ma.. pa.. aku ada ide, restoran abi belum ada menu makanan daerah asal mama " ucap abi


" abi abi apa yang kamu makan, pasti kamu buat bisnis " ucap putri di iringi tawa semua nya.


" karena aku mau seperti papa, menjadi raja bisnis, tapi bisnis Kuliner " ucap abi lalu tertawa


" lakukan apa yang kamu mau, karena itu semua kamu yang menikmati saat tua nanti " ucap Bram menasehati lalu tersenyum dan melanjutkan makan nya


" mama minta doa restu " ucap abi lalu tersenyum


" pasti, tanpa meminta pun selagi di jalan yang benar mama selalu mendoakan kalian semua " jawab Wina lalu tersenyum, lalu mereka semua pun melanjutkan makan siang nya.


" semoga keluarga ini selalu damai " ucap Wina dalam hati. setelah selesai makan siang mereka pun berkumpul di ruang keluarga bercanda dan tertawa melihat tingkah polah arya dan dira serta krisna tiba-tiba syasa pun turun dan langsung menuju ruang makan.wina yang melihat pun menyusul nya ke ruang makan


" ma.. syasa rindu rumah jalan permai, syasa rindu masa kecil syasa " ucap syasa saat Wina duduk di samping nya


" masa kecil yang menyenangkan, tanpa beban hidup, syasa ingat saat mama pulang kerja menjadi OG di kantor papa mama selalu mengajak syasa naik motor dari rumah tante mita ke rumah kita ma, dan itu menyenangkan " ucap syasa yang menahan air matanya dan tersenyum tipis, Wina hanya mendengarkan saja dan mengusap rambut syasa


" syasa juga rindu papa alfin " ucap syasa yang sudah meneteskan air matanya


" datanglah ke makam papa mu " jawab Wina sambil menerawang masa lalu sebelum mengenal Bram sanjaya.

__ADS_1


" papa mu alfin sangat menyayangi mu " ucap Wina lagi


" ma.. apa mama masih mencintai papa alfin? " tanya syasa tiba tiba


" jujur yah.. tapi papa mu alfin mempunyai ruang tersendiri di hati mama, papa mu alfin adalah cinta pertama mama, dan papa mu bram tidak mempermasalahkan itu karena mas alfin adalah bagian perjalanan hidup mama" jelas Wina memandang Bram dari ruang makan


" cinta pertama ma.. ? "


" ya.. sayang.. jika papa mu masih hidup mungkin mama tidak akan pernah menjadi bagian keluarga sanjaya "


" itu sudah pasti tidak mungkin ma " jawab syasa tertawa kecil " dan aku tidak mungkin mempunyai adik konyol seperti mereka " ucap syasa lagi dan sedikit tersenyum dan melihat adik adik nya.


" kamu bisa saja " ucap Wina dan tersenyum


" sudah makan lah, ini soto buatan dea " ucap Wina menyuruh syasa makan


" iya ma, "


" kuah nya masih di panci panaskan saja " ucap Wina menunjuk panci di atas kompor, syasa pun hanya mengangguk. lalu menuju dapur dan memanaskan kuah sotonya


" cinta pertama? " ucap syasa dalam hati lalu membayangkan bryan.


" astaga apa yang aku pikirkan " gumam syasa lalu membuang jauh jauh bayangan bryan


🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2