CERITA CINTA

CERITA CINTA
49


__ADS_3

🔸catering putri


" Damian seperti nya akhir akhir ini kamu sibuk di kantor " ucap putri dan sedikit merapikan dasi Damian


" ya begitu lah sayang, kembaran mu itu memberikan ku banyak pekerjaan, dan yang terpenting aku tidak pulang larut malam eum.. " ucap Damian yang langsung mengecup kening putri


" hari ini jadwal aku memeriksakan kandungan, apa kamu bisa menemani? "


" bisa, akan aku usahakan, kamu buatlah janji dengan dokter, nanti aku menyusul ke rumah sakit " ucap Damian


" baiklah.. " ucap putri dan tersenyum dan memeluk Damian, " sudah.. aku berangkat ke kantor dan kamu jangan terlalu lelah eum.. " ucap Damian lagi dan memeluk putri


"aku tidak selelah itu sayang di sini ada asisten ku dan pegawai ku, aku hanya mengawasi mereka " ucap putri lembut


" dan aku hanya ingin selalu di dekat mu " ucap putri lagi yang tak mau melepaskan pelukan nya


" iya aku tau, tapi jika kamu memeluk ku terus , bagaimana aku bisa bekerja dan aku bukan bos seperti kakak dan adik mu " ucap Damian di iringi tawa


" ya sudah.. berangkatlah.. nanti aku kabari jika sudah di ke rumah sakit " ucap putri lalu melepaskan pelukan nya ,


" ok. aku berangkat eum.. " ucap dian lalu melangkah keluar


"Damian kamu melupakan sesuatu " ucap putri saat Damian hendak membuka pintu ruangan nya


" astaga.. " ucap Damian lalu membalikkan badan nya dan menghampiri putri kemudian mencium kening dan bibir nya,


" sudah, aku selalu bergairah jika di dekat mu" ucap Damian gemas pada putri, putri pun hanya tertawa, dan Damian pun langsung berangkat ke kantor dari catering putri.

__ADS_1


🔸rumah sanjaya


" ma.. kakak kakak sudah berangkat " tanya Bianca pada Wina yang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk Bram


" sudah.. , kakak mu Utari tidak berangkat ke toko kue hari ini, sedang mengajari lisa membuat kue di dapur belakang " jelas Wina yang sudah membawa hasil masakan di meja makan


" mama.. ada asisten rumah tangga kenapa selalu memasak sendiri " tanya bianca yang ikut duduk di kursi meja makan


" untuk urusan perut papa kamu, mama tidak akan mengandalkan asisten rumah tangga sayang , dan papa mu lebih senang masakan mama " jelas Wina yang sudah mengambilkan nasi dan lauk untuk Bram


" masakan mama kamu itu the best " ucap Bram yang langsung memakan sarapan nya


" pantas papa terlihat gendut, lihat saja perutnya " ucap Bianca yang mencubit perut Bram ,


" sedikit " ucap Bram santai dan ikut tertawa


" ma.. pa.. aku berangkat, seperti nya reza sudah sampai, aku ada kuliah jam 9, dan seperti biasa weekend besok ada pemotretan di luar kota , jadi selama dua hari aku tidak pulang.


" pagi reza.. " sapa Bianca pada reza yang berdiri bersandar di mobil saat sudah sampai teras rumah


" pagi nona.. " sapa balik reza dan tersenyum


" ayo kita berangkat, dan ini koper ku, ", ucap Bianca dan memberikan koper nya pada reza, reza langsung membawa koper Bianca dan menaruh di bagasi mobil, lalu membukakan pintu mobil bagian belakang


" silakan nona " ucap reza mempersilahkan Bianca untuk masuk kedalam mobil


" Terima kasih reza " jawab Bianca sembari tersenyum. lalu reza menutup pintu dan ia pun langsung masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya.

__ADS_1


" reza apa kamu sudah membawa baju ganti untuk ke luar kota nanti siang " tanya Bianca saat mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kampus


" sudah nona " jawab reza singkat dan tersenyum dan melihat Bianca dari kaca kecil di depan nya


" aku keluar kampus jam 11, setelah nya kita langsung berangkat dari kampus" jelas Bianca


" baik nona, " jawab reza di sela ia fokus menyetir.


tak lama mobil yang di kendari reza pun sampai di kampus, Bianca pun turun lalu menuju fakultas nya, sedangkan reza memilih untuk membeli bekal perjalanan seperti minuman dan makanan ringan di supermarket untuk Bianca, yang memang Bianca sukai dari kecil, reza hafal betul kesukaan dan kebiasaan Bianca saat perjalanan yang cukup jauh,


" ok.. cukup, yang terpenting buah kesukaan nona Bianca selalu tersedia, eum.. sebenarnya aku ini bodyguard atau.. ah sudahlah, yang terpenting semua nya sudah siap " ucap reza saat meletakkan belanjaan nya di mobil.


" sebelum nona bianca keluar dari kampus baik nya aku mengecek Distro baju ku terlebih dahulu. " ucap reza yang langsung menutup pintu mobil bagian belakang dan langsung menuju distro miliki nya yang tak jauh dari kampus bianca.


" ya, reza diam diam membuka distro baju, sudah 3 tahun belakangan ini ia menggeluti usaha distro milik nya, ia berfikir tak selamanya ia akan menjadi seorang bodyguard, dan pelatih di tempat sekolah bela diri milik keluarga sanjaya, semua ia lakukan demi masa depan nya kelak bersama istrinya , dan entah siapa istri nya kelak. tak begitu lama ia mengecek distro milik nya, ia hanya berpesan pada 2 karyawan nya jika dia hari ini tidak akan datang ke distro karena akan pergi ke luar kota. setelah jam menunjukkan 11 kurang ia pun kembali ke kampus menjemput bianca.


" reza kamu dari mana saja, aku mencari cari mu kemana mana? " ucap Bianca saat sudah berada di mobil di sebelah kemudi


" maaf nona saya membeli air minum dan makanan ringan untuk anda " jawab reza santai di iringi senyum


" aku kira kamu meninggalkan ku " jawab Bianca sembari menepuk lengan reza, reza hanya tertertawa


" mana mungkin nona, bisa bisa saya di bunuh tuan Bram " ucap reza yang masih tertawa dan langsung melanjukan mobil nya


" mana air minum.. " tanya Bianca sembari mengikat rambut panjang nya dan ia mengikat asal asalan dan terkesan berantakan dan terlihat leher putih nya dan di hiasi sisa rambut panjang nya yang sebagian tidak terikat dan itu membuat Bianca semakin cantik di mata siapa saja yang melihat nya. tidak terkecuali reza, namun reza sebisa mungkin menutupi sikap terpesona nya terhadap Bianca.


" ada di belakang nona, saya kira nona duduk di belakang " ucap reza yang sedikit melirik Bianca yang berusaha mengambil minuman di jok belakang,

__ADS_1


" reza, tangan ku tidak sampai mengambil nya, ' ucap Bianca yang masih berusaha meraih botol air minum, dan terpaksa reza menepikan mobil nya.


" sebentar saya ambilkan " ucap reza setelah menepikan mobil nya lalu berusaha mengambil botol air minum untuk bianca , dan setelah dapat saat hendak memberikan nya pada Bianca tatapan mereka saling bertemu dan jarak wajah mereka sangat amat dekat dan tatapan mereka berlangsung sedikit lama hingga bunyi suara klakson mobil yang berlalu lalang menyadarkan tatapan mereka , seketika mereka berdua menjadi salah tingkah, reza pun dengan segera menarik tubuh nya dan memposisikan tubuhnya untuk mengemudi kembali, sedangkan Bianca juga langsung menghadap ke depan sembari membuka tutup botol air minum nya, lalu reza pun melajukan mobil nya, dan mereka berdua menormalkan sikap dan detak jantung mereka masing-masing, .


__ADS_2