CERITA CINTA

CERITA CINTA
119


__ADS_3

beberapa bulan kemudian, kini kehamilan Bianca sudah sembilan bulan, lisa memasuki 6 bulan dan utari 4 bulan dan kini mereka bertiga sedang duduk di taman, abi reza yang selalu siaga dan selalu ada untuk istri mereka, abi tertawa dari kejauhan melihat adik, ipar dan istrinya duduk sejajar dengan perut mereka masing-masing


" abi, apa yang kamu tertawakan " tanya reza yang sedang mengupas buah mangga,


" lihat mereka, duduk sesuai besar nya perut mereka " ucap abi yang menggendong arya


" aku kira apa, sudah jangan menertawakan mereka, mereka sudah sangat lelah membawa bawa bayi " jawab reza


" reza.. !! " teriak bianca


" abi tolong.. !! " teriak Utari


"mama " teriak lisa


" seperti mereka memanggil kita


" reza..!! aduh.. kak perut ku sakit , ini apa yang keluar " tanya Bianca pada utari


" astaga, kamu melahirkan ca.. kak reza.. !! " panggil utari


" ada apa, " tanya reza


" kak, ketuban caca sudah pecah " jawab lisa


" astaga, " ucap reza lalu dengan sigap membopong bianca dan membawa nya ke mobil,


" kalian berdua di rumah, ibu hamil tidak boleh ikut mengantar orang melahirkan " ucap wina tiba-tiba yang sudah paham situasi jika bianca sudah ingin melahirkan,


" sayang ayo " ucap bram lalu melangkah bersama wina dan ikut satu mobil bersama bianca dan reza,


" utari sayang, aku ikut menemani caca dan reza, jaga Arya dengan baik eum.. " ucap abi lalu memberikan Arya pada utari


" iya.. hati hati " jawab Utari lalu abi menggunakan motor untuk menyusul reza dan bianca menuju rumah sakit


" reza... sakit.. " ucap bianca dan menggenggam erat tangan reza

__ADS_1


" iya sayang.. sabar sebentar lagi sampai ke rumah sakit " ucap reza lalu mencium kening bianca


" sabar sayang.. " ucap wina yang cemas melihat putrinya merasa kesakitan. sedangkan bram sibuk menghubungi rumah sakit agar mempersiapkan semua nya


" ma.. caca minta maaf, selama ini caca tidak menuruti kata mama, ternyata melahirkan sesakit ini ma, maafin caca ma.. " ucap bianca lalu mencium tangan wina


" iya sayang, mama selalu memaafkan kesalahan anak anak mama kalian tidak mempunyai salah, kamu pasti bisa, ada suami mu yang selalu di samping mu, pasti bisa tahan sakit sayang " jawab wina yang juga cemas melihat wajah bianca yang menahan sakit


" ayo pak cepat " ucap reza pada sopir nya


" baik tuan , sebentar lagi sampai " jawab sang sopir


" sedikit lagi sayang " ucap bram yang juga ikut cemas melihat putri kesayangan nya itu menahan sakit. tak begitu lama mobil yang mereka tumpangi sampai di rumah sakit, dan tenaga medis sudah siap menyambut mereka , kemudian secepatnya bianca di bawa ke ruang bersalin di temani reza dan wina sedangkan bram menunggu di luar, tiga suster yang menangani bianca pun sibuk dengan tugas nya dan reza dengan setia mendampingi


" kamu pasti bisa sayang " ucap reza yang berada di atas kepala bianca dan terus menggenggam jemari bianca sesekali mencium kening nya


" maaf mas, anda suami nya " tanya suster pada reza karena suster tersebut merasa reza terlalu tua untuk menjadi suami bianca


" iya sus saya suami nya " jawab reza yang heran dan mengerutkan dahinya


" suster tolong cepat tangani anak saya, dan cepat panggil dokter rama, masalah administrasi bisa menyusul " ucap wina sedikit emosi


" maaf nyonya kami hanya menjalankan prosedur " jawab sang Suster


" saya yang mempunyai rumah sakit ini, jangan membantah, cepat panggil kan dokter rama " jawab wina yang sudah emosi karena melihat bianca sudah kesakitan


" ba.. baik nyonya " jawab suster takut lalu bergegas memanggil dokter rama


" mama.., rasanya aku ingin mengejan ma..!!reza....!! " ucap bianca meremas jemari reza lalu mengejan, beruntung dokter rama sudah tiba dan langsung menangani bianca


" mengejan sekali nona, sedikit lagi " ucap dokter rama, lalu bianca mengejan sedangkan reza sudah berkeringat melihat bianca kesakitan dan hampir pingsan


" reza kamu jangan pingsan " ucap wina menepuk bahu reza


" reza tidak sanggup ma, melihat caca kesakitan " ucap reza yang sudah terlihat ingin pingsan namun ia berusaha menjaga kesadaran nya dan terus menggenggam jemari bianca

__ADS_1


" ini kamu minum dulu " ucap wina memberikan minum pada reza, lalu reza pun minum.


" reza.. !!! teriak bianca dan akhirnya bayi reza dan bianca pun lahir terdengar suara tangis bayi menggema di ruang bersalin, wina dan bianca pun tersenyum begitu juga reza, tiba tiba " bruukkkk " reza terjatuh tidak sadarkan diri.


astaga.. reza " panggil wina, dokter rama pun tertawa


" reza.. kenapa kamu pingsan sayang.. " ucap Bianca sedikit tertawa


" seperti nya menantu menantu nyonya sangat menyayangi anak anak perempuan anda nyonya, waktu itu tuan Damian yang pingsan, sekarang tuan reza " ucap dokter rama yang sudah menggendong bayi bianca yang sudah di bedong, lalu memberikannya pada wina lalu dokter rama menyadarkan reza.sedangkan bianca di tangani suster. tak lama reza pun sadar kemudian wina memberikan bayinya pada reza, lalu reza Mengadzani nya


" selamat tuan reza bayi anda laki-laki " ucap dokter rama


" iya dok terima kasih " jawab reza lalu tersenyum kemudian dokter rama keluar ruangan bersalin


" rama bagaimana adik ku " tanya abi saat rama dokter rama keluar


" nona caca baik baik saja, dan selamat cucu anda laki-laki tuan " ucap dokter rama pada bram


" laki laki " jawab bram bahagia


" iya tuan, kalau begitu saya permisi " ucap dokter rama lalu bram mengangguk kemudian dokter rama menuju ruangan nya malu bram dan abi masuk ke ruang bersalin


" astaga, reza kamu kenapa " tanya abi saat mendapati reza duduk di kursi dengan wajah pucat, sedangkan bayinya sudah dalam gendongan wina


" pingsan.. " jawab wina lalu tertawa


" astaga.. " ucap abi lalu tertawa


" badan kamu besar reza, kamu pingsan " ucap abi lagi lalu tertawa dan menghampiri reza yang masih duduk di kursi


" brisik kamu bi.. " jawab reza sedikit kesal dan menahan malu, bram pun tertawa lalu menggendong sang cucu selang beberapa menit bianca di pindahan di ruang perawatan.


🔹🔹🔹🔹🔹


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2