
" sayang.. " ucap abi memanggil Utari,
" em.. " jawab Utari singkat yang baru saja keluar dari kamar mandi dan menganti bajunya dengan kaos tanpa lengan dan celana pendek dan rambut terurai
" seksi.. " gumam abi " semakin hari semakin berisi, mengemaskan " Gumam abi lagi dan langsung mendekat ke arah Utari dan langsung mencium nya
" eumm abi.. aku tidak bisa bernafas " ucap Utari saat ciuman abi terlepas
" kamu terlalu seksi sayang " ucap abi sembari mengusap pipi Utari, Utari yang memandang abi langsung mencium bibir abi tanpa permisi
" ayo.. aku menginginkannya " ucap Utari tiba tiba, abi yang mendapat angin segar pun langsung membuka kaos nya dan terjadilah.
🔸
" mama.. " panggil juna pada Wina yang sedang asyik makan bakso bersama Bram dan kakak kakak nya
" astaga kamu dari mana basah kuyup ?" tanya Wina
" dari rumah Rama ma, " jawab juna santai
" sudah sana mandi setelah itu makan bakso " perintah Wina
" asyik.. " jawab juna kegirangan dan langsung masuk ke kamar
"ma, putra mau ke kamar " ucap putra dingin lalu menarik lisa, lisa hanya menurut saja karena mereka memang sedang bermasalah
" ma.. pa..lisa ikut putra " ucap lisa sembari berjalan mengikuti langkah putra, menuju lantai atas
dan sampai lantai atas saat melewati kamar abi terdengar suara abi dan Utari di sela permainan nya .
" pelan abi.. " ucap Utari
" ini sudah pelan sayang " jawab abi sampai terdengar di balik pintu
" astaga..., suara mereka berdua.. ck.." ucap putra dalam hati dan melihat lisa dan tetap berjalan
__ADS_1
" putra.. aku mau tinggal di sini saja.. " ucap lisa saat sudah sampai di kamar
" jangan mulai lagi lisa.. " ucap putra dingin
" aku di rumah permata kesepian putra , tidak ada siapa siapa selain asisten rumah tangga, sedangkan kamu akhir akhir ini pulang larut malam terkadang jam 2 pagi kamu baru pulang, kamu pikir aku tidak kesepian setelah pulang mengajar " ucap lisa sedikit emosi
" cukup lisa..! kita akan tetap di rumah kita sendiri! " jawab putra sedikit emosi
" kamu egois putra... " jawab lisa tak kalah emosi, dan meneteskan air mata lalu duduk di tempat tidur
" maaf.. aku hanya ingin menata rumah tangga kita berdua sayang " ucap putra lembut dan menahan emosi nya. dan memeluk lisa.
" tapi aku kesepian putra, aku kesepian, dahulu aku kesepian tanpa orang tua , dan kini aku menikah dengan mu berharap tidak kesepian tapi ternyata tetap sama saja" ucap lisa lirih
" baiklah, kita akan tinggal di sini untuk sementara waktu, sampai pekerjaan ku tidak terlalu padat " ucap putra lembut dan langsung memeluk lisa.
🔸
tak terasa sore menjelang namun hujan tak kunjung reda, Utari dan abi pun turun dengan rambut mereka yang basah, mereka turun karena rasa lapar,
" semua masih tidur sayang apa lagi putri tidur sama suami brondong nya, pasti sampai magrib,"
" hah.. suami brondong, memang nya kak putri kalau tidur bawa brondong, brondong jagung ? " tanya Utari polos, seketika abi tertawa sampai memegang perutnya
" abi kenapa tertawa.. ? " ucap Utari sedikit kesal karena ucapan di tertawakan
" bukan Utari, jadi usia Damian itu lebih muda dari putri, jadi orang menyebutnya putri suka brondong, begitu sayang.. " ucap abi menjelaskan namun masih sedikit tertawa.
" oh.. aku pikir kak putri kalau mau tidur bawa brondong jagung, ternyata brondong nya kak Damian, " ucap lirih putri
" sudah ayo makan, dari siang kita belum makan nasi, "
" eum.. tapi aku mau makan pakai telur mata sapi saja, sama kecap seperti enak "
"em.. baik lah aku buatkan untuk mu " ucap abi lalu tersenyum
__ADS_1
" baiklah tapi aku akan menemani mu di dapur "
" ayo.. " ajak abi, lalu mereka bergegas menuju dapur.
abi dan Utari pun asyik memasak berdua, saling bercanda, dan tertawa hingga Wina keluar dari kamar,
" astaga.. kalian berdua , mama pikir apa.. ? " ucap Wina saat melihat abi dan Utari di dapur
" mama.. ! " ucap Utari gugup karena Utari sedang memeluk abi dari belakang
" mama pikir kita rampok " jawab abi santai sembari membawa telur mata sapi permintaan Utari
" mama.. " ucap Utari salah tingkah dan menyunggingkan senyuman nya ke arah Wina lalu mengikuti langkah abi begitu juga Wina langsung keluar dari dapur dan mengikuti langkah Utari
" mama tidak biasanya mandi jam segini " tanya abi saat melihat wina masih mengunakan handuk di rambutnya dan berjalan di melewati ruang makan
" kamu seperti tidak tau papa mu saja, " ucap Wina santai dan berdiri didekat meja makan
" mama sama papa sama saja, " ucap abi di iringi tawa " tua tua makin menjadi, " ucap nya sekali lagi
" sudah jangan membahasnya, kamu juga sudah paham bukan, dan kenapa Utari hanya makan pakai telur dan kecap saja " ucap Wina heran
" em.. Utari lagi mau seperti ini ma, " ucap Utari yang sedang makan
" ya sudah.. lanjutkan papa mu seperti nya memanggil " ucap Wina sembari berjalan ke kamar karena bram memanggilnya
" jangan di lanjut ma, ingat umur " canda abi dan tertawa
" abi.. !! " teriak Wina sembari masih tetap berjalan menuju kamar, sedangkan abi hanya tertawa
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like, komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1