
" abi kamu sudah bangun " ucap Utari baru saja keluar dari kamar mandi,
" yah.. " jawab abi singkat dan tersenyum
" tidak biasanya kamu pulang jam segini " tanya Utari, sembari mengikat rambut nya
" iya aku merindukan mu..? " jawab abi sembari bangun dari tidur nya
" kamu selalu mengoda ku abi " ucap Utari lalu menghampiri abi dan duduk di dekat abi, abi pun bangun dan duduk lalu membuka kerjanya
" abi.. apa yang kamu lakukan,? " tanya Utari sedikit gugup
" sudah berfikir jangan mesum, tolong ambilkan aku kaos dan celana pendek " ucap abi sembari tersenyum melihat ekpresi wajah Utari yang gugup sembari mengambilkan baju nya
" aku kira kamu menginginkan nya " ucap Utari sedikit malu
" tidak mungkin sayang.. sedangkan dirimu datang bulan? " ucap abi memastikan
" dari mana kamu tahu, aku sedang datang bulan? " tanya Utari dan memberikan baju untuk abi
" aku hanya mengingat nya saat ku datang bulan waktu kamu tidak sadarkan diri waktu terakhir magang " jelas abi sembari mengenakan kaos
" ayo makaan siang sudah jam 2, " ucap abi sembari berdiri,dan mereka berdua keluar dari kamar menuju kebawah
" Hai juna.. baru pulang sekolah " sapa abi pada juna yang sedang makan siang di ruang makan
" iya kak.. "
" habiskan makan mu " ucap abi
" juna, mama sama papa mana? " tanya Utari sembari duduk di sebelah abi
" papa ke kantor, tadi aku mendengar waktu papa menelfon ada masalah, dan kak putra belum mendapatkan jalan keluarnya "
" masalah apa? " ucap abi dalam hati
" abi.. ini.. " ucap Utari memberikan piring berisi nasi dan lauk nya
" Terima kasih sayang " ucap abi lalu tersenyum ke arah Utari, Utari hanya membalas dengan senyuman lalu ia pun mengambil makanannya
" kak juna sudah selesai, , juna mau mengerjakan PR " ucap juna dan langsung meninggalkan meja makan, abi dan Utari hanya tersenyum
" aduh.. eum.. " erang Utari merasakan sakit di perut nya karena nyeri datang bulan. abi yang melihat pun terkejut
" sayang.. kenapa? " tanya abi panik
" perut ku.. sakit abi.. " keluh Utari yang sudah berkeringat menahan rasa sakit,
" mama.. ma..! " teriak abi memanggil Wina sembari membopong Utari dan di baringkan di sofa keluarga
__ADS_1
" ada apa abi..! astaga, Utari kenapa " ucap Wina terkejut melihat Utari kesakitan di bagian perutnya
" Utari sedang datang bulan ma, "ucap abi panik
" ambil botol kaca isi air hangat, bawa kemari" perintah Wina pada abi
" iya ma.. " jawab abi dan langsung bergegas mengambil botol berisi air hangat
" ma.. sakit ma.. " erang Utari dan memegang perut nya,
" kamu sering seperti ini "? tanya Wina khawatir
" iya ma.. "
" sudah periksa ke dokter "
" sudah ma tapi kata dokter tidak apa apa? " ucap Utari
" ini ma.. " ucap abi sembari memberikan botol berisi kan air hangat
" luruskan kaki mu sayang " perintah Wina pada utari lalu menempel kan botol tersebut di perut Utari
" abi. pegang botol nya, mama akan membuatkan sesuatu untuk Utari " ucap Wina lalu bergegas kedapur dan membiarkan minuman jahe dan kunyit untuk Utari
" kamu membuat ku panik sayang " ucap abi sembari memegang botol nya dengan satu tangan nya dan mengulir gulirkan nya sedangkan tangan satunya lagi di genggam Utari
" maaf abi.. tapi ini sakit sekali" ucap Utari yang meringis kesakitan dan meremas tangan abi yang sedari tadi Utari genggam
" Terima kasih ma.. , biasanya Utari minum obat nyeri, " ucapnya sembari duduk di sofa
" jangan sering minum obat, tidak baik, " jelas Wina yang sudah duduk di sebelah Utari.
"minum lah.. " perintah Wina yang sudah menyodorkan minuman ke mulut Utari
" ma.. kata juna papa ke kantor, apa benar ada masalah dan putra belum mendapat jalan keluar nya "
" iya.. entahlah putra sulit mendapat seseorang yang bisa mendisain kemasan prodak terbaru dari perusahaan doni "
" bukan kah pak Sigit yang biasa menangani nya " ucap abi, sembari mengusap pinggang Utari, Utari hanya mendengar kan saja
" pak Sigit terkena musibah, kemarin kecelakaan dan masih kritis di rumah sakit, sedangkan prodak yang di produksi harus tepat waktu sesuai perjanjian " jelas Wina.
" mas... sudah pulang " ucap Wina yang melihat Bram datang,
" iya sayang.. " jawab Bram sembari membuka jas nya. dan meletakkan beberapa contoh gambar disain kemasan prodak terbaru nya di meja, Utari yang melihat pun hanya melihat sekilas
" sebentar aku ambilkan minum " ucap Wina yang mengambilkan minum Bram
" kakak.. " panggil juna tiba-tiba dan menghampiri Utari
__ADS_1
" ada apa juna? " tanya Utari
" aku tidak bisa mengerjakan ini, kakak bisa membantu ku " pintar juna
" duduk lah disini " ucap Utari yang duduk di bawah dan menghadap meja
" apa yang bisa kakak bantu? " tanya Utari
" ini kak soal matematika " ucap juna, Utari pun membaca soal matematika juna
" baik kakak tidak akan membantu yang ini, tapi kakak akan memberikan contoh saja, dan kamu harus menyimak nya "
abi, Bram dan Wina yang baru bergabung hanya melihat Utari dan juna sedang belajar, Bram, Wina dan abi hanya tersenyum dan saling pandang melihat Utari mengajari juna ,
" bagaimana.. sudah paham , kalau sudah paham coba kamu kerjakan, kakak pinjam pensil mu " ucap Utari, juna pun langsung mengerjakan soal matematika nya sedangkan Utari tanpa sadar mengambil kertas kosong yang ada di bawah meja, yang biasa wina gunakan untuk meninggalkan pesan untuk para pembantu nya,
Utari tanpa sadar melirik gambar yang di bawa Bram dan mulai menggambar dengan serius, awal Bram santai melihat nya begitu juga dengan Wina, sedangkan abi ikut serius melihat utari menggambar, karena abi penasaran dengan cara Utari menggambar. Utari menggambar salah satu disain kemasan yang di bawa Bram, gambar yang di bawa Bram belum sepenuhnya sempurna, Utari dengan lihai nya memodifikasi disain gambar tersebut dengan sangat menarik walau pun belum sempurna .
" kak.. sudah, apa ini sudah benar " tanya juna tiba tiba
" eum.. " ucap Utari sambil melihat pekerjaan juna
" bagus, benar, sekarang sudah tau caranya, kalau sudah tau, berbagi dengan teman mu, tapi berbagi caranya bukan jawaban nya ok.. " ucap Utari menasehati juna
" ok.. Terima kasih.. kakak memang bisa di andalkan " ucap juna lalu pergi menuju kamarnya, lalu tanpa sadar Utari melanjutkan gambarnya tanpa memperdulikan Bram, memperhatikan nya begitu juga dengan abi serta Wina
" sayang.. " panggil abi pada Utari karena di rasa abi Utari sudah hampir satu jam menggambar
" sebentar abi.. ini aku harus menebal kan tepinya biar hasilnya bagus " ucap Utari tanpa sadar.
" ok.. selesai, kasih nama inisial, U. P. B. Utari putri barend. " ucap nya seperti anak kecil dan tersenyum melihat karyanya
" abi lihat.. " menyodorkan hasil gambar nya lalu ia tersadar apa yang ia lakukan.
" astaga.. eum.. " menarik kertas nya dan menyembunyikan nya
" Utari.. coba papa lihat " ucap Bram meminta gambar Utari
" eum.. jangan pa , gambar Utari jelek, maaf Utari tidak sengaja menggambar seperti gambar yang Papa bawa " ucap Utari takut
" papa hanya ingin melihat nya " ucap Bram lembut lalu utari memberikan gambarnya pada Bram dengan sedikit takut,
" ok .. bagus, papa akan membawa nya ke kantor besok " ucap Bram tiba tiba, Utari hanya terdiam dan mencerna kata kata papa mertua nya, Bram pun langsung meninggalkan ruang keluarga dan menuju kamarnya serta membawa gambar Utari dan gambar yang ia bawa dari kantor.
" abi gambar ku.. " ucap Utari yang masih melihat punggung Bram sampai hilang di balik pintu,
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕