CERITA CINTA

CERITA CINTA
116


__ADS_3

" ma putra, putri mana ma? " tanya abi


" putri sudah pulang, putra sedang ke rumah nya, ada apa? jawab wina


" tidak.. tidak ada apa apa, itu si kembar dan pacar pacar nya? "


" sudah kembali ke Jakarta, syasa dan anaknya ke rumah jalan permai " jelas wina yang sedang duduk di ruang keluarga bersama bram


" oh.. rumah jadi sepi ma " ucap abi yang langsung berbaring di pangkuan wina


" utari dan arya mana? " tanya Wina


" masih tidur siang "


" abi bagaimana restoran mu di kota M sudah kamu buka " tanya bram


" belum pa masih ada beberapa yang harus di persiapkan " jelas abi yang menyandarkan kepalanya di pundak Wina


" cukup reza, aku aku tidak menyukai nya " ucap bianca tiba tiba keluar dari kamar di ikuti reza, bram, Wina serta abi saling memandang melihat bianca dan reza sedang bertengkar


" sayang kamu salah paham " jawab reza yang meraih lengan bianca


" reza aku istri mu ! ,aku tahu dia menyukaimu , apa kamu tidak melihat dia sering mencuri curi pandang dirimu dan mencari cari perhatian dari mu hah! pecat dia atau aku yang memecat nya " ucap bianca emosi sambil memegang perutnya dan menatap tajam reza, reza hanya diam dan mendengarkan bianca

__ADS_1


" aku tidak menyukai nya, benar benar tidak menyukai nya !! " ucap bianca yang emosi nya sudah memuncak


" cup " seketika reza mencium bibir bianca agar diam, bram dan Wina hanya mengusap pelipisnya melihat reza mencium bianca dan pura pura tidak melihat sedangkan abi terperangah melihat bianca dan reza


" ma..ini tak kalah seru dengan drama dari negeri ginseng yang sering Utari tonton " ucap abi lirih namun Wina mencubit lengan abi lalu menutupi wajah abi dengan telapak tangan nya, dan reza cukup lama mencium bianca karena bianca juga membalas nya


"cukup.. aku akan menuruti mu " ucap reza lalu membopong bianca dan membawanya ke kamar, bram dan wina serta abi pun hanya bisa menggelengkan kepala nya dan tersenyum geli


" sekarang lanjut ke ranjang " ucap abi lalu di iringi tawa bram dan wina lalu abi langsung meninggalkan Bram dan wina menuju dapur


" anak muda jaman sekarang " ucap bram menggelengkan kepala nya dan tertawa ke arah wina


"seperti mas waktu muda " jawab wina lalu tertawa, sementara itu di kamar bianca, reza dan bianca masih bercumbu dan semakin memanas.


" jangan marah seperti lagi , kamu sedang hamil sayang .. jaga emosi mu .. " ucap reza saat melepas ciumannya dan memandang lekat sorot mata bianca, sorot mata yang takut kehilangan dirinya , mata yang penuh cinta untuk reza. reza pun mencium bianca kembali dan berakhir di tempat tidur. sementara itu Utari yang baru saja bangun dari tidur Siang nya bersama arya langsung menyusul abi turun ke lantai bawah


" ada di dapur.. " jawab Wina lembut lalu mengambil arya dari gendongan utari lalu utari menyusul abi, diam diam utari mengendap endap menyusul abi lalu memeluk nya dari belakang


" abi... "


"astaga sayang.. kamu membuat ku terkejut " ucap abi lalu memegang tangan utari yang memeluknya dari belakang


" i miss you " ucap utari manja

__ADS_1


" kamu pasti menginginkan sesuatu, ayo katakan " ucap abi yang langsung memutar tubuhnya menghadap utari


" tidak, aku hanya ingin memeluk mu saja " ucap utari lalu tersenyum


" kamu jangan berbohong, kamu tidak biasanya tiba tiba manja seperti ini kalau tidak ada maunya " jawab abi yang yang langsung mencubit lembut hidung utari, utari pun hanya tersenyum manja


" eum aku mau jus mangga " jawab utari yang langsung memeluk abi


" duduk lah aku akan membuatkannya untuk mu " jawab abi lain tersenyum dan mencium kening utari lalu mengusap perutnya saat utari duduk di pentry


" Hai kamu mau jus mangga " ucap abi pada perut utari, utari pun hanya tertawa kecil dan mengusap rambut abi


" tunggu, papa akan membuatnya untuk mu " ucap abi lagi lalu mencium perut utari kemudian membuat jus permintaan utari


🔸


" papa.. aku mungkin tidak begitu mengenal mu, tapi aku yakin dari cerita mama papa sangat menyayangi ku " ucap syasa pada foto alfin dan meneteskan air matanya dan duduk di tempat tidur


" pa.. kenapa papa dulu begitu cepat meninggalkan syasa, saat syasa baru saja satu tahun, kenapa pa.. entah kenapa syasa tiba-tiba merindukan papa " ucap syasa memeluk foto alfin yang mengenakan seragam angkatan laut


" papa.. " ucap nya lagi dan semakin deras air matanya


" sampai kapan rasa sakit ini pa.. sampai kapan ? sakit kehilangan dewa dan juga sakit atas pengkhianatan nya " ucap syasa lalu meletakkan foto alfin di meja dekat tempat tidur lalu mengusap air matanya. lalu ia pun berbaring di tempat tidur dan memejamkan matanya sedangkan anak anaknya bermain di rumah mita

__ADS_1


🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen Terima kasih😘💕


__ADS_2