
" nona.. boleh saya masuk.. " ucap reza yang mengetuk pintu kamar Bianca,
" ya.. masuk lah.. " ucap Bianca yang duduk di depan cermin.
" bang rian memanggil nona , 3 sesi pemotretan lagi selesai dan hari ini boleh langsung pulang jika ingin langsung pulang " ucap reza di ambang pintu.
" ya baik lah.. , sebentar lagi aku ke sana " jawab Bianca sembari menyisir rambut nya, lalu reza pun keluar dan bergabung dengan kru yang lain nya, tak lama Bianca
datang, rian pun segera menginstruksikan kepada yang lain nya untuk bersiap siap memulai pemotretan nya, Bianca langsung mengambil posisi dan siap menjalankan profesi nya, reza hanya melihat nya dari kejauhan, dan sesekali tersenyum melihat aksi Bianca yang menurut nya cantik di matanya.
" gadis kecil yang ku jaga dulu sekarang menjelma menjadi wanita cantik, " ucap reza dalam hati, " astaga.. apa yang aku pikirkan " ucap nya lagi saat menyadari atas apa yang ia pikirkan tentang Bianca. lalu mengusap kasar wajah nya.selang dua jam pemotretan Bianca pun selesai . lalu Bianca menghampiri reza yang sedang duduk di bersama Rere.
" ca.. ini minum mu " ucap Rere yang memberikan minuman pada Bianca,
" Terima kasih re.. " ucap Bianca lalu duduk di sebelah reza. dan meminum minuman nya
" re.. jadwal ku seminggu ke depan apa saja " tanya Bianca pada Rere
" free.. ca.. " jawab Rere singkat, sembari membereskan peralatan make up nya
" yes.. akhirnya aku bisa kuliah dengan tenang, " ucap Bianca lalu tersenyum ke arah reza
" ca.. hari ini kita langsung bisa pulang, pekerjaan kita sudah selesai, " ucap rian tiba tiba menghampiri " aku tadi sudah mengirim hasil pemotretan mu dengan reza, senin nanti produser ingin bertemu dengan mu dan juga reza " jelasnya lagi
" untuk apa pak dani ingin bertemu reza " tanya Bianca penasaran dan menautkan kedua alisnya
__ADS_1
" kamu tanyakan saja sendiri nanti " jawab rian santai. lalu meninggalkan Bianca dan reza serta Rere
" re.. barang barang ku sudah kamu bereskan " tanya Bianca
" sudah...kamu tinggal pulang saja, dan barang mas reza juga sudah aku bereskan " jawab Rere santai
" reza.. ayo kita pulang, aku rindu rumah, " ucap Bianca lalu berdiri dan berjalan menuju kamar nya dan mengambil koper dan tas nya begitu juga reza.
"rere..bang rian..dan semua aku duluan, sampai ketemu nanti " ucap Bianca saat sudah keluar dari kamar dan membawa koper nya dan langsung menuju mobil nya di ikuti reza
"nona..apa nona tidak membeli sesuatu untuk adik atau nyonya dan tuan " ucap reza saat membukakan pintu mobil bagian belakang. namun Bianca justru membuka sendiri pintu bagian depan.
" tidak perlu, ayo kita pulang, aku sudah sangat lelah " ucap Bianca lalu masuk kedalam mobil, reza pun menutup kembali pintu mobil bagian belakang dan masuk di bagian kemudi
" reza.. sebentar lagi makan Siang, jika ada restoran see food, berhenti, kita makan siang " ucap Bianca sembari memakai sabuk pengaman, begitu juga dengan reza
" ternyata menjadi model itu tidak seindah yang aku bayangkan, lelah, semua serba di atur, harus bagi waktu antara pekerjaan dan kuliah, rasanya aku ingin cepat menikah, di rumah, menunggu suami pulang bekerja dan main bersama anak anak, itu mungkin sangat menyenangkan " ucap Bianca panjang lebar seolah mengeluarkan isi dalam hati nya karena ia sudah sangat lelah menjadi model dari usia nya 12 tahun. dan waktu itu reza juga menjadi pengawalnya sampai SMP, dan saat SMA ia tidak membutuhkan lagi pengawal karena ia mampu bela diri sendiri.
" nona masih terlalu muda untuk memikirkan pernikahan, nona masih 18 tahun " ucap reza dan tersenyum ke arah Bianca
" satu minggu lagi aku 19 tahun reza dan usia tidak menjadi tolak ukur untuk segera menikah , seperti yang kamu katakan, aku sudah mempunyai segala nya, dan mencapai apa yang aku ingin kan, hanya dua yang belum terwujud? " ucap Bianca yang tersenyum ke arah reza
" apa itu nona? " tanya reza penasaran
" menyelesaikan kuliah dan menikah " ucap Bianca diiringi tawa.
__ADS_1
" menikah itu butuh keyakinan kuat nona, dan tentunya harus mempunyai pasangan terlebih dahulu " ucap reza dan tertawa ke arah Bianca
" reza.. kamu ingin mengatakan jika aku tidak mempunyai pasangan, apa istilah nya.. eum.. jomblo , eum.. kamu sendiri juga jomblo " ucap Bianca di iringi tawa kedua nya
" reza kamu mau menikah dengan ku " canda Bianca, melihat ke arah reza, reza pun sontak tertawa
" ini kali kedua nona mengatakannya pada saya " ucap reza yang masih sedikit tertawa
" apa aku pernah mengatakan nya " ucap Bianca penasaran dan mengingat sesuatu
" pernah sewaktu nona masih berusia 12 tahun " reza apa kamu mau menikah dengan ku " ucap reza menirukan ucapan Bianca 6 tahun lalu
" eum.. entahlah seperti nya aku melupakan nya " ucap Bianca santai dan tersenyum, reza hanya menggelengkan kepala nya
" eum...nona...baju nona terbuka, baik nya kenakan jas saya " ucap reza yang langsung membuka jasnya dengan sangat hati hati karena sedang menyetir lalu di berikan pada Bianca, Bianca pun lalu memakai nya,
" Terima kasih reza, kamu memang sangat baik menjaga ku " jawab Bianca yang sudah mengenakan jas reza,
" reza aku mau tidur sebentar, jika sudah sampai restoran tolong bangunkan aku " ucap Bianca sembari merendahkan sandaran kursi mobil nya dan sedikit menggeser nya kebelakang.
" baik nona, " ucap reza singkat dan tersenyum serta fokus menyetir.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote, like, komentar
__ADS_1
Terima kasih😘💕