
pagi pagi sekali mereka bertiga sudah sampai di bandara dan langsung ke rumah syasa untuk membicarakan bisnis baru mereka sedangkan putra ada pekerjaan bersama syasa dan Indra , asisten bryan
" selamat pagi kak " sapa putra saat tiba di rumah syasa
" pagi..kak " sapa abi
" pagi sya " sapa reza
" pagi semua..putra kamu membawa pasukan kemari " jawab syasa tersenyum dan memeluk sekilas adik adiknya kecuali reza
" kakak bisa saja, aku dan reza datang kemari karena kak bryan yang meminta nya " jawab abi santai dan duduk di sofa ruang keluarga
" memang nya ada urusan apa ? " tanya syasa
" biasa bisnis " jawab abi
" ok.. baiklah , dan reza istri kecil mu tidak ikut " tanya syasa pada reza yang duduk di sebelah abi
" caca sibuk dengan semester akhir nya, banyak tugas kuliahnya menumpuk, di tambah sekarang juga sedang hamil anak kedua dan baru berjalan 2 bulan " jelas reza lalu tersenyum
" sepertinya kamu sedang mengejar setoran reza " jawab syasa lalu tertawa kecil
" ya anggap saja begitu " ucap reza yang juga ikut tertawa begitu juga abi dan putra
" sayang.. " sapa bryan pada syasa di ruang keluarga
" eum.. "
" minum susu nya " ucap bryan lalu duduk di samping syasa dan memberikan susu pada syasa
" Terima kasih " jawab syasa slalu tersenyum dan meminum susunya
" kalian sudah sarapan " tanya syasa pada adik adik nya
" sudah di pesawat " jawab abi santai
" abi..reza..baiknya kita bicarakan sekarang, ayo ikut dengan ku di ruang kerja " ucap bryan pada reza dan abi
" baiklah kak, lebih cepat lebih baik, setelah ini aku mau berkunjung ke hotel " jawab abi lalu berdiri diikuti reza
__ADS_1
" ok.. ,sayang..aku tinggal dulu ya " ucap bryan lalu mencium kening syasa, putra yang melihat bryan mencium syasa hanya tersenyum sinis dan membuang pandang nya
" putra santai saja dulu, kita tunggu indra, dia belum datang, lagian ini masih pagi " ucap syasa menyandarkan punggung nya di sofa
" iya kak " jawab putra singkat lalu tersenyum
" reza abi.. kalian pasti tahu tuan deka " ucap reza saat sudah berada di ruangan kerja syasa
" ya, tuan deka Alexander, yang mempunyai pusat perbelanjaan dan fashion di seluruh Indonesia " Jawab abi lalu duduk di kursi
" dan beliu menjual perusahaan dan pusat perbelanjaan nya pada ku "
" lantas kakak mengambil nya " tanya reza
" yah.. ini kesempatan, aku mengundang kalian untuk bekerja sama, kamu reza kamu bisa melebarkan dunia fashion mu bersama bianca, aku tahu potensi dirimu dan bianca, buatlah gebrakan baru, dan abi kamu ahlinya marketing, kakak percaya pada mu " ucap bryan serius dan meyakinkan reza dan abi pun saling memandang dan sudah terfikir konsep mereka masing-masing dan mengangguk
"baiklah.. tapi kami berdua harus konsultasi dulu dengan ahlinya " jawab abi lalu tersenyum
" ahlinya? maksud mu ?
" papa.. , jika kakak mengatakan aku ahli marketing, kalau papa ahli strategi dalam bisnis dan reza serta bianca mereka ahli membuat ide ide baru karena istrinya masih sangat muda, kakak tau sendiri bianca ambisius "jelas abi antusias
" kak ..apa kak syasa mengetahui nya " tanya abi
" sudah bahkan kakak mu itu ingin menanam saham dua puluh persen " jawab bryan sedikit tertawa
" baiklah aku dua puluh persen " jawab reza menatap abi
" aku sama dua puluh persen " jawab abi
" baiklah jadi sisanya aku empat puluh persen " jawab bryan
" deal " jawab abi lalu mereka menyatukan tangan mereka lalu tersenyum
" deal " jawab mereka serentak
" eum kak kenapa kakak tidak mengajak putra " tanya abi, bryan pun hanya menyunggingkan Senyumannya
" kamu tahu sendiri putra seperti apa dan sikapnya pada ku sedari dulu seperti apa , aku malas berurusan dengan orang arogan " jelas bryan sedikit tersenyum
__ADS_1
" yah.. aku tahu, memang dia seperti itu " jawab abi
" baiklah besok kita lanjut lagi di kantor ku , bersama dewan direksi dan yang lainnya ,dan juga tuan deka , reza abi hubungi para Staf kalian untuk datang ke jakarta. " jelas bryan
" pasti kak " ucap abi lalu berdiri dan mereka bertiga keluar dari ruangan kerja syasa sementara itu putra dan syasa dan juga indra masih sibuk membicarakan proyek mereka di ruang keluarga
" kak bryan Baik nya aku langsung pergi ke hotel, ada yang mau aku urus di sana " pamit abi pada bryan
" aku juga kak, aku ikut abi, aku juga mau menemui rekan bisnis ku" ucap reza yang juga pamit pada bryan
" baiklah, kalian hati hati, ini pakai mobil ku saja " jawab bryan lalu menyerahkan kunci mobil nya
" kak bryan memang pengertian, terima kasih " ucap abi di iringi senyum lalu pergi bersama reza, bryan pun hanya tersenyum.sementara itu putra membahas pekerjaan nya dengan Indra dan syasa
" ok.. putra mungkin sampai di sini dulu membahas proyek ini, untuk di lapangan nanti aku serahkan pada indra, aku tidak bisa berpergian jauh jauh untuk saat ini " ucap syasa menutup meeting nya
" memang nya kenapa kakak tidak bisa pergi jauh " tanya putra heran
" kakak sedang hamil putra " jawab syasa lalu melihat kedatangan bryan , indra pun terkejut dan tersendak minuman saat mendengar syasa mengandung
" oh.. selamat ya kak " ucap putra lalu tersenyum
" Terima kasih " jawabnya lalu tersenyum
" eum.. nona sebaiknya saya kembali ke kantor, dan selamat atas kehamilan nona " ucap indra lalu menyalami syasa
" Terima kasih indra " jawab syasa lalu tersenyum dan menyandarkan kepalanya di pundak bryan
" permisi nona tuan " pamit indra lalu meninggalkan ruang keluarga dan kembali ke kantor
" putra istirahat lah di kamar ,jika sudah tidak ada pekerjaan penting lagi, atau mau minum kopi biar mbok titin yang membuatkan untuk mu " ucap syasa
" tidak kak, aku mau ke kamar saja, permisi " jawab putra lalu menuju kamar tamu yang biasa ia gunakan saat datang ke rumah syasa
" mas.. kamu tidak ke kantor " tanya syasa memandang bryan
" untuk hari ini tidak , aku ingin di rumah saja menemani mu " jawab bryan lalu mencium bibir syasa, syasa pun membalasnya
" sudah bryan.. " ucap syasa saat bryan melepas ciuman nya lalu memeluk bryan, bryan pun hanya tersenyum dan mengeratkan pelukan nya
__ADS_1
🔹🔹🔹🔹