
" kak sedang apa " ucap bianca melihat Utari duduk di anak tangga
" sstttt.. kakak sedang melihat mama dan papa sedang berdansa, kamu sudah selesai menemui abi? " jawab utari yang melihat bianca yang juga duduk di sebelah nya,
" sudah kak, "
" ca.. apa mama papa selalu mesra? " tanya utari sedikit berbisik pada bianca
" bukan selalu mesra kak, tapi mesra nya tidak tahu tempat " jawab bianca yang melihat bram dan wina yang masih berdansa
" kalian berdua sedang apa? " tanya abi tiba tiba dan sudah duduk di belakang utari dan bianca
" ssssttt " jawab utari dan bianca lalu meunjuk bram dan wina
" astaga, kalian berdua mengintip mama dan papa? " tanya abi yang sudah meletakkan dagunya di bahu utari
" diam " jawab utari sedikit berbisik dan menarik tangan abi agar memeluk nya dari belakang, abi pun langsung terdiam , tak lama reza pun datang dan langsung duduk di belakang bianca, dan memeluk bianca dari belakang, bianca lalu tersenyum dan mencium pipi reza , dan diikuti putra dan lisa yang juga ikut duduk dengan posisi yang sama dan melihat bram dan wina, mereka pun tersenyum melihat kemesraan bram dan wina.
" abi, Arya masih tidur di kamarnya " tanya utari sedikit berbisik
" masih sama mbak nya " jawab abi yang juga berbisik.
" apa kalian akan duduk di tangga sampai malam. " ucap damian tiba tiba datang bersama putri serta dira sangat anak dan melihat ketiga pasangan yang ada di anak tangga, lalu bram dan wina berhenti berdansa menyambut putri dan dira
" kalian berenam turun lah " ucap bram sambil menggendong dira
" gara gara kak damian, kita semua ketahuan papa sedang melihat mama dan papa berdansa " ucap bianca lalu semua pun berdiri dan turun ke lantai bawah dan bergabung di ruang keluarga
__ADS_1
" kalian seperti menonton pertunjukan , melihat di atas tangga " ucap wina yang duduk disofa lalu semua pun duduk.
" selamat pagi menjelang siang, eum.. sudah berkumpul semua " ucap bayu tiba-tiba yang baru saja datang bersama banyu dan juga kekasih mereka.
" hari libur memang lebih enak berkumpul dengan keluarga " ucap banyu yang duduk di sofa di ikuti nita dan dea
" ma pa.. " ucap syasa yang baru saja datang bersama laras dan Krisna lalu menyalami Bram dan wina
" abi, tolong ajak krisna, kakak mau istirahat, " ucap syasa tanpa senyum.
" iya kak. Krisna sama om ya " jawab abi lalu mengambil Krisna dari gendongan syasa
" laras jika membutuhkan sesuatu, minta sama tante putri, kepala mama sedikit pusing, mama ke kamar " ucap syasa lalu menuju lantai atas.
" bayu apa yang terjadi dengan kakak mu " tanya wina melihat syasa berjalan di anak tangga
" senyum nya kak syasa juga hilang, ia senyum hanya untuk laras dan krisna, selebihnya ekpresi nya selalu dingin " jawab banyu menimpali
"putri ajak dira, papa mau bicara dengan kakak mu " ucap bram lalu memberikan dira pada putri kemudian bram menuju lantai atas dikamar syasa
" sya.. boleh papa masuk " ucap bram namun tidak ada jawaban dari syasa, lalu bram pun masuk begitu saja dan mendapati syasa membereskan barang barang dewa yang ada di kamar nya.
" mau kamu kemanakan barang dan foto dewa " ucap bram memandang syasa
" membuang nya pa, atau mengubur nya, syasa sudah tidak mau lagi mengingat nya " jawab syasa yang menahan air matanya sambil membereskan baku dan foto dewa dan ia masukan ke dalam kardus.
" sya.. menangis lah jika masih ingin menangis, jangan memendam nya sendiri " ucap bram memperhatikan syasa, bram tahu jika syasa tidak sedang baik baik saja
__ADS_1
" tidak pa, untuk apa aku menangisi penghianat, membuang buang energi, papa tidak perlu khawatir, syasa baik baik saja. " jawab syasa berbohong dan berusaha menahan sesak di dadanya lalu tersenyum sekilas ke arah bram
" baiklah , selesai ini istirahat lah , papa keluar " ucap bram memeluk sekilas syasa, syasa hanya mengganguk, lalu bram pun keluar dari kamar syasa. setelah bram keluar syasa pun menangis sejadi jadinya mengingat kembali kenangan nya bersama dewa di kamarnya yang berada di rumah bram
" kamu memberikan ku cinta yang amat luar biasa dewa, tapi kamu juga memberikan ku sakit yang sangat luar biasa " ucap lirih syasa dan memegang dadanya.
" pa.. bagaimana kak syasa " tanya bianca saat bram bergabung di ruang keluarga
" entahlah kakak mu itu pandai menyembunyikan kesedihannya, tidak ada yang bisa menebak hatinya " jelas bram. tiba tiba dira bersin dan membuat semua tertawa.
" mas, aku mau menemui syasa " ucap wina disaat semua sibuk memperhatikan dira lalu wina menyusul syasa dikamar
" sya.. " panggil wina saat sudah dikamar syasa dan mendapati syasa berada di balkon kamarnya memandang jalanan sambil meneteskan airmata nya
" mama.. " jawab syasa lalu memeluk wina
" mama.. kenapa rasanya masih sakit ma, semua kenangan yang berhubungan dengan dewa sudah aku buang, sudah syasa singkirkan tapi kenapa masih sesakit ini " ucap syasa yang memeluk wina
" ikhlas dan sabarlah, mama tidak bisa membantu untuk masalah ini, tapi mama yakin suatu saat nanti kebahagiaan akan datang pada mu " jawab wina mengusap punggung syasa
" ingat, berdamai lah dengan kepahitan yang dewa berikan padamu " ucap syasa mengusap lembut rambut syasa
" iya ma.. Terima kasih " jawab syasa lalu mengusap air matanya. lalu sekilas tersenyum.
🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕