
" gadis manja.. " ucap reza saat melihat bianca tertidur di sofa lalu ia pun berdiri menghampiri bianca ia mengangkat tubuh bianca dan di bawanya ke kamar dan meletakkan di atas tempat tidur dengan sangat hati hati, lalu ia pun kembali ke ruang santai dan membereskan buku buku bianca, dan juga leptop nya,
" disain..? " bukankah jurusan mu bisnis, eumh... sudah lah.." ucap nya dalam hati saat membaca salah satu buku bianca lalu membereskan nya. lalu ia melihat jam dinding dan waktu menunjukan jam 11 malam, reza melanjutkan disain nya hingga jam 1 malam, lalu ia pun menyusul bianca di kamar dan tidur di samping bianca dan memeluk nya.
" istri manja ku " ucap reza putih dan mencium kening bianca, lalu ia pun memejamkan matanya.
tak terasa pagi pun tiba, jam dinding menunjukkan pukul 4: 30 reza pun bangun dan membangunkan bianca untuk
bersiap untuk subuh, setelah subuh bersama, bianca kembali ke tempat tidur, ia lupa jika ingin memasak untuk suaminya, reza hanya tersenyum melihat nya menarik selimut nya kembali, reza milih untuk pergi ke tempat mencuci baju, ia mencuci baju bianca dan bajunya sendiri di mesin cuci, lalu ia tinggal untuk memasak yang karin ia janjikan pada bianca,
dengan cekatan ia melakukan nya semua hingga selesai, lalu melanjutkan cucian nya. ia lakukan dengan senang hati, tanpa mengeluh, karena ia tidak ingin bianca melakukan semua nya, reza sadar istri nya adalah gadis manja, semua serba tersedia, dan reza tidak mau saat bianca hidup dengan nya merasa terbebani dengan kewajiban kewajiban yang mungkin bisa ia kerjakan sendiri, sebenarnya ia ingin menyewa seorang pembantu namun, ia urungkan, ia masih sanggup melakukan nya sendiri . setelah nya ia pun lanjut menjemur baju dan membereskan rumah hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 07: 30, dan bianca masih tertidur, lalu reza menuju kamar dan membangunkan nya,
" sayang.. ayo bangun.. " ucap reza lalu mengusap lembut rambut bianca,
" eum.." ucap bianca dan membuka matanya.
" reza.. " ucap bianca dan menarik reza ke pelukan nya
" jangan pergi.. " ucap bianca tanpa sadar dan memeluk reza
" sayang ayo Bangun.. sudah jam setengah delapan, dan kamu ada kuliah jam 10, ayo bersiap sekarang, " ucap reza yang masih di peluk bianca
" jam 10.. kuliah, aduh.. aku terlambat " ucap bianca terkejut lalu mendorong tubuh reza ia pun bangun dan seperti belum sadar sepenuhnya hingga reza memegang kedua pundak nya
__ADS_1
" sayang.. tenang lah, kamu belum terlambat, lihat jam nya " ucap reza menenangkan bianca yang panik.
" astaga..baru kami setengah delapan lewat, " ucap nya setelah sadar sepenuhnya dan melihat reza
" minum lah.. " ucap reza memberikan minum, dan terus melihat raut wajah bianca, yang sedang minum
" reza aku akan memask untuk mu " ucap bianca dan hendak turun dari tempat tidur
" ssssttt, sudah.. aku sudah memasak untuk mu, sekarang bersiap lah, nanti aku antar ke kampus, nanti aku juga mau ke bagian produk kaos untuk memberikan disain terbaru sesuai ide mu kemarin " ucap reza lembut dan mengusap lembut pipi bianca
" reza.. maafkan aku, aku belum bisa jadi istri yang baik, " ucap bianca dan menunduk malu " siapa yang mengatakan seperti itu, kamu sangat baik melayani ku eum.. " ucap reza memandang bianca, bianca pun seolah tahu maksud reza dan tersenyum,
" apa kamu menginginkan nya " tanya bianca " iya.. tapi tidak sekarang, nanti bisa terlambat ke kampus " ucap reza yang langsung berdiri dan menarik bianca
tak lama mereka sudah selesai dan sudah rapih lalu sarapan bersama,
" reza aku nanti aku keluar kampus jam satu siang lalu ada ada fashion show di gedung Graha jam 2 sampai jam 4 " ucap bianca memberitahu reza jadwal nya, reza hanya mengangguk sembari makan, tak lama mereka pun selesai makan, seperti biasa reza yang mencuci piring nya
" reza apa semua kamu yang mengerjakan, semua sudah rapi.. " tanya bianca pada reza dan melihat sekeliling ruangan rumah nya
" iya.. sayang.. sudah ayo.. nanti kamu terlambat ke kampus, " ucap reza sembari mengelap tangan nya seusai cuci piring, lalu mereka pun melangkah menuju ruang santai dan mengambil laptop masing masing
" reza " panggil bianca sambil menarik lengan reza " eum.. apa sayang.. " ucap reza dan melihat wajah bianca.
__ADS_1
" mana pelukan pagi ku... " ucap bianca, memandang reza, lalu reza pun memeluk bianca dengan penuh cinta.
" sudah.. " ucap reza yang melihat wajah bahagia bianca, dengan senyuman yang terus Melengkung di bibir kedua nya
" baiklah kita berangkat, " ucap reza dan merangkul bianca sampai ke halaman rumah dan menuju mobil, tak lupa reza membuka kan pintu mobil untuk bianca seperti biasa, bianca pun masuk dan duduk di samping kemudi, reza pun masuk dan melajukan mobilnya.
sepanjang jalan, senyum mereka tak pernah pudar, reza terus menggenggam jemari bianca seolah tak ingin melepasnya,
" reza.. apa kamu ingin secepatnya mempunyai anak dari ku " ucap bianca tiba tiba. reza yang mendengar pun terkejut,
" anak.. ? eum.. sebaiknya kita tunda, selesaikan kuliah mu terlebih dahulu, aku tidak mau membebani mu dengan mengurus anak terlebih dahulu, kamu masih terlalu muda untuk mengandung, " jelas reza
" tapi kita sudah melakukan nya sudah kali " jawab bianca Santai " iya tapi itu bukan masa subur mu, aku tau jadwal menstruasi mu, karena setiap kamu datang bulan pasti mengatakan pada ku , reza perut ku sedikit sakit, hari ini aku menstruasi " ucap reza menirukan ucapan bianca
" benarkah.. ? " ucap bianca mengingat kata kayanya lalu ia tersenyum seolah sudah mengingat perkataan nya
" padahal aku berharap, aku cepat mempunyai anak, seperti lucu.. mempunyai anak bayi seperti kak abi " jawab bianca melihat raut wajah reza yang sedang fokus menyetir
" pikiran mu terlalu jauh sayang.. " ucap reza dan tersenyum ke arah bianca
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote, like, komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕