
" gusti.. bagaimana tugas mu, ada kabar terbaru dari mereka, ? " ucap Bram di balik telepon nya, dan baru saja ia selesai meeting di perusahaan cabang,
" ada tuan,besok pagi mereka ingin pergi ke kampung halaman reza, " ucap gusti memberitahu
" baiklah.. ikuti terus mereka, dan kabari jika ada kabar terbaru, awasi setiap gerak geriknya dan awasi sekeliling nya, jika ada yang mengincar mereka habisi " perintah bram tegas
" baik tuan.. " ucap gusti lalu mematikan sambungan ponsel nya
" caca.. ada banyak hal kenapa papa tidak merestui mu dengan reza, karena reza anak burhan dan seorang mafia, dan papa tidak ingin kamu hidup susah dengan keterbatasan reza, karena kamu sangat manja, apa lagi reza juga mempunyai musuh dari papa nya yang ingin balas dendam dan papa tidak mau kamu terlibat, musuh reza tidak berani mendekat karena ia dulu bekerja dengan papa, tapi sekarang, .. ah.. sial.. !! , papa ingin memisahkan mu tapi mungkin terlambat, kamu sudah sangat mencintai nya , yang bisa papa lakukan adalah melindungi kalian dari kejauhan, terutama kamu ca.. , papa akui cara papa salah, " ucap Bram dalam hati sembari memejamkan matanya dan masih duduk di kursi di ruang meeting. tiba tiba ponsel Bram berdering tanda ada panggilan masuk lalu ia mengangkat nya
" hallo, ya Utari.. " jawab Bram heran tidak biasanya menantu nya itu menelfon nya
" pa.. cepat pulang, mama demam dan pingsan.. ? " ucap Utari sedikit gugup
" apa..! baik lah.. satu jam lagi papa sampai rumah. " ucap Bram panik lalu mematikan ponsel nya dan bergegas pulang.
sesampainya Bram di rumah, ia pun berlari dari halaman rumah dan langsung menuju kamar nya dengan wajah yang begitu panik
" sayang.. !! " ucap Bram di ambang pintu, perlahan ia mendekati tempat tidur.
" lisa apa yang terjadi " tanya Bram pada lisa yang sedari tadi menjaga Wina
" eum.. tidak tau pa.. tiba tiba mama pingsa di depan pintu kamar, kata dokter yang memeriksa mama, mama terlalu banyak pikiran dan stres , " ucap lisa memberitahu.
" Terima kasih, baiklah kamu , temani saja Utari, biar papa yang menjaga mama? " jawab Bram yang langsung duduk di tepi tempat tidur di sebelah Wina
" iya pa.. permisi " jawab lisa lalu keluar dari kamar Bram dan Wina.
" sayang... " ucap lirih bram memanggil Wina, dan mengusap lembut pipi Wina, Wina yang merasa ada yang mengusap pipi pun membuka matanya
" mas.. sudah pulang..? " ucap Wina dengan suara seraknya
__ADS_1
" eum.. Utari mengabari ku, jika kamu demam, jadi mas langsung pulang.. " ucap Bram lalu mendarat ciuman nya di kening Wina
" aku tidak apa apa, hanya sedikit pusing.. " ucap Wina dan meraih jemari Bram
" mama..!!? " teriak bianca tiba tiba, dan berlari ke arah Wina
" mama..apa yang terjadi.. " ucap bianca yang air matanya terus mengalir,
" mama tidak apa apa, dan siapa yang memberitahu mu jika mama kurang sehat " ucap Wina yang sudah duduk bersandar di sandaran tempat tidur
" papa.. , papa tadi menelfon ku kalau mama pingsan " ucap bianca yang sekilas melihat Bram
" mana reza.. ? " tanya Wina karena sudah pasti bianca datang dengan reza namun reza tak nampak dan terdengar suaranya
" ada di depan ma.. duduk di teras, " ucap bianca dan melirik Bram,
" kenapa kamu tidak menyuruhnya masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga, " ucap Wina
" kamu sudah makan, ? "
" sudah ma.. reza yang memasak untuk caca" jawab bianca sedikit ragu
" eum.. jadi kamu belum belajar memasak? " tanya Wina di iringi senyum
" reza tidak mengizinkan ku ma, bahkan mencuci baju pun reza tidak mengizinkan ku, reza mempersiapkan semua nya, reza menyuruh caca untuk fokus belajar dan kuliah "jelas bianca, Wina hanya tersenyum,dan melihat sekilas Bram, Wina tau bianca memang tidak bisa mengerjakan itu semua,
" ya sudah.. kamu menginap di sini ya bukan kah kamu libur semester? " tanya Wina
" tidak ma.. rumah caca bukan di sini lagi, caca sudah mempunyai rumah sendiri, kasian reza, caca pulang.. " ucap bianca dan langsung bersalaman dengan Wina, namun ia mengabaikan keberadaan Bram dan langsung keluar dari kamar Wina, tak lama Bram menyusul bianca
" ca.. tunggu.. bisa ikut papa sebentar " panggil Bram, lalu caca membalikkan badan nya, Bram pun menghampiri bianca dan menariknya di sudut ruangan agak jauh dari kamar Wina
__ADS_1
" apa yang ingin papa bicarakan, apa papa ingin menghina ku lagi bersama reza? " tanya bianca ketus dan memalingkan wajahnya
Bram pun menghela nafas panjang, dan menyilang kan kedua tangan di dadanya serta menatap bianca penuh kasih sayang, tatapan yang mungkin bianca rindukan,
" apa yang membuat mu jatuh cinta pada reza, apa karena dia tampan " ucap Bram serius
" itu bukan urusan papa, "
" caca.. " jawab lembut Bram merendahkan emosi nya
" maaf papa salah, sudah menghina mu, dan mengusir mu, papa terbawa emosi apa lagi jika mengingat reza adalah anak burhan , apa kamu memaafkan papa, jujur papa tidak bisa jauh dari mu nak.. " ucap Bram yang menahan air matanya. dan langsung memeluk tubuh bianca, " papa merindukan mu, rindu manja mu, " ucap Bram lagi ,bianca pun tak kuasa membendung air matanya dan akhirnya menangis dan membalas pelukan Bram
" papa.. caca rindu papa.. " ucap bianca yang sudah berderai air mata
" papa tau, kenapa caca bisa jatuh cinta dengan reza, karena reza membuat caca nyaman pa, perlakukan reza pada caca, sama seperti papa memperlakukan caca, sosok nya seperti papa, yang selalu memanjakan caca, " ucap bianca lalu melepas pelukan nya dari papanya dan melihat wajah Bram yang sudah ikut menangis karena merindukan putri kesayangan nya
" pa ..tolong restui kami, kebahagiaan caca kurang lengkap tanpa restu dari papa.. caca mohon pa.. " ucap bianca memohon
" ada banyak hal sayang ,yang tidak kamu ketahui tentang ruang lingkup kehidupan reza , tapi papa harap semua Baik baik saja, papa merestui kalian, tapi papa belum siap untuk bertemu reza lagi, bilang pada reza untuk terus waspada, dan selalu menjaga mu, satu lagi buktikan jika ia mampu memberi hidup layak untuk mu " ucap Bram di iringi senyum, Wina yang mendengar dan melihat dari ambang pintu pun ikut menangis, akhirnya suami nya merestui hubungan bianca dan reza,
" Terima kasih pa.. " ucap bianca yang langsung memeluk Bram
" jangan berterima kasih pada papa, berterima kasih lah pada mama mu yang sudah mengingat kan dan menasehati papa dengan sabar " ucap Bram yang melihat Wina di ambang pintu, lalu Wina pun menghampiri Bram dan bianca.dan memeluk mereka berdua
" papa melakukan ini demi cinta papa pada mama mu dan papa juga ingin kamu bahagia, baiklah..sisanya biar menjadi urusan papa, yang terpenting keluarga ini kembali Damai " ucap Bram dalam hati dan masih memeluk Wina dan bianca.
Utari dan lisa yang melihat dari atas pun ikut menangis dan tersenyum , namun mereka berdua tidak berani turun ke bawah dan membiarkan adik ipar dan mertua nya saling melepas rindu,
🔹🔹🔹🔹🔹
vote, like, komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕