CERITA CINTA

CERITA CINTA
136


__ADS_3

beberapa tahun kemudian


Abi di karuniai tiga anak ,Arya dan si kembar ,putri dan putra masih belum mau menambah momongan begitu juga Reza dan Bianca , sedangkan banyu dan Bayu kini sudah mempunyai satu anak laki laki . dan Arjuna masih sekolah di asrama , musuh semua sudah Abi dan Reza taklukkan , kini mereka bisa bernafas lega ,tidak ada lagi adegan perang dengan teflon dan baku hantam keluarga Bram Sanjaya bahagia dengan anak dan cucu cucunya . sedangkan syasa masih diam dengan kepergian dewa semakin dingin dan berbicara jika di tanya . namun saat mendengar Bryan datang dan kembali semua keluarga bahagia melihat senyuman di wajah syasa di tambah Bryan ingin langsung menikahi syasa .


" selamat siang om , Tante.. " sapa Bryan pada bram


" siang " jawab Bram dan Wina lalu Bram mempersilahkan Bryan duduk di sofa ruang tamu


" apa kabar Tante.. om . "


" baik.. ya begini lah.. om pikir kamu datang dengan syasa. ?'


" tidak om.. saya sengaja datang kemari sendiri , karena ada hal yang ingin saya sampaikan pada om dan Tante "


" apa itu. .. ?


" saya ingin melamar syasa dan menikahinya Minggu depan " jelas Bryan , Bram dan Wina pun saling pandang , dan tersenyum


" aku tahu kamu sangat mencintai syasa dan mungkin syasa juga masih mencintai mu , karena kamu cinta pertamanya , jujur Tante pribadi terserah kalian berdua , kalian sudah dewasa dan masing-masing sudah mempunyai anak , kalian sudah tahu bagaimana berprilaku adil membagi cinta dan kasih sayang untuk anak anak kalian , yang terpenting syasa dan anak anaknya bahagia " jelas Wina


" Bryan janji om untuk selalu membahagiakan syasa , seperti janji ku dari awal "


" baiklah siapkan pernikahannya kalian , dan menikah di sini tiga hari lagi. " saut Bram yang tidak lagi mau menunda


" hah.. tiga hari lagi tapi .. ?"


" mau atau tidak "


" baik om saya akan mempersiapkan semuanya " jawab bryan lalu tersenyum


" baiklah lamaran mu aku terima , tapi kamu harus berjanji tidak ada air mata yang jatuh di pipi syasa ,sudah cukup segala derita batin yang selama ini ia simpan sendiri " ucap Wina memeringati


" saya janji Tante saya akan membahagiakan syasa dengan cara apa pun " jawab bryan pasti .


" baiklah ..kami akan menyiapkan kejutan untuk syasa " jawab Bram melihat wina. lalu tersenyum . tak lama bryan pamit untuk kembali ke Jakarta , ia sengaja datang hanya untuk melamar syasa ke Surabaya meminta nya pada Bram dan Wina tanpa sepengetahuan syasa


🔹


"sayang.. kamu kamu yakin ingin menikahkan syasa dengan bryan secepat ini " tanya bram pada Wina yang sedang ikut mempersiapkan kedatangan syasa


" yakin mas, aku tahu syasa dulu sangat membenci bryan , tapi itu karena perbuatan sasmi, jika sasmi tidak datang tiba tiba dan mengacaukan semuanya, mungkin syasa dan bryan sudah menjadi sepasang suami-istri,. aku tahu dewa mencintai syasa tapi, Kekhilafannya membuat syasa membenci nya sekaligus mencintai nya, dan itu sangat menyakitkan, dan syasa berusaha sekuat tenaga untuk berdamai dengan dewa. jika dewa masih hidup aku rasa mereka akan tetap berpisah, dan mas tahu hanya dua laki laki yang mengisi hati syasa, bryan dan dewa, aku juga tahu mereka semua memberikan kenangan manis dan pahit, tapi yang lebih pahit adalah kenangan dari Dewa, 12 tahun mereka menikah, 7 tahun dewa membagi cinta dengan angela " jelas wina tanpa jeda, bram dan anak anak nya pun hanya mendengarkan.


" menurut mama.. ? kenapa kak syasa menerima kak bryan kembali? " tanya bianca tiba-tiba


" nyaman, karena syasa nyaman menumpahkan kesedihan nya bersama bryan dan hanya bryan yang mengerti syasa. sudah selesai kan semua, kita akan memberi kejutan syasa dengan pesta kecil kecilan untuk menyambut nya " ucap wina lalu tersenyum


" pesta pernikahan " celetuk Bianca . sedangkan Abi dan Utari menjembut syasa dan bryan di bandara. syasa dan bryan keluar dari bandara dengan saling merangkul, tertawa dan bercanda saling melempar senyum dan sesekali bryan mengecup pucuk rambut syasa, begitu juga syasa sesekali mencium pipi bryan, abi yang melihat dari luar Bandara hanya menggelengkan kepala nya


"aku seperti melihat dua sejoli yang baru jatuh cinta untuk pertama kalinya, padahal usia mereka sudah tua, ck! pantas saja mama akan segera menikahkan mereka, tunggu kejutan mama kak . " gumam abi saat melihat syasa dan bryan menghampiri nya.


" abi, apa kamu sudah lama menunggu " ucap syasa saat sampai di depan abi


" tidak terlalu lama, baru lima belas menit " jawab abi lalu menyalami syasa dan bryan


" apa kabar kak,? " tanya abi pada bryan


" baik.. kamu sudah semakin dewasa " jawab bryan lalu tersenyum


" kakak bisa saja " jawab abi santai

__ADS_1


" kak syasa ! " panggil Utari yang baru saja dari toko


" Hai..! "


" Hai arya kamu sudah besar eum..? " ucap syasa lalu menggendong Arya


" mama caca "ucap Arya memanggil syasa dengan sebutan mama


" papa " ucap arya pada bryan, abi, Utari dan syasa pun terperangah mendengar arya memanggil bryan dengan sebutan papa lalu semua pun tertawa.


" baiklah, mau ikut papa " ucap bryan lalu arya pun menghambur kearah bryan, lalu bryan pun menggendong nya.


" baiklah ayo kita pulang mama dan papa sudah menunggu, dan ada kejutan untuk kak syasa dan kak bryan. " ucap abi yang langsung membukakan pintu mobil, lalu semua punya masuk ke mobil "


" abi ..kenapa tidak menyuruh sopir saja untuk menjemput kakak? ucap syasa saat sudah duduk di samping bryan di jok belakang bersama arya.


" mama yang menyuruh abi untuk menjemput kakak langsung, memastikan calon pengantin aman " jawab abi di iringi gelak tawa.


" kamu bisa saja " ucap syasa di iringi senyum dan melirik bryan yang sedang memangku arya.


" arya baru pertama kali melihat kak bryan, kenapa langsung mau di gendong, tapi sama kak putra, tidak begitu padahal setiap hari bertemu " ucap Utari


" anak kecil itu, bisa membedakan mana orang orang yang benar benar tulus dan tidak " jawab abi sambil fokus menyetir


" maksud mu kak putra tidak tulus begitu ? " tanya Utari serius


" bukan begitu sayang, kak putra sama anak kecil itu, tidak terlalu akrab, kecuali dengan anaknya sendiri " jelas abi


saat Utari dan abi berdebat, bryan dan syasa hanya tersenyum dan saling memandang, diam diam bryan menggenggam jemari dan mencium punggung tangan syasa.


" kak "


" jika kakak hari ini di minta mama dan papa untuk menikah hari ini juga, apa kakak dan kak bryan siap " tanya abi sambil melihat bryan dan syasa di balik kaca mobil


" astaga abi, 4 hari lagi juga kakak menikah dengan bryan, dan kami baru saja mengurus surat surat nya " jelas syasa


" kak bryan? "


" hari ini ya.. siapa takut, lebih cepat lebih baik " jawab bryan antusias


" bryan.. " Pekik syasa tersenyum malu


" seperti nya kejutan untuk kak syasa nanti sukses, semua keluarga juga sudah berkumpul tadi pagi , terima kasih kak bryan sudah membantu, hanya dirimu yang mampu mengembalikan senyum kak syasa " ucap abi dalam hati sambil melihat syasa dan bryan dari kaca mobil. selang setengah jam mereka pun sampai di kediaman keluarga sanjaya.


" abi kenapa rumah sepi ? " tanya syasa saat keluar dari mobil dan melihat sekeliling rumah tidak ada satu anggota keluarga yang menyambutnya.


" kakak langsung ke kamar kakak, dan ganti baju kakak yang sudah di sediakan mama di kamar kakak, bianca yang akan membantu kakak " jelas abi, syasa pun semakin bingung dan melihat bryan, bryan hanya pura pura tidak tahu dan mengangkat bahunya


" sebenarnya ini ada apa? " tanya syasa penasaran.


" sudah.. kakak menurut saja, ada kejutan tak terduga untuk kakak " jawab Utari menimpali sambil mengambil arya dari gendongan bryan karena arya tertidur di pangkuan bryan waktu masih di perjalanan. akhirnya syasa menurut saja dan langsung masuk kedalam rumah diikuti, abi,bryan serta Utari yang juga menggendong arya , di dalam rumah pun nampak sepi lalu syasa menuju kamarnya dan bianca sudah menunggu nya. sementara syasa menuju kamarnya, bryan pun mengganti bajunya dengan stelan jas dan di bantu abi.setelah bryan selesai bryan pun menuju taman belakang bersama abi menyusul keluarga yang lain. sementara itu syasa masih di kamar nya dan sedang mempersiapkan diri di bantu bianca


" ca.., kenapa mama menyiapkan baju kakak seperti ini " tanya syasa yang masih bingung dengan menggunakan gaun nya


" sudah kakak menurut saja, di kantor kakak boleh memerintah , di sini kakak harus menuruti ku, ok.. " jelas bianca tidak mau di bantah.


" baiklah... " Jawab syasa pasrah , bianca pun mendandani syasa secantik mungkin, setelah selesai syasa turun bersama bianca lalu menuju taman belakang. alangkah terkejutnya saat syasa melihat semua anggota keluarga berkumpul, ada kedua anaknya dan juga keluarga bryan, dan terdapat tulisan " just married " syasa semakin terkejut dan meneteskan air matanya, kemudian bryan menghampirinya.dan berlutut di hadapan syasa


" will you marry me " ucap bryan yang berlutut di hadapan syasa, syasa pun tak kuasa menahan air matanya ia tidak menyangka akan secepatnya ini.

__ADS_1


" yes.. " ucap syasa lirih namun masih terdengar di telinga bryan, lalu bryan pun berdiri lalu menuntun syasa menuju meja penghulu


" bryan sebentar.. " ucap syasa lalu bryan berhenti dan syasa menghampiri Wina dan Bram


" mama.. " ucap syasa lalu memeluk Wina


" maaf sayang, ini semua kejutan untuk mu, bryan kemarin pagi datang kemari sendiri meminta izin untuk menikahi mu, lalu mama dan semua adik adik mu sepakat untuk membuat kejutan ini dan langsung menikahkan kalian berdua, semua berkas berkas mu bryan yang mengurus nya tadi pagi, dan anak anak mu, banyu yang menjemput dan datang lebih awal tadi pagi bersama keluarga bryan saat kamu pergi ke kantor " jelas Wina saat syasa melepaskan pelukan nya


" lantas mama menerima begitu saja lamaran bryan " ucap syasa


" ya.. karena mama tahu dia begitu sangat mencintai mu, dan mama sudah melupakan kejadian lalu, dan itu tidak sepenuhnya salah bryan " jawab Wina


" sekarang duduk lah " ucap Wina lalu mengantarkan syasa duduk di depan Penghulu bersama bryan


" sayang, katakan jika kamu masih ragu dengan pernikahan ini, kita masih bisa menunda nya " ucap bryan memastikan


" apa kamu mau menanti sepuluh tahun lagi " tanya syasa


" tidak, tidak mau itu terlalu lama ? " jawab bryan sedikit gugup


" kalau begitu lakukanlah " pinta syasa lalu tersenyum


" ayo kak jabat tangan penghulunya , aku sudah membawa penghulunya jauh jauh dari jakarta " ucap banyu , bryan yang mendengar pun tersenyum lalu menjabat tangan penghulu


" ya Tuhan, aku tahu ini terburu-buru, tapi ini adalah niat baik, aku harap ini yang terbaik dari yang sebelumnya, pada akhirnya aku kembali dengan cinta pertama ku " ucap syasa dalam hati, tak terasa semua mengucapkan kata " sah " saat bryan selesai mengucapkan ijab nya dan suara tepuk tangan semua keluarga , syasa pun terkejut lalu tersenyum ke arah bryan yang kini sah menjadi suami baru nya, ia seakan tak percaya, hidup nya berubah 180° dan hanya kebahagiaan yang menyelimuti nya,


" selamat kalian sah menjadi suami istri " ucap sang penghulu, bryan dan syasa pun tersenyum lalu bryan menyematkan cincin pernikahan nya di jari syasa begitu sebaliknya, lalu menandatangani surat surat pernikahan.


" ye.. akhirnya, penantian panjang papa terbayar " ucap Siena menghampiri bryan bersama laras


" Siena , laras .. Terima kasih bantuan kalian " jawab bryan lalu memeluk kedua nya


" tante selamat atas pernikahannya " ucap Siena


" mama.. panggil tante mama " ucap syasa lalu memeluk Siena, sontak Siena menangis dipelukan syasa, karena ia sangat rindu mengucapkan kata mama dan pelukan seorang ibu semenjak usia nya satu tahun setengah. dan semua yang menyaksikan pun ikut meneteskan air matanya


" mama.. mama.. " ucap Siena yang masih menangis di pelukan syasa, laras yang mengetahui kisah Siena pun ikut menangis, betapa rindu nya sahabat nya itu akan hadir nya seorang ibu.


" Siena.. " panggil laras


" laras, kita menjadi saudara, dan kamu sekarang panggil papa ku dengan sebutan papa " ucap Siena lalu berpelukan ,bryan dan syasa pun hanya tersenyum. lalu semua memberi ucapan selamat, tak terkecuali putra yang masih tidak menyukai bryan.


" kak.. ini kunci kamar hotel untuk bulan madu, abi sudah mempersiapkan semuanya untuk kalian berdua " ucap abi memberikan kunci card pada bryan.


" Terima kasih " ucap bryan lalu tersenyum dan memeluk abi sekilas. lalu semua anggota keluarga sibuk masing masing, ada yang bermain, ada yang makan, minum dan bercanda. sedangkan syasa dan bryan memiliki duduk di tempat yang sudah di persiapkan khusus untuk mereka berdua,


" sayang.. " ucap bryan menatap sorot mata syasa, mencari dirinya di mata syasa


" jangan menatap ku seperti itu " jawab syasa lalu memeluk bryan


" aku tidak sanggup menatap mata mu bryan, jantung ku hampir terlepas " ucap syasa , lalu bryan melepas pelukan syasa lalu mencium kening syasa


"tetaplah di sisiku " ucap bryan saat selesai mencium kening syasa,


"aku sudah menjadi istri mu bryan, aku akan selalu ada dan setia sampai nanti " ucap syasa lalu mencium bibir bryan. , Bram dan Wina pun hanya tersenyum melihat syasa kembali bahagia.


🌹🌹🌹🌹


vote like komen

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2