CERITA CINTA

CERITA CINTA
64


__ADS_3

" pa.. ma ..di ruang tamu ada reza, reza ingin bicara sesuatu dengan papa.. dan mama " ucap bianca sangat hati hati dan sedikit takut, semua anggota keluarga pun melihat ke arah bianca, termasuk Utari yang sudah pulang dari rumah sakit dan sedang memangku bayinya dan abi pun tau maksud kedatangan reza karena sebelumnya reza sudah membicarakan nya pada abi


"memang nya apa yang ingin reza bicarakan " tanya Bram santai.


" eum.. papa dan mama temui saja, ? " jawab bianca gugup.


" ok.. sayang.. ayo.. " ajak Bram pada Wina untuk menemui reza, abi pun ikut menemui reza


" selamat malam tuan nyonya .. " ucap reza sopan dan berdiri saat Wina dan Bram datang


" malam.. apa yang ingin kamu bicarakan " tanya Bram sembari duduk di sofa bersama Wina, sedangkan abi dan bianca duduk di sofa satunya


" sebelum nya saya mohon maaf tuan nyonya, sudah mengganggu jam istirahat anda, " ucap reza gugup


" sebenarnya, saya dan nona bianca mempunyai hubungan, dan sudah berjalan 5 bulan, saya mencintai nona bianca, dan maksud kedatangan saya kemari ingin melamar bianca untuk untuk menjadi istri saya tuan, apakah tuan merestui kami? " ucap reza pasti dan gugup, Bram bersikap santai sedangkan Wina masih sedikit bingung,karena Wina belum mengetahui apa apa dan bianca terlihat cemas. dan abi juga ikut cemas


" aku acungi jempol untuk keberanian mu reza, dan aku juga sudah mengetahui hubungan kalian satu bulan yang lalu, dan aku juga sudah mengetahui siapa dirimu sebenarnya, ayah mu, ibu mu dan keluarga mu, seharusnya kamu berfikir ulang untuk menyampaikan niat mu itu, karena aku sama sekali tidak menerima lamaran mu, " ucap Bram tegas " kamu sudah tau alasan nya bukan? " sambung Bram lagi


" papa.. !! " teriak bianca yang sudah berkaca kaca


" aku sudah menjodohkan caca dengan beni, anak sahabat ku Daniel " ucap Bram tegas dan wajah nya sudah tidak bersahabat, bianca tidak bisa berkata apa apa ia sudah berlinang air mata. , abi pun merangkul bianca, reza hanya terdiam mencerna kata kata Bram seolah tidak percaya lamarannya di tolok mentah mentah oleh Bram


" mas kenapa mas menolak lamaran reza, reza laki-laki baik mas.. " ucap Wina pada Bram


" kamu mau tau siapa reza sebenarnya, eum.. dia anak burhan malik, alias burhan joker, anak dari seorang mafia yang dulu pernah menculik mu saat kamu mengandung abi " ucap Bram tegas dan sedikit bernada tinggi


" apa.. ? " ucap Wina terkejut serasa tak percaya

__ADS_1


" ya reza adalah anak dari musuh papa dan keluarga sanjaya " jelas Bram sekali lagi


" baik nya tinggalkan caca dari sekarang, dan kamu aku keluarkan dari sekolah bela diri " ucap Bram


" aku mencintai reza pa..jangan pisahkan kami aku mohon pa.. " ucap bianca sembari menangis dan berlutut di hadapan Bram


" tuan tolong restui kami, jika memang kesalahan ayah saya sangat lah besar, tolong maafkan ayah saya " ucap reza yang juga ikut berlutut di hadapan Bram


" saya mencintai putri tuan, apa pun akan saya lakukan untuk membahagiakan nya tuan " ucap reza memohon


" kamu ingin melakukan apa pun untuk putri ku, maka tinggal dia, aku tidak mau mempunyai menantu anak seorang mafia dan musuh keluarga ku " ucap Bram tegas


" pulang lah sebelum aku menyeret mu keluar dari rumah ini dan kamu tidak layak untuk putri ku, " ucap Bram emosi, hingga putra yang berada di atas sedang menyelesaikan pekerjaanya pun turun dan melihat bianca dan reza sedang berlutut dan menangis


" musuh papa bilang..!? hah.. !? papa yang bermusuhan, bukan kami, kami saling mencintai pa, kenapa kami yang terkena imbas nya " ucap bianca yang sudah berdiri dan berbicara pada Bram emosi, sedangkan reza masih berlutut


" caca.. !! papa tidak pernah mengajari mu untuk bernada tinggi dengan orang tua " ucap Bram tak kalah emosi


" tidak pa.. aku ingin bersama reza, " ucap bianca yang sudah terduduk di samping reza dan memegang lengan reza


" kamu ingin menjadi anak durhaka hah.. !? ucap Bram


" pa.. mereka saling mencintai, kenapa harus papa sangkut pautkan dengan masa lalu papa " ucap abi


" putra bawa caca ke kamar kurung dia " perintah Bram pada putra,


" ini ada pa.. ? " tanya putra bingung

__ADS_1


" bawa adik kamu " bentak Bram


" tidak pa.. caca tidak mau, caca ingin bersama reza, ku mohon pa.. ku mohon " ucap bianca yang langsung memeluk reza dan masih menangis sejadi-jadinya


" ca.. jangan seperti ini, jangan menjadi anak durhaka hanya karena aku, turuti kata papa mu, yang perlu kamu tahu aku sangat mencintai mu , tunggu lah, aku akan berjuang untuk mu " ucap reza lirih sembari menakup pipi bianca dan menangis


" reza.. tidak reza... aku ingin bersamamu.. , aku mencintaimu " ucap bianca dan memeluk reza abi pun tak kuasa melihat adiknya menangis, ia pun ikut menangis, putra yang sekarang tau pun ikut meneteskan air matanya , lisa dan Utari serta Wina tidak bisa berbuat apa apa.dan hanya menangis


" masuk lah.. " ucap reza dan mencium kening bianca


" caca masuk.. !! " bentak Bram " putra bawa adik mu ke kamar nya " ucap nya lagi


" tidak kak.. " ucap bianca saat putra merangkul dan menarik bianca untuk menuju ke dalam kamar nya


" pulang lah.. sampai kapan pun aku tidak akan merestui kalian " ucap Bram tegas


" Terima kasih tuan, aku memang anak seorang mafia, tapi yang perlu tuan tahu, aku tidak pernah dendam sedikit pun dengan keluarga tuan walau pun ayah saya sudah tewas di tangan nyonya, perlu tuan tahu, walaupun ayah saya seorang mafia, dia selalu mengajariku kebaikan walaupun hanya sebentar saya bersama nya, karena waktu itu usia saya masih 6 tahun, dan masih butuh sosok seorang ayah, tapi saya tumbuh hanya dengan ibu saya, dan adik saya, dan saya hanya ingin mengingatkan, menyimpan dendam tidak lah baik terlebih dendam dengan orang yang sudah tiada, apalagi saya dan bianca tidak tau menahu asal pangkal orang tua tuan dan ayah saya bisa bermusuhan. selamat malam " ucap reza tegas lalu meninggalkan rumah keluarga sanjaya.


" papa keterlaluan " ucap abi lalu mengejar reza


" reza.. !! tunggu.. " panggil abi pada reza yang hendak masuk mobil


" abi.. " ucap reza yang langsung memeluk abi, karena sedari tadi ia menahan sesak di dada nya


" tenang lah.. aku akan membantu mu, percaya lah pada ku tapi tidak sekarang, biar papa merenungi semua " ucap abi meyakinkan reza


" Terima kasih.. sampaikan pada caca, aku sangat mencintainya, sampai kapan pun " ucap reza dan melepaskan pelukan nya pada abi dan melihat bianca yang berdiri di depan jendela kamarnya yang sedang menangis. dan memberi isyarat agar tidak menangis lagi.

__ADS_1


" abi.. aku pulang.. Terima kasih " lalu reza pun masuk kedalam mobil nya dan melajukan mobil nya


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


__ADS_2