
dua bulan setelah pernikahan Bryan dan syasa
" sayang.. besok kamu ke rumah mama , aku dan Abi mau ke Jakarta " ucap Reza pada Bianca yang sedang mengerjakan skripsi , Reza meminta Bianca agar ke rumah Wina
" Jakarta .. ? , ada perlu apa. ?''
'' bisnis , kak bryan menawari kerja sama , kemarin kak bryan membeli perusahaan tuan deka Alexander " jelas Reza sambil menggendong Rafi yang baru berusia dua tahun
" oh.. berapa hari , jangan terlalu lama "
" hanya dua hari saja , nanti malam kita ke rumah mama , karena pagi pagi aku ,Abi dan putra berangkat ke Jakarta, ikut penerbangan pertama "
" kak putra juga ikut. "
" iya putra ada meeting dengan syasa " jelas Reza mengusap rambut bianca
" baiklah ,tapi janji hanya dua hari , tidak boleh lebih. "
" iya janji , mana mungkin aku meninggalkan mu terlalu lama , kamu sedang hamil dan harus menyelesaikan skripsi mu dan juga menjaga rafiza " jawab Reza lalu mereka berpelukan
" Reza.. aku pasti selalu merindukan mu " ucap Bianca manja . sementara itu Abi dan Bram serta Wina sedang berbincang di ruang keluarga sedangkan utari masih di toko kue nya menemani Farhan sang kakak .
" Utari tidak kamu jemput '' tanya Wina
" tidak.. Farhan nanti yang mengantarkan nya " jawab Abi santai
" jangan terlalu membiarkan istri mu mandiri Abi , hati hati wanita jika sudah mandiri , pintar mencari uang dia tidak butuh laki laki lagi terlebih laki laki yang tidak perhatian " ucap bram menasehati
" Utari tidak mau di jemput papa , dia tidak mau merepotkan ku "
" apa kamu merasa di repot kan , wanita itu berbicara sebaliknya Abi sayang anak mama paling manja "
" ck mama , tidak begitu ma , mana mungkin aku merasa repot jika dia mau di jemput " jelas Abi tidak terima
" banyak belajar dari papa mu. " jawab Wina , tak lama Utari pun pulang dengan wajah sedikit di tekuk
" aku pulang .. " ucap Utari berjalan menghampiri Bram dan Wina lalu menyalami nya setelah nya menyalami Abi
" kenapa wajah mu seperti itu " tanya Abi memperhatikan wajah Utari
__ADS_1
" capek ..hari ini banyak pengunjung yang datang ke toko kue ,sampai aku lupa mau ke butik " jelas Utari merebahkan pinggang nya
" kamu pulang di antar Farhan " tanya bram melihat menantunya yang memang terlihat lelah
" naik taxi pa , kak Farhan tidak sempat Karen , pengunjung sangat ramai " jelas Utari. " aku pikir anak papa yang tampan sekompleks ini akan menjemput ku "
" whatttt !? sekomplek ? tega kamu " saut Abi tidak terima
" tidak perlu berteriak , seharusnya kamu inisiatif untuk menjemput ku "
" kata mu tidak perlu di jemput. ?''
'' bukan berarti aku tidak mau sama sekali tuan Abi , seharusnya kamu memaksa ku agar mau di jemput , kamu saja tidak peka menyebalkan " jelas Utari manja sambil melihat Abi dan mengerucutkan bibirnya , Wina dan Bram hanya menahan tawa melihat ekspresi Abi yang menggaruk tengkuknya
" iya maafkan aku , besok aku akan memaksa mu agar mau aku jemput " jawab Abi meraih tangan Utari
" telat .. " jawab Utari kesal lalu berdiri berjalan menaiki tangga , Abi hanya terperangah melihat Utari lalu melihat Wina dan Bram bergantian seolah bertanya salahnya dimana . Wina dan Bram hanya tertawa kecil .
" makanya dengar nasehat papa mu " ucap Wina
" hah... alamat nanti malam tidak dapat jatah , mana besok aku harus ke Jakarta " celetuk Abi lalu menyusul Utari , Bram dan Wina sontak tertawa .
🔹
" selamat malam ma pa " sapa bianca yang baru saja datang bersama Reza dan rafi
" jadi menginap di sini " Tanya wina memeluk sekilas bianca dan Reza menyalami bram
" iya ma , besok pagi pagi Reza dan Abi harus ke Jakarta " jawab Reza lalu duduk di sebelah bram dan Bram pun memangku rafi
" ma.. kak Abi mana ? " tanya Bianca melihat sekeliling nya
" ada ..sedang menidurkan Tara dan Tasya , kakak mu Utari sedang menidurkan arya , mereka bertiga sedang rewel " jawab Wina melihat baby sister Rafi yang baru masuk dan membawa barang keperluan rafi
" lastri kamu langsung tidur saja di kamar tamu , Rafi malam ini biar tidur bersama ku " ucap Bianca pada baby sister rafi
" baik nyonya , dan ini keperluan rafi. "
" oh ya.. terima kasih " jawann Bianca mengambil tas nya dari tangan Lastri
__ADS_1
" permisi tuan nyonya. " pamit Lastri lalu melangkah ke kamarnya.
" ma.. kak putra tidak kemari " tanya bianca tidur di pangkuan wina
" kemarin baru saja dari sini bersama Lisa dan bima "
" ma.. kenapa kak putra sikap nya masih sama tidak pernah berubah , dingin , bicara seperlunya ,Caca kan takut ma " celetuk Bianca yang merasa putra tidak pernah berubah selalu dingin jika bersama nya
" perasaan mu saja , kakak mu sudah banyak berubah , tapi jika dia bersikap dingin itu tandanya ada yang ia pikirkan "
" iya juga sih ma , tapi kenapa masih seperti tidak menyukai kak bryan " tanya Bianca , Bram dan Reza hanya tersenyum simpul melihat Bianca seperti anak kecil menanyakan semuanya
" tidak tahu , sudahlah yang penting mereka tidak baku hantam ,ceritanya panjang kamu belum mengerti waktu itu ,sudah sana tidur lihat Rafi sudah tertidur , jaga kandungan mu ,dan Reza istirahat ,besok ke Jakarta " jawab Wina tanpa jeda
" mama selalu seperti itu ck.. Caca juga ingin tahu mereka seperti apa "
" Caca.. " saut Bram dengan suara beratnya
" iya pa .. iya .. " jawab Bianca kesal lalu Bangkit dari pangkuan Wina dan menuju kamarnya , Wina dan Bram serta Reza hanya menahan tawa melihat sikap Bianca tak lama reza menyusul Bianca ke kamar sambil menggendong rafi
" sayang... kamu kenapa.. " tanya Reza saat sampai di kamarnya lalu menidurkan Rafi di tempat tidur .
" mama selalu menjawab dengan jawaban yang sama saat aku bertanya kak bryan dan kak putra , mereka berdua seolah perang dingin " jawab Bianca
" sudah.. jangan terlalu ingin tahu terlalu dalam dengan urusan orang lain , yah.. mereka bukan orang lain tapi saudara kita , jika mereka mempunyai masalah , sudah kita cukup diam tidak perlu ingin tahu apa lagi ikut campur , tidak baik terlebih tidak di minta pendapat kita , yang terpenting mereka baik baik saja , seiringnya waktu nanti pasti akan membaik , hanya butuh waktu saja " jelas Reza mengusap lembut pipi bianca
"ya.. baiklah.. " jawab Bianca menurut lalu Tersenyum dan memeluk Reza
" sudah ayo tidur.. " ajak Reza lalu mereka naik ke tempat tidur
"Reza , besok berangkat jam berapa. ? " tanya Bianca yang kini sudah di peluk reza
" dari rumah jam empat , kenapa "
" eum.. mau sarapan apa, biar aku siapkan . "
" tidak perlu kamu tidur saja , besok sarapan di pesawat saja ,memangnya kamu bisa masak. ? goda Reza
" bisa , masak air " jawab Bianca asal lalu mereka berdua tertawa.
__ADS_1
🔹🔹🔹🔹
terima kasih