CERITA CINTA

CERITA CINTA
140


__ADS_3

" put .. kamu tidak pulang , kamu sudah satu Minggu di sini , kamu tidak rindu dengan brondong mu "celetuk Abi bercanda namun putri menanggapi berbeda


" kamu mengusir ku ,ini rumah mama ,jadi aku bebas kapan saja mau ditinggal disini ,tapi jika kamu tidak suka aku pulang " jawab putri kesal lalu berdiri dan melangkah ke kamarnya dan menahan air mata , Abi pun mengejar nya


" put put put... kamu kenapa.." tanya Abi meraih tangan putri saat hendak menaiki tangga


" tidak apa.. lepas "


" put... kamu ada masalah ?" tanya Abi melihat wajah putri


" tidak ada masalah apapun.. " jawab singkat putri lalu meninggalkan abi sendiri di ujung anak tangga .


" brakkk " suara seseorang membuka pintu dari luar dan terdengar suara seseorang


" ampun pa.. " teriakkan suara Damian


" Damian.." batin Abi lalu berlari ke depan


" ada apa ini .. ada pa.. " tanya Abi bingung dan melihat Damian tersungkur dan wajah lembam lalu melihat Bram buang masih emosi dan menatap tajam damar


" putri sudah satu Minggu di sini dan kamu baru menyusul , laki laki macam apa kamu hah.." teriak Bram


" ampun pa...tapi putri mengatakan pada ku jangan menyusul nya lebih dulu selama satu Minggu ini "


" lantas..ยก kamu diam saja begitu , dengar Damian semarahnya wanita jika pasangannya ada usaha untuk memperbaiki semuanya ,dia juga akan luluh ,jika wanita mengatakan seperti itu sebenarnya dia ingin melihat usaha mu agar dirinya tetap bersama mu , jika dari awal kamu bisa mencegah istri mu pergi dari rumah ,masalah dan aib keluarga mu tidak mungkin kami ketahui , kamu sebagai kepala keluarga seharusnya lebih bijak kecuali jika kamu tidak mau lagi bersama putri , pulangkan saja putri pada kami ,PAHAM ! โ€


" satu lagi kesalahan fatal mu ,kamu sudah memukul putri ku , ''


" pa maaf.. itu tidak sengaja''


'' apa..!! ,kamu memukul putri " saut abi yang masih tidak percaya


" Abi maaf Abi pa..maaf ,Damian tidak sengaja'' mohon Damian


" bangun.." ucap Abi yang wajah sudah tidak bersahabat dan meraih kerah kemeja damian


" aku memang tidak tau masalah kalian ,tapi aku tidak terima jika kakak ku kamu pukul hah "


"buukk "


" cukup..! " teriak putri yang baru saja turun dari lantai atas dan melihat Damian di hajar Abi

__ADS_1


" cukup Abi " ucap putri menghampiri mereka dan sudah berlinang air mata


"putri maafkan aku , maafkan aku " ucap Damian yang memeluk kaki putri


" tandatangani surat ini "


'' surat apa "


" surat perjanjian ,jika kamu memukul ku lagi sengaja atau tidak sengaja , dengan berat hati kita berpisah ,tidak ada lagi kesempatan dan pecat sekertaris perempuannya mu itu aku tidak mau tahu " ucap putri tegas damian pun membaca dengan teliti lalu menandatangani suratnya


" sudah.." ucap Damian memberikan suratnya pada putri


" maafkan aku " ucap putri lalu memeluk putri , dan mereka pun menangis berdua , tak lama Abi dan Bram meninggalkan mereka berdua . beruntung Wina dan Utari sedang tidak di rumah mereka sedang berbelanja bersama cucunya di sebuah pusat perbelanjaan


" putri maafkan aku " ucap Damian melihat wajah putri putri hanya mengangguk setelah nya mereka berdua naik ke lantai atas menuju kamar . Abi dan Bram hanya diam dan hanya melihat nya sekilas .


" duduk lah.. aku obati luka mu " ucap putri saat sampai di kamar


" dimana Dira. ? " tanya Damian lalu duduk di tempat tidur


" ikut mama belanja " jawab putri singkat sambil membawa kotak obat dan duduk di samping Damian


" oh.. "


" maaf .. damian , izinkan aku di sini satu Minggu lagi " jawab putri sambil mengoleskan obat di wajah damian yang lebam .


" baiklah.. apa kamu tidak merindukan ku " tanya Damian meraih jemari putri putri pun sekilas tersenyum simpul , dan melihat Damian sekilas lalu menunduk ,putri memang tidak sanggup jika harus menatap mata suaminya tajam ,mata yang selalu menggoda kaum hawa


" putri..lihat mata ku " ucap Damian meraih dagu putri.


"aku merindukan mu " ucap Damian


"cup " Damian mengecup bibir putri perlahan memulai memanas dan akhirnya mereka melepas rindu. sementara itu di lantai bawah sudah ramai dengan datang Reza ,bianca dan anaknya serta putra ,Lisa dan anaknya lalu Wina dan Utari yang baru saja pulang bersama cucunya .


" astaga ma.. mama belanja mau buka grosir sembako " tanya bianca melihat belanjaan Wina dan Utari begitu banyak


" rakyat mama di sini banyak Caca , dan mama tidak mau orang orang yang bekerja di sini kelaparan dan kenapa kamu bertanya setiap bulan mama belanja seperti ini bersama Utari "


" wow.. ini bau bansos kemana ma " celetuk Abi melihat begitu banyak sembako di anak tangga dekat dapur


" itu nanti mau mama kirim ke panti asuhan " jawab Wina lalu duduk di samping Bram

__ADS_1


" mas.. kamu kenapa. " tanya Wina melihat wajah Bram yang sedikit murung


" tidak apa apa ,mas sedikit pusing. "


'' pusing...?


'' iya pusing menunggu dirimu yang begitu lama berbelanja. " jawab Bram sontak membuat Wina tertawa begitu juga dengan anak anaknya


" berlebihan. " celetuk bianca lalu tertawa kembali


" mama..mama beli coklat kesukaan ku. ?" tanya Caca


"ada .. bongkar saja semua ,mama pusing eum.. mbok Siti..,tolong rapikan semuanya ,aku mau istirahat. " jawab Wina ,dan memerintahkan mbok Siti untuk mengatur semuanya b


" baik nyonya" jawab mbok Siti sopan lalu Wina berdiri menuju kamarnya di ikuti bram . sedangkan Abi dan Reza membahas kembali projects barunya bersama bryan . sedangkan putra bermain bersama anak dan keponakan nya untuk ,Lisa dan Utari membantu mbok Siti membereskan belanjaan nya di dapur dan ruang penyimpanan sembako . sedangkan Caca duduk di kursi meja makan sambil memakan coklat kesuakaan nya dan melihat Utari membereskan belanjaan nya


" ca.. bantu.."


" tidak mau.. ,Caca di sini kan tamu , kakak tuan rumah " canda bianca diiringi tawa kecil


" kamu tamu tak diundang "


" jalangkung dong " jawab bianca tertawa dan semua nya pun tertawa . Abi dan Reza mendengar tawa pecah di ruang makan pun langsung menyusul nya dan bergabung di sana.


'' Reza.. mana rafi...'' tanya bianca melihat Reza datang tanpa Rafi


" itu.." jawab Reza menunjuk Rafi sedang bermain bersama putra ,Arya dan si kembar Tara , Tasya dan Bima sedangkan Abi membantu Utari


" kak putra orang nya sangat dingin tapi jika sama anak anak ramah " celetuk bianca


" putra itu sulit di tebak " jawab Lisa lalu ikut duduk di kursi di samping bianca .


" tu kan pecah " suara Utari terdengar dari ruang penyimpanan sembako ,sontak semuanya melihat ke arah pintu ruangan sembako


" iya maaf.." jawab Abi merasa bersalah dan mengambil telur yang ia jatuhkan menggunakan tisu .


" sana sana..kamu bukan membatu , berantakan semua kan " ucap Utari kesal lalu keluar dari ruangan sembako dan bergabung di ruang makan lalu menyambar minuman Lisa dengan kesalnya


" kenapa tari.." tanya Lisa


" tidak apa apa aku hanya kesal " jawab Utari melihat Abi keluar dari ruang sembako ,dan semua pun tahu biang keroknya

__ADS_1


๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น


__ADS_2