CERITA CINTA

CERITA CINTA
65


__ADS_3

"reza....!!!! " teriak bianca dari dalam kamar nya dan membuang semua kosmetik dan buku bukunya di lantai dan menangis sejadi-jadinya. suara bianca pun terdengar sampai ruang keluarga, semua yang ada di ruang keluarga pun terkejut mendengar teriakan bianca dan suara benda terlempar, ya.. bianca jika sedang marah dan emosi ia memilih untuk melampiaskan semua ke beda sekitar .


" reza.. aku mencintaimu.. salah kita apa.. takdir apa yang sedang mempermainkan kita reza, takdir Tuhan atau takdir yang papa ku berikan pada kita,.. reza.. ! " ucap nya lirih sembari duduk dan memeluk lutut nya di lantai


" Utari.. ayo kita ke kamar.. " ucap abi lembut


" caca abi.. kasihan.. " jawab Utari lirih


" tidak apa apa, eum.. apa kamu lapar lagi.. " tanya abi


" tidak abi.. tapi tolong bawakan aku buah saja untuk nanti di kamar " pinta Utari


" baik lah.. ayo.. berikan Arya pada ku, biar aku menggendong nya " ucap abi lalu menggendong baby Arya lalu mereka pun naik ke atas. putra dan lisa, Bram serta Wina pun masih diam dan duduk di sofa,


" sayang.. aku tinggal sebentar ya.. aku mau menguras caca dulu, kamu bisa mengurus baby Arya ? , kalau ada apa apa, panggil aku ya atau lisa " ucap abi lembut pada utari saat sudah berada di kamar


" ya abi ..aku bisa..aku mama Arya pasti bisa .." ucap lembut Utari dan tersenyum


" kamu jangan ikut memikirkan caca, biar caca aku mengurus nya, kamu urus anak kita eum.. " ucap abi lagi


" iya.." Jawab Utari memahami maksud abi


" aku kebawah.. " ucap abi lalu mengecup kening Utari lalu ia keluar dari kamar menuju ke lantai bawah


masih terdengar suara tangisan bianca yang mengamuk, namun tak satu anggota kelompok yang berani mendekati pintu kamar bianca.


" lisa tolong temani Utari sebentar, " ucap abi saat sampai di ujung tangga.


" baiklah.. permisi ma.. pa.. putra aku ke atas " putra, Bram dan Wina hanya mengangguk sedangkan abi menuju kamar bianca

__ADS_1


" caca.. " ucap abi saat membuka pintu kamar bianca dan menghampiri bianca yang terduduk di lantai dengan seisi kamar sudah seperti kapal pecah


" kakak.. " ucap bianca yang langsung memeluk abi


" caca.. jangan seperti ini, kakak akan membantu mu untuk bersama reza, kakak juga wali mu, eum.. tapi bersabar lah, biarkan papa merenung terlebih dahulu dan buktikan cinta kalian tidak dapat di pisahkan" ucap abi yang memeluk bianca


" aku tidak mau dengan beni kak, tidak mau, aku mau bersama reza, hanya reza kak.. " ucap bianca di sela isak tangis nya


" untuk sekarang turuti kata papa, tapi aku pastikan kamu akan bersama reza, kakak janji " ucap reza menyakinkan bianca dan masih memeluk nya


" reza kak.. " ucap bianca lirih


" untuk sementara tidur di kamar tamu eum..lihat lah kamar mu " ucap reza yang melihat sekeliling kamar bianca


" tidak kak aku mau di kamar ku sendiri " ucap bianca yang masih menangis


" tidur lah, biar kakak membersihkan kamar mu " ucap abi yang mengusap rambut bianca


bianca hanya mengangguk dan membelakangi abi dan kembali menangis, sedangkan abi membereskan barang barang bianca yang berserakan di lantai, tak lama abi pun keluar kamar dan duduk di ruang keluarga.


" papa puas melihat bianca seperti itu " ucap abi tiba-tiba saat sudah duduk di sofa ruang keluarga


" abi tidak habis pikir pa, papa bisa dan tega memperlakukan bianca seperti itu, mereka tidak tahu menahu tentang permusuhan papa dan burhan, bahkan abi pun tidak tau pangkal masalah papa dan burhan " ucap abi kesal


" diam lah , papa lebih tau apa yang terbaik untuk masa depan bianca, tidak ada yang bisa di harap kan dari reza anak seorang mafia tetap lah anak seorang mafia, dan darah itu lebih kental, " ucap Bram tak kalah kesal


" mereka saling mencintai pa, dan papa tau itu, berdamai lah pa dengan masa lalu, " ucap abi


" kamu tidak mengetahui semua nya abi, jadi diam lah, ink urusan papa "

__ADS_1


" ya ini mamang urusan papa bukan urusan reza atau pun bianca " ucap abi emosi


" cukup abi, jaga nada bicara mu " ucap putra tiba tiba


" tau apa kamu tentang bianca, hah? bahkan kamu saja tidak pernah perduli dengan nya dari kecil, " ucap abi pada putra


" cukup.. !! " teriak Wina " mama bilang cukup " ucap Wina lagi


" apa tidak ada lagi kedamaian di rumah ini " ucap Wina yang juga emosi


" tanya kan saja ini pada suami mama, apa dia mau berdamai dengan masa lalunya " ucap abi yang sudah berdiri


" cukup... !!! teriak bianca tiba-tiba yang keluar dari kamar dan masih menangis " cukup.. " ucap nya lirih dan langsung menutup pintu dengan cara membanting pintunya.


" papa egois.. " ucap abi yang langsung naik tangga dan menuju kamarnya


putra pun memilih untuk naik ke atas Wina pun masuk kekamar nya, sedangkan Bram masih di ruang keluarga sendirian


🔸


" caca.. tunggu aku, aku akan memantaskan diri ku agar layak untuk mu, aku tahu, semenjak ayah ku tiada, keluarga ku tidak mempunyai apa apa karena semua aset di sita negara, ibu ku berjuang dari nol agar aku bisa seperti saat ini, tapi memang aku belum layak untuk mu " ucap reza yang saat ini berada di rumah nya, rumah yang ia beli untuk bianca


" tunggu aku sayang.. " ucap reza dan meneteskan air matanya


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2