CERITA CINTA

CERITA CINTA
129


__ADS_3

" sayang.. kamu pasti bisa " ucap putra yang berada di atas kepala lisa dan terus menggengam jemari lisa sesekali mengecup keningnya


" putra ini sakit putra" jawab lisa sambil mengatur nafasnya


" ambil nafas nyonya, lalu buang, terus nyonya sedikit lagi. " ucap dokter yang menangani lisa melahirkan.


" putra..!!! " teriak lisa bersamaan lahir nya bayi mereka dengan suara tangis yang menggema di ruangan bersalin


" akhirnya.. Terima kasih Tuhan, Terima kasih lisa, aku mencintaimu, Terima kasih " ucap putra menangis haru, putra lantas teringat dengan mamanya wina, putra baru merasakan betapa susahnya menjadi seorang ibu yang rela menahan sakit demi melahirkan anak anaknya tanpa sadar putra menyebut " mama "


"mama.. " gumam putra lalu kembali mengecup kening lisa,


" selamat tuan bayi anda laki laki " ucap dokter,


" Terima kasih dokter " jawab putra lalu melihat lisa


" bayi kita laki laki sayang.. "


" iya putra.. " jawab lisa lirih, tak lama Suster memberikan bayinya pada putra untuk di Adzankan setelah nya putra keluar menemui wina dan bram dan saudara saudara nya yang sedang menunggunya sedari tadi


" mama " panggil putra


" putra.. bagaimana lisa "


" lisa masih di tangani dokter dan suster, ma ini cucu mama " jawab putra meneteskan air matanya


" cucu oma, mirip sekali dengan mu waktu bayi putra " ucap wina berkaca kaca saat menggendong cucunya, tiba tiba putra berlutut di hadapan wina


" mama, maafkan putra "


" putra apa yang kamu lakukan " jawab wina sambil menyerahkan bayi putra pada bram


" maafkan putra mahkota, selama ini putra tidak begitu perduli dengan mama, , kurang memperhatikan mama, putra sangat sibuk dengan pekerjaan putra sendiri hingga lupa meluangkan waktu untuk mama, maafkan putar ma " isak putra di kaki wina, Wina yang terharu dengan sikap putra pun ikut menangis, begitu juga dengan nita, abi, banyu dan bayu, tidak menyangka kakak yang begitu dingin, jarang berbicara jika tidak penting dan terkenal sadis, saat di kantor bisa menangis tersedu sedu. bram yang melihat pun ikut meneteskan air matanya


" bangunlah nak " ucap Wina sambil mengangkat kedua bahu putra


" putra ku, putra pertama ku " ucap Wina lalu memeluk putra


" jadilah ayah yang baik, eum.. " ucap Wina lagi mengusap rambut putra dan melihat wajah putra yang penuh penyesalan karena tidak pernah mempunyai waktu untuk nya


" mama, Terima kasih atas segala nya " jawab putra lalu mencium punggung tangan Wina.lalu memeluknya kembali


" ma.. " ucap abi lalu memeluk Wina di susul banyu dan bayu

__ADS_1


" ada yang kurang ma " ucap seseorang tiba tiba


" juna.. " jawab wina kemudian juna juga ikut berpelukan


" Pandawa mama sudah lengkap " ucap Wina melihat satu persatu anak laki lakinya lalu tersenyum, tak lama putra menghampiri Bram, matanya sudah berkaca kaca saling memandang satu sama lain sedangkan bayinya sudah di berikan kepada suster.


" papa.. " ucap putra yang langsung memeluk Bram


" maafkan putra, "


" pasti.. jadilah ayah yang baik " jawab Bram menepuk nepuk punggung juna


" putra akan berusaha menjadi ayah yang baik seperti papa, seperti yang papa ajarkan " ucap putra lalu menghapus air matanya sendiri


" sekarang, temui istri mu, dia lebih membutuhkan mu " jawab Bram menepuk pundak putra


" ia pa Terima kasih " ucap putra lalu tersenyum kemudian masuk kembali ke ruang bersalin. entah mengapa Bram melihat putra pertamanya itu seperti terlahir kembali, dan berharap putra lebih banyak lagi berubah menjadi ramah dan menyayangi keluarga. Bram juga menyadari kini dirinya sudah semakin tua, di lihatnya anaknya satu persatu lalu melihat Wina yang sedang duduk bersama anak anaknya dan juga menantunya, lalu tersenyum


" mungkin lima atau enam tahun lagi aku sudah mempunyai cucu dari juna, ternyata aku sudah semakin tua " batin Bram, lalu menghampiri Wina,


" sayang.. "


" eum.. " jawab Wina melihat ke bram, lalu bram menarik abi agar duduknya berpindah


" ck.. papa.. " pekik abi saat lengannya ditarik


" abi air mineral saja, jangan minuman kemasan yang mani manis " ucap Wina


" iya ma.. "


" adik adik mu sekalian "


" iya mama.. " jawab abi lalu menarik juna


" ayo temani kakak "


" ck.. iya.. " jawab juna sedikit kesal


" mas kenapa melihat ku seperti itu " ucap Wina saat melihat Bram terus memandang nya


" I love you " jawab Bram,lalu mencium pipi Wina tak menghiraukan anak anaknya mendengar dan melihat nya, dan tidak perduli para tenaga medis berlalu lalang.


" astaga.. " pekik banyu dan bayu, nita pun pura pura tidak melihat dan memainkan ponsel nya

__ADS_1


" malu mas banyak orang " ucap Wina


" aku tidak perduli, aku mencium istriku, yang selama dua puluh tahunan lebih aku bersamanya, Terima kasih sudah memberikan ku anak anak yang hebat, dan menjadi istri dan ibu yang hebat " jelas Bram mengusap lembut pipi Wina


" aku hebat karena adanya suami yang selalu mendukung ku " jawab Wina menyatukan kening nya


" astaga.. mama papa, ini rumah sakit, bukan di rumah " ucap juna yang sudah datang bersama abi


" diamlah, nanti kamu jika sudah dewasa akan lebih dari papa saat bersama istri mu " jawab bram santai sambil mengambil minuman dari tangan abi


" aku tidak akan melakukan hal itu di tempat umum " jawab juna santai lalu duduk di samping Wina


" katakan saja ku cemburu dengan papa mu eum.. mari, mama belum memelukmu " ucap Wina menimpali lalu memeluk Arjuna


" bagaimana sekolah mu eum.. "


" baik ma.. Arjuna pulang dari asrama karena juna merindukan mama " jawab juna yang masih memeluk Wina


" permisi tuan nyonya, pasien yang bernama lisa dan bayinya sudah dipindahkan diruang perawatan " ucap suster menghampiri


" ah.. iya Terima kasih Sus " jawab Wina lalu tersenyum


" iya nyonya sama sama, mari saya antar " jawab suster lalu bram dan Wina dan yang lainnya mengikuti langkah suster menuju raungan lisa.


" silahkan tuan nyonya " ucap suster mempersilahkan masuk ke ruangan lisa,


" Terima kasih " jawab bram lalu suster tersebut pun hanya tersenyum lalu meninggalkan ruangan


" mama " ucap lisa yang masih berbaring


" iya sayang, selamat dan Terima kasih sudah memberikan mama cucu " jawab Wina mengusap kening lisa dan tersenyum sedangkan yang lainnya, melihat bayi lisa


" kak putra, kakak sudah menyiapkan nama untuk anak kak putra " ucap Arjuna


" sudah, kakak memberikan nama Bima sanjaya, nama opa, " jawab putra lalu tersenyum lalu melihat bram meminta persetujuan


" yah.. bagus, papa harap nanti seperti opa buyutnya " ucap bram lalu tersenyum kemudian mendekat ke brankar lisa


" selamat lisa, Terima kasih sudah memberikan cucu untuk papa dan mama, dan bersabar lah dengan sikap suami mu yang terkadang menjengkelkan " ucap bram pada lisa


" papa bisa saja, putra sangat baik pa, hanya saja terlalu sibuk " jawab lisa sedikit tertawa melihat putra, dan putra pun hanya tersenyum. tak lama-lama, abi, juna banyu dan bayu serta nita memberikan ucapan selamat pada lisa dan putra.


🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


Terima kasih😘💕


vote like komen


__ADS_2