CERITA CINTA

CERITA CINTA
127


__ADS_3

beberapa bulan kemudian


kandungan lisa kini memasuki 9 bulan dan hanya menunggu hari saja, dan kandungan Utari memasuki 7 bulan dan baby rafi 3 bulan dan Arya satu tahun lebih. sedangkan Bram dan Wina semakin hari semakin romantis.


" Utari.. ! Utari.. " panggil abi di anak tangga


" brisik kak , kak Utari ada di depan sedang membeli sayur " jawab Bianca sambil menggendong rafi


" sore sore membeli sayur ? " gumam abi lalu menuju keluar rumah menyusul Utari, dilihat nya Utari memang sedang membeli sayur dan buah bersama mbok siti, di tulang sayur keliling, namun Utari terlihat begitu akrab dengan seorang laki-laki yang juga sedang membeli sayur, diketahui laki laki tersebut adalah tetangga depan rumah, dan itu membuat abi terbakar cemburu buta


" Utari.. masuk..! " teriak abi dan menatap tajam laki laki yang di depan Utari


" iya.. sebentar , mbok bawa semuanya ya, dan mas Terima kasih sudah membantu ku, hampir saja tadi terserempet sepeda motor " ucap Utari lalu tersenyum


" iya tidak apa apa nona, sesama tetangga memang harus saling menolong " jawab laki laki tersebut lalu tersenyum dan itu membuat abi semakin panas.


" Utari.. ! '' panggil abi lagi dengan nada sedikit marah, Utari pun bergegas menghampiri abi dengan perut besar nya


"abi suara mu seperti preman pasar " jawab Utari kesal dan berdiri di hadapan abi


" masuk..! " ucap abi yang juga kesal, namun Utari hanya diam memandangi abi, Utari tahu jika abi bersikap seperti itu pasti ia sedang cemburu


" masuk.. !! , ck.. " ucap abi lalu membopong Utari dan membawanya ke dalam


" abi turunkan aku.. "


" duduk di sini, jangan kemana-mana, jika aku melihat lagi kamu akrab dengan laki laki lain, akan aku kurung kamu di kamar " jawab abi sambil mendudukkan Utari disofa


" memang nya aku ayam " jawab Utari santai sambil menahan tawa melihat ekpresi abi begitu menggemaskan saat sedang cemburu sedangkan Bianca, reza, Bram dan Wina terlihat bingung dan heran, namun mereka juga tersenyum geli melihat ekpresi abi


"jangan bercanda utari, sekali lagi kalau kamu keluar tanpa ku, aku benar benar mengurung mu " jelas abi yang sudah duduk di samping Utari


" ck.. bilang saja kamu cemburu sama laki laki tetangga depan rumah kita itu " jawab Utari santai, namun Utari enggan mengatakan jika diri nya hampir terserempet motor karena sudah pasti abi akan bertambah marah dan cemas


" laki laki mana yang tidak cemburu melihat istrinya terlihat akrab dengan pria lain "


'' astaga.. kamu tidak melihat perut ku semakin besar, mana ada laki-laki yang mau dengan ku, kamu aneh " jawab Utari lalu berdiri dan meninggalkan abi dan menuju ruang makan


" awas saja besok kalau kamu keluar tanpa ku " ucap abi yang masih kesal


" abi.. " ucap bram lalu mengisyaratkan agar menyusul Utari,


" malas pa.. " jawab abi lalu memeluk bantal sofa


" awas saja aku akan mengerjai mu " gumam Utari saat di ruang makan, lalu ia mengambil gelas dan sengaja menjatuhkan gelas tersebut.


" pyarrrr "


" Aaaaa.. " teriak Utari lalu tersenyum


" Utari... !! ucap abi terkejut lalu berlari menuju ruang makan diikuti Wina dan yang lainnya


" Utari.. ! " ucap abi melihat Utari yang sudah terduduk dulu lantai, karena memang sengaja Utari duduk di lantai


" abi, pecah.. " jawab Utari, lalu memberikan isyarat pada Bram dan Wina dengan mengedipkan matanya saat abi melihat pecahkan gelas, Wina dan Bram dan yang lainnya hanya tersenyum geli lalu kembali ke ruang keluarga


" mereka berdua ada ada saja " ucap Wina lalu duduk di sofa bersama Bram dan Bianca


" sudah duduk disini, jangan kemana mana " ucap abi membopong Utari dan mendudukkan nya di sofa


" aku mau minum " jawab Utari manja

__ADS_1


" tunggu disini, aku ambilkan " ucap abi lalu menuju ruang makan


" sama buah mangga nya "


" iya.. " jawab abi yang berjalan menuju ruang makan, setelah itu Utari tertawa


" yes berhasil " ucap nya lalu tertawa kembali, Wina dan Bram pun ikut tertawa


" kak Utari bisa saja " ucap Bianca


" kakak mu itu jika sudah cemburu, mengerikan, jadi kakak sengaja membuatnya panik biar marah nya mereda " jawab Utari lalu mengusap perutnya


" sayang.. ini minum nya " ucap abi membawakan minum untuk Utari dan membawakan buah mangga yang sudah ia kupas dan di letakan di piring


" eum.. Terima kasih sayang " jawab Utari lalu tersenyum.


" Utari... "


" eum.. "


" jangan lagi bicara dengan laki laki lain tanpa ku " ucap abi tiba tiba dengan serius


" iya.. maaf " jawab Utari lalu tersenyum, abi pun langsung memeluk Utari


" aku takut kamu pergi dari ku " ucap abi saat memeluk Utari, Utari pun tiba tiba mendorong abi


" ck.. kamu berlebihan " jawab Utari lalu memakan buah mangga dan bersikap santai


" Utari aku serius.. "


" abi, mana mungkin aku pergi dengan perut seperti ini, cemburu mu berlebihan " jawab Utari lalu menyuapi abi buah mangga, bram Wina dan bianca hanya tertawa.


" mantan playboy bisa juga cemburu " ucap Wina santai lalu tertawa


" aduh.. " ucap Utari sambil mengusap perut nya


" sayang, kenapa? "


" anak mu tendangan kuat, lihat ini " jawab Utari menarik tangan abi dan di letakan nya di perutnya


" iya.. Hai.. jagoan, sedang apa di dalam, main bola " ucap abi pada perut Utari


" tidak pa, lagi makan mangga " jawab Utari lalu tertawa begitu juga Bram dan Wina serta Bianca


" sayang... " panggil reza tiba tiba datang


" reza, sudah pulang ? "


" eum.. " jawab reza lesu dan masih berdiri di depan pintu kamarnya


" ma.. caca titip rafi " ucap Bianca memberikan rafi pada wina lalu Bianca menghampiri reza


" reza apa kamu sakit , kenapa terlihat lesu " tanya Bianca lalu membuka pintu kamar.


" eum.. " jawab reza lalu masuk kedalam kamar diikuti bianca lalu reza melepas jas, dan sepatu dan kaos kakinya, lalu reza berbaring


" reza.. " panggil Bianca sambil mengusap kening reza dan memegang tangan reza


" tubuh mu hangat, aku ambilkan air minum hangat untuk mu dan obat sebentar " ucap bianca , dan reza hanya mengangguk kemudian Bianca keluar kamar,


" ma .. caca, titip rafi , asi caca ada di freezer, caca mau mengurus reza sebentar, badannya sedikit panas " ucap Bianca saat di ruang keluarga

__ADS_1


" iya, kamu urus suami mu, rafi biar oma yang mengurusnya " jawab Wina lalu tersenyum


" Terima kasih ma "


" reza sakit apa ca " tanya abi yang sedang memangku Arya yang baru saja bangun tidur


" badan nya panas " jawab caca sambil menuju ruang makan untuk mengambil obat di kotak p3k, dan mengambil air hangat, lalu Bianca bergegas ke kamar nya


" reza sakit karena sudah tiga bulan tidak kamu sayang sayang " goda abi saat Bianca melintas di samping nya


" tidak ada hubungannya " jawab Bianca sedikit kesal lalu masuk kedalam kamarnya, dan abi hanya tertawa


" suka sekali kamu menggoda adik sendiri " ucap Utari menepuk lengan abi, abi, Wina dan Bram hanya tertawa.


" reza.. ini minum obatnya " ucap Bianca lalu duduk di tepi tempat tidur


" aku tidak mau minum obat sayang, pahit " jawab reza lalu menutup wajahnya dengan bantal


" sayang.. ayo lah apa kamu tidak mau menggendong rafi ? " ucap Bianca meletakkan obat dan gelasnya di meja nakas


" sayang jangan paksa aku, aku tidak suka minum obat " jawab reza membalikkan badan nya


" baiklah " ucap Bianca sambil membalikkan tubuh reza lalu Bianca naik ke perut reza dan mendekatkan wajah nya


" sayang apa yang kamu lakukan,? " tanya reza


" kamu ingin obat seperti apa " jawab Bianca melihat reza lalu mencium bibir reza


" kamu ingin obat seperti ini " ucap Bianca lalu mencium reza kembali


" tunggu, apa kamu sudah siap melayani ku lagi " tanya reza melihat Bianca, bianca pun hanya tersenyum lalu membuka kemeja reza dan posisi Bianca masih berada di atas reza, setelah nya mereka melakukan nya untuk pertama kalinya setelah Bianca melahirkan.sementara itu di ruang tamu anak anak Wina sedang berkumpul, banyu, bayu beserta istri istrinya sedang berkunjung, , putra yang baru saja pulang bekerja dan lisa baru selesai mandi dan putri bersama Damian juga berkunjung.


" kalau sudah berkumpul begini, ramai seperti pasar " ucap abi lalu tertawa kecil


" ma aku ke kamar mau mengganti baju ku " ucap bayu


" eum.. " jawab Wina lalu mengangguk kemudian bayu menuju kamar nya.


" caca mana ma " tanya putri mengambil rafi dari pangkuan Wina


" ada di kamar sedang mengurus reza yang sedang sakit " jawab Wina lalu tersenyum


" caca.. kecilkan suaramu, terdengar sampai kamar ku " teriak bayu saat keluar kamar dan berdiri di depan pintu Bianca, semua yang mendengar terikan bayu pun mengerutkan dahinya.


" ada apa bay.. " tanya abi saat bayu bergabung di ruang keluarga


" biasa caca, suaranya tidak bisa di kontrol "


" tapi tidak terdengar dari sini " jawab abi sekenanya


" dari sini yang tidak kak., jarak Ruangan ini dengan kamar caca sepuluh meter " jelas bayu.


" katanya sakit , tapi main hajar saja " ucap abi, lalu semua nya pun tertawa, dan itu membuat rafi terkejut begitu juga Arya mereka berdua pun menangis mendengar suara riuh para om dan paman nya dan tantenya.


🔹🔹🔹🔹


komen


like


vote 🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2