CERITA CINTA

CERITA CINTA
85


__ADS_3

pagi hari.


pagi hari baby Arya sudah menangis, dan membangunkan seisi rumah, entah apa yang membuatnya menangis, abi dan Utari pun binggung, sudah di susui tetap menangis, baju dan popoknya pun semua sudah di ganti, namun tetap menangis.


" abi.. Arya kenapa.. dari tadi malam rewel, dan pagi ini begitu histeris.. " ucap Utari sembari menenangkan Arya


" sayang.. anak papa kenapa eum.. " ucap abi mengambil alih Arya lalu di gendong nya dan di letakan di dada nya namun masih tetap menangis, dan lalu abi mengajaknya turun ke lantai bawah


" abi.. Arya kenapa..? " teriak wina dari lantai bawah.


" tidak tau ma.. dari semalam Arya rewel, " ucap abi yang menuruni anak tangga


" mari sama om bayu.. " ucap bayu saat abi sudah sampai di ruang keluarga, lalu memberikan Arya pada bayu, seketika Arya pun diam sejenak namun menangis kembali,


" Arya kenapa bi.. " tanya banyu lalu mencoba menggendong Arya, Arya pun diam sejenak namun menangis kembalinya, semua anggota keluarga mencoba menggendong nya namun tetep sama saja masih menangis . tiba tiba bianca datang dengan reza.sedangkan putra dan lisa masih di kamarnya


"ma.. Arya kenapa..? " tanya bianca pada Wina, karena Arya menangis di gendongan wina. " tidak tau semua sudah menggendongnya tapi tetap masih saja rewel. "ucap Wina


" coba caca yang menggendong nya " ucap caca, dan menggendong arya,dan meletakkan nya di dadanya benar saja Arya pun diam dan seolah tertidur, di dada bianca, reza yang melihat bianca menggendong Arya dari kejauhan hanya tersenyum dan terbesit ingin memiliki anak, namun ia tepis keinginan nya ,mengingat bianca masih terlalu muda untuk mengandung, semua anggota keluarga pun tersenyum ketika Arya nyaman bersama bianca, dan mereka semua duduk di sofa ruang keluarga kecuali reza, reza masih ingat jika Bram belum ingin bertemu dengan nya ia memilih berdiri di ruang tamu namun masih terlihat dari ruang keluarga,


" ma.. seperti nya caca sudah bisa jadi ibu " goda abi


" kakak.. nanti saja, aku mau menyelesaikan kuliah ku, tapi sebenarnya mau sih " jawab bianca lirih takut Arya terbangun,


" kamu rindu sama mami eum.. " ucap bianca sedikit menggoyangkan pundak nya agar Arya semakin nyaman.


" mami..? " tanya wina heran


" iya mami, kak lisa di panggil bunda, jadi Arya memanggil ku mami, mami caca " jawab bianca santai dan menciumi pipi Arya yang tertidur di dadanya.

__ADS_1


" tidak buruk.. " jawab abi tersenyum


" caca.. mana reza ? " tanya Wina


" reza.. eum.. ada di depan ma.. "


" kenapa tidak kamu ajak masuk kemari, " ucap Wina sembari melihat reza di ruang tamu


" tapi ma.. " jawab bianca melihat Bram " tidak perlu mendengarkan papa mu, bayu.. panggil reza ajak bergabung di sini, reza sekarang menantu di rumah ini , tidak ada yang boleh membantah " ucap Wina tanpa jeda dan menatap tajam Bram yang duduk di sebelah nya dan menyuruh bayu memanggil reza. Bram pun hanya menghela nafas panjang dan pura pura tidak melihat tatapan wina, lalu bayu pun memanggil reza dan bergabung di ruang keluarga, saat reza duduk di sebelah bianca, suasana hening sejenak, saling melempar pandangan, hingga suara " Dutt.. " di balik popok Arya, semua pun tertawa, hingga Arya kembali menangis. akhirnya bianca mencium bau yang tidak sedap, dan sedikit membuka popok Arya ternyata Arya sedang pup.


" kak Utari.. Arya pup " jawab bianca lalu memberikan Arya pada Utari dan semua nya tertawa. reza melihat ekpresi bianca pun hanya tersenyum.


" sini..sekalian biar kakak mandikan, abi tolong bantu aku, " ucap Utari yang sudah menggendong Arya dan menuju lantai atas bersama abi.


" kalian sudah sarapan " tanya wina pada bianca dan reza " sudah ma.. reza memaksaku untuk segera sarapan, karena pagi-pagi sekali reza sudah memasak dan mengerjakan semuanya " jawab bianca tersenyum lalu melihat reza.


" masalah untuk kakak " jawab bianca sembari mengerucutkan bibir nya ke arah banyu


" kak.. kebetulan, kak banyu dan kak bayu pulang, bianca minta tolong bisa tidak? " tanya bianca


" minta tolong apa " tanya bayu


" eum.. tolong bantu caca, untuk jadi model brand baju ku kak, brand reza dan brand punya ku mau ikut serta fashion show minggu depan di gedung Graha, kakak mau ya, " mohon bianca memelas


" uh.. ya.. " jawab kedua nya " yes " ucap bianca


" kami berdua juga mempunyai Brand gabungan ma, nama nya " BIZA " " ucap bianca penuh semangat


" BIZA? " tanya wina " eum.. bianca - reza " jelas bianca penuh percaya diri

__ADS_1


" iya ..mama doa kan usaha kalian berdua maju tanpa hambatan apa pun, dan go internasional " ucap wina lalu tersenyum ke arah bianca dan reza, wina senang melihat kegigihan anak dan menantu nya tersebut, dan yakin, mereka akan sukses di bidang bisnis fashion.


" kamu ingin menjadi model lagi, " tanya Bram tiba tiba


" tidak pa.. caca lebih nyaman di balik layar, caca dan reza sepakat untuk mengembangkan bisnis fashion ini berdua, ya mungkin menjadi model brand caca sendiri " jawab bianca santai. dan bram hanya mengangguk dan melihat bianca dan reza bergantian


" ok.. papa mau mandi terlebih dahulu, ayo sayang.. " ajak bram pada wina


" astaga mas.. aku sudah mandi, " jawab wina


" aku tidak menyuruh mu untuk menemani ku mandi sayang... aku mengajak mu ke kamar untuk menyiapkan baju ku " jawab bram gemas


" seperti nya kamu tertular menantu mu Utari " ucap bram lagi lalu berdiri dan menarik lembut pergelangan tangan wina, wina hanya menurut saja dan menahan malu di hadapan anak dan menantu nya


banyu, bayu, dan bianca serta reza hanya tertawa melihat tingkah orang tua nya, tak lama banyu dan bayu pun beranjak dari duduk nya dan menuju ke kamar masing masing. tinggal lah reza dan bianca,


" caca kapan datang.. ? " tanya putra dari anak tangga dan bersama lisa " kakak telat, caca sudah sedari tadi datang " jawab bianca santai " eum.. maaf tadi kakak, eum.. " jawab putra sedikit gugup dan melihat lisa,


" iya caca sudah tau, caca sudah paham dan mengerti " jawab bianca menggoda putra dan lisa sambil menaik turun kan alis nya.


" dasar.. ' jawab putra lalu menuju dapur bersama lisa untuk membuat jus.


" reza.. ayo ke kamar " ajak bianca, yang langsung menarik lengan reza. reza hanya menurut saja .


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote, like komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2