
" kak abi kenapa aku gugup ya.. " ucap bayu sambil menggosok gosok telapak tangannya, saat masih dalam perjalanan menuju tempat acara
" kak abi dulu waktu melamar Utari, segugup ini tidak " tanya bayu lagi
" tidak, biasa saja, kakak melamar Utari di pasar, hem.. keren bukan " jawab abi bangga, namun Wina dan Bram tertawa
" kenapa mama tertawa " tanya abi
" ya kamu melamar Utari pakai sayuran " jawab Wina yang masih tertawa
" kan waktu itu Utari masih jual sayur di pasar ma, abi juga spontan mengambil sayur nya " jelas abi lalu menggaruk tengkuknya dan semua nya tertawa
" tapi banyak kenangan ma di pasar, pertemuan ku dengan Utari sangat unik, berawal dari lemparan tomat, akhirnya, ah.. sudahlah ma.. abi jadi merindukan Utari " ucap abi
" siapa yang menyuruh mu untuk menceritakan semuanya " jawab Wina sengaja menggoda abi
" mama.. " ucap abi mendengkus namun terkesan lucu di mata bram, bram dan Wina serta banyu pun tertawa
" kamu ingat sayang, waktu kamu hamil juna, mas sedang mengambil mangga muda, lalu abi mengira mama muda " ucap Bram lalu tertawa
" iya dan aku hampir menghajar mu mas " jawab Wina lalu ikut tertawa,
" Tapi kami tidak tahu ma " tanya banyu
" kamu sedang tidur sayang " jawab wina lalu bayu dan banyu tertawa.
" kakak, kakak seperti tidak cocok menjadi pembisnis, kakak lebih cocok menjadi pemain komedi " jelas bayu
" pas, pasangan nya Utari, sudah ramai " canda banyu
" heh... enak saja, membuat orang tertawa itu itu ibadah, apa lagi membuat mama dan papa tertawa, wajib, kalau soal bisnis itu tujuan kakak, kakak ingin seperti papa, saat tua nanti tinggal menikmati, keren kan pa ? " ujar abi melihat kebelakang, karena posisi duduk abi ada di depan,
__ADS_1
" iya.. , jangan lupa kamu juga harus mengurusi hotel dan resorts " jawab Bram lalu tersenyum
" siap pa.. " jawab abi lalu tersenyum tak begitu lama rombongan bram sampai di gedung . karena acara lamaran bayu dan bayu di adakan secara bersamaan
" selamat datang tuan, nyonya " sambut para panitia acara
" Terima kasih " jawab Bram sopan lalu tersenyum
" mari nyonya, tuan keluarga nona dea dan nona nita, sudah berada di dalam
" bay, ini sambutan untuk lamaran atau pernikahan ? " bisik abi yang melihat acara nya begitu mewah
" tidak tahu, aku kira memang seperti ini " jawab bayu begitu polos " bukkk " abi meninju pelan lengan bayu
" aish... sakit " pekik bayu.
" lebih baik langsung menikah, nanti pestanya lagi di surabaya " ucap abi pelan namun bram mendengar nya
" abi.. " panggil bram dengan suara beratnya lalu melihat abi sekilas dan itu membuat abi sedikit takut.
"selamat datang tuan Bram sanjaya dan nyonya sanjaya beserta rombongan, dan kedua mempelai pria " ucap sang pembawa acara.saat rombongan bram duduk di kursi yang sudah disediakan
" pa.. kenapa pembawa acara menyebutkan mempelai ? " tanya bayu pada Bram yang duduk di sampingnya, bram dan Wina duduk mengapit banyu dan bayu
" sudah diam lah, dan ikut ketua panitia nya " ucap Bram saat melihat ketua panitia acara menghampiri nya
" mari tuan bayu, banyu, ikuti tim kami, untuk mengganti baju, mempelai wanita sudah siap " ucap ketua panita
" mempelai, bay memang nya kita langsung menikah " bisik banyu pada bayu yang berjalan di samping nya
" tidak tahu, sudah ikut saja " jawab bayu yang terus menatap jalan dan menjaga wibawa dan senyumannya karena banyak yang melihat mereka.
__ADS_1
" ma.. apa mereka langsung menikah ? " tanya abi yang duduk di samping Wina
" iya.. papa mu sengaja langsung menikahkan mereka, biar nanti tinggal pesta di surabaya " jelas Wina lalu tersenyum
" wow.. kejutan yang tak terduga " jawab abi lalu tersenyum, tak lama banyu dan bayu keluar dengan setelah jas yang sama mereka nampak tampan dan gagah.
" mari tuan duduk di sini " ucap ketua panitia mempersilahkan banyu dan bayu duduk di kursi dan di meja masing masing, lalu Bram Wina dan abi serta kedua orang tua dea dan nita pun duduk di kursi depan calon menantu mereka masing-masing. tak lama san penghulu pun datang di susul keluarnya dea dan nita yang sudah mengenakan kebaya pengantin.lalu duduk di samping calon suaminya masing masing
" baiklah acara sudah bisa di mulai tuan ? " tanya sang penghulu pada Bram
" silahkan pak.. " jawab Bram Lalu tersenyum
" tunggu , ini acara lamaran atau pernikahan ? " tanya banyu
" ini pernikahan tuan " jawab sang penghulu
" pernikahan? " tanya banyu dan bayu terkejut
" Hai.. kalian berdua mau menikahi mereka atau tidak, jika tidak biar aku saja " ucap abi tiba tiba " pletak " Bram menjitak abi
" aw.. sakit pa.. " ucap abi mengusap kepala nya, dan yang hadir pun tertawa
" kamu mau menambah ? " tanya Bram
" itu, " ucap Bram lagi menunjuk nenek dea
" papa bercanda pa , itu nenek nenek pa, yang muda dong pa " canda abi lalu menyunggingkan senyuman nya ke arah Bram yang melihat nya
" mari pak, lanjut kan " ucap Bram lalu tersenyum
" kalian tidak perlu kebingungan seperti itu, hari ini pernikahan kalian, dan pestanya nanti di surabaya " jelas Bram lalu tersenyum kemudian, bayu dan Banyu tersenyum lalu menjabat tangan ayah kekasih mereka masing-masing. hingga akhir kata " SAH " terdengar di ruangan acara..
__ADS_1
🔹🔹🔹🔹
vote jangan lupa 🙏🙏🙏