
" abi, bagaimana orang mu sudah menemukan emon? " tanya reza serius saat mereka berada di teras rumah.
" belum.. entahlah mereka sulit sekali di cari, anak buahnya kemarin pun tidak ada yang mau jujur " jawab abi tak kalah serius.
" reza.. sayang.. " panggil bianca dari dalam rumah
" reza.. " ucap Bianca saat sudah menemukan reza di teras rumah
" apa sayang..? "
" mau itu..? " jawab bianca menujuk pohon mangga yang ada di depan rumah yang buah nya belum begitu matang
" itu masih asam " ucap abi
" mau itu reza carikan yang sudah mau matang .. " ucap bianca manja
" dasar bocah " jawab abi mengacak rambut Bianca lalu masuk kedalam rumah
" mau berapa ? " tanya reza yang sudah di bawah pohon mangga dan bersiap untuk memanjat
" eum ..dua.. " jawab Bianca sekenanya, lalu reza pun naik ke atas pohon
" hati hati sayang.. "
" eum.. "
" ca.. kamu bicara dengan siapa " tanya Utari yang baru saja pulang dari sekolah disain
" reza.. "
__ADS_1
" mana.. tidak ada kak reza " ucap Utari melihat sekeliling nya namun tak menemukan reza
" itu ada di atas pohon mangga " jawab bianca sambil menunjuk reza, Utari pun melihat reza
"astaga.. eum.. ca.. suruh kak reza mengambil 5 mangga , kakak akan buatkan sambal rujak, dan membawa buah lain nya kemari, kita makan di bawah pohon " ucap Utari antusias
" boleh juga kak.. caca tunggu di sini " ucap bianca tak kalah antusias. lalu Utari pun masuk kedalam rumah dan meletakkan tas dan buku nya di ruang keluarga lalu menuju dapur dan membuat sambal rujak.
" Utari kamu sedang apa? tanya lisa tiba tiba menghampiri Utari sedang membuat sambal rujak
" ini kak, sedang membuat sambal rujak, ayo kak ikut, aku membuat sambalnya tidak pedas kok " jawab Utari yang sedang menggiling bumbu.
" boleh apa yang harus kakak persiapkan " tanya lisa
" ambil buah di kulkas kak, seperti nya ada bengkoang dan timun "
" kak sudah semua " tanya Utari
" sudah.. "
" ayo kak kita ke depan, bianca sudah menunggu di bawah pohon mangga " ucap Utari mengajak lisa ke depan rumah
" ayo, " lalu mereka pun menuju depan rumah, ternyata biaca sudah mengelar tikar di bawah pohon mangga dan duduk bersama reza
"seperti ini enak sambal buatan kak Utari " ucap bianca saat Utari dan lisa duduk di tikar
" ini kak mangga nya, sudah di cuci sama reza, tidak perlu di kupas, langsung aja di potong potong " ucap bianca memberikan mangga nya pada lisa, lalu lisa pun memotong motong dan meletakkan nya di piring lalu mereka semua pun memakan nya
" astaga.. aku tunggu, ternyata asyik di sini " ucap abi tiba tiba sambil menggendong arya yang baru saja bangun.
__ADS_1
" maaf sayang, aku khilaf melihat mangga " ucap Utari sambil menyunggingkan senyum nya
" ini arya, sudah bangun " ucap abi lalu menghampiri Utari dan memberikan arya pada utari,
" mam.. " ucap arya yang melihat semua orang makan buah
" ini " ucap bianca
" sayang itu asam.. ? " ujar reza
" biar, aku mau melihat ekpresi arya " jawab bianca lalu memberikan potongan mangga pada arya, lalu arya pun menggigit nya seketika semua orang pun tertawa melihat ekpresi arya, arya pun sontak menangis.
"momy caca nakal ya " ucap utari lalu mendekap arya
" baik nya aku masuk kedalam, aku mau menyusuinya
" aku.. ? " tanya abi bercanda
" ini.. " jawab utari sambil memasukkan buah mangga sisa arya ke dalam mulut abi
" astaga asam utari.. " ucap abi lalu membuang mangga nya, reza, bianca serta lisa yang melihat mereka pun tertawa.
" ca kakak sudah, kakak juga mau masuk kedalam " pamit lisa lalu masuk kedalam , tinggal lah abi, reza dan bianca yang menghabiskan rujak nya sesekali reza mengusap perut bianca
🔹🔹🔹🔹
like vote, komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1