CERITA CINTA

CERITA CINTA
47


__ADS_3

satu minggu berlalu, lisa sudah mulai terbiasa dengan situasi rumah Wina, dan kebiasaan kebiasaan orang di dalam nya, dan itu membuat ia belajar banyak hal dari Wina dan juga Utari dan mereka saling akrab satu sama lain. sedangkan Bianca, masih sama sibuk dengan kegiatan nya dan terhitung 3 minggu ia menjalani tugas kuliah, kerja sebagai model dan terkadang ikut membantu abi mengurusi hotel dan sekolah bela diri, tentunya tak lepas dari pengawalan sang bodyguard pribadi nya reza Malik,


" reza.. ayo kita pulang, pemotretan hari ini selesai, tapi sebelum pulang aku ingin ke suatu tempat, " ucap Bianca yang sudah bersiap pulang dan membawa tas nya sendiri


" baik nona, mari.. " ucap reza mempersilahkan keluar ruangan pemotretan


" semua nya aku duluan " ucap Bianca pada kru fotografer.


" ok.. sip hati hati.. " ucap salah satu kru fotografer.


"nona, tempat mana yang ingin anda kunjungi " tanya reza saat sudah berada di mobil yang melaju


",danau ronggojalu.." jawab Bianca santai sembari memandang keluar jendela


" jo.. aku merindukan mu.. " ucap Bianca dalam hati dan matanya sedikit berkaca kaca lalu ia menghela nafas panjang.


sepanjang perjalanan, Bianca diam begitu juga reza tidak berani bertanya apa pun hanya suara lagu milik adamesh " hanya rindu " yang mengalun merdu di dalam mobil. semakin meresapi tiap lirik lagu yang terdengar, air mata Bianca terjatuh dan semakin deras, sembari memandang keluar jendela.


" nona kita sudah sampai di danau.. " ucap reza yang membuyarkan lamunan Bianca lalu Bianca mengusap air matanya.


" ah.. iya.. " ucap Bianca sendu lalu turun di susul reza yang mengikuti langkah Bianca, setelah sampai di dekat danau bianca duduk di kursi yang tersedia di bawah pohon, sedangkan reza berdiri di belakang nya.


" reza duduk lah, tidak perlu terlalu formal menjaga ku, " ucap bianca menyuruh reza duduk di sebelah nya


" baik nona " jawab reza lalu duduk di sebelah bianca.


" reza kamu tahu..sakitnya merindukan seseorang tapi orang yang kita rindukan sudah tidak ada lagi di dunia ini, rasanya sangat sakit reza, sakit.. " ucap bianca yang sudah menangis sejadi-jadinya tanpa suara hingga tubuh nya bergetar, dan sesak di dada nya. reza tidak bisa berbuat apa apa, hanya diam dan memandangi bianca, ia pun ikut bersedih melihat sang nona begitu sangat kehilangan kekasih nya walaupun reza tau bianca sudah berusaha bangkit dan tegar, namun dalam hati yang paling dalam ada rasa rindu yang amat dalam.

__ADS_1


" iklhas kan Nona, walaupun tidak mudah, mengikhlaskan orang yang kita sayangi, karena saya juga merasakan hal yang sama, bedanya saya kehilangan adik dan ibu saya dalam waktu berdekatan. " ucap reza berusaha menghibur bianca dan memandangi bianca.


" ya kamu benar reza, ikhlaskan, tapi untuk sekarang mungkin aku belum bisa, sungguh aku belum bisa " ucap bianca yang masih menangis.


" seiring waktu nona pasti bisa, " ucap reza


" reza.. " panggil bianca sembari menyandarkan Kepala nya di pundak reza, reza hanya bersikap biasa.


" ya nona " jawab reza


" biarkan aku bersandar di pundak mu sebentar saja, " ucap Bianca dan memejamkan matanya.


" iya nona silahkan " jawab reza


keduanya terdiam, reza menikmati indah danau di sore hari, tak banyak pengunjung yang datang, hanya beberapa orang saja yang lalu lalang,


" reza.. boleh aku bertanya " tanya Bianca tiba tiba yang masih bersandar di pundak reza


" usia mu sudah 30 tahun kenapa kamu belum juga menikah " tanya Bianca


" entah lah, jodoh saya masih di sembunyikan Tuhan " jawab reza di iringi tawa kecil


" kamu bisa saja reza " ucap Bianca yang langsung mengangkat Kepala nya dari pundak reza dan ikut tertawa


" menikah adalah impian semua orang nona tapi usia tidak menjadi tolak ukur untuk kita segera menikah,untuk saya pribadi menikah adalah suatu hal yang sakral maka dari itu saya menunggu jodoh yang memang Tuhan kirimkan pada saya , terlebih dengan kondisi saya yang hanya hidup pas pasan, sebagai laki laki, saya harus memantaskan diri saya agar layak untuk istri dan anak saya kelak nona " ucap reza panjang lebar dan tersenyum


" pemikiran mu terlalu matang reza, dan banyak pertimbangan , " ucap Bianca

__ADS_1


" itu harus nona karena saya laki laki dan kelak harus memberikan kehidupan yang layak untuk istri saya, " ucap reza,


" seperti nya akan turun hujan, udara semakin dingin, " ucap Bianca yang mengusap lengan nya, tanpa sadar reza pun melepas jas nya dan memakai kan nya kepada Bianca.


" gunakan ini nona, udara nya memang sangat dingin, " ucap reza


" Terima kasih reza, kamu dari dulu sangat baik menjaga ku, tidak salah aku meminta mu untuk menjadi Pengawal pribadi ku " ucap Bianca yang merapat kan jas reza ke tubuh nya


" nona sebaik kita pulang, langit sudah semakin gelap " ucap reza yang langsung berdiri di ikuti Bianca


" ayo.. " ucap Bianca yang langsung melangkah , reza pun melangkah di belakang Bianca


" silakan nona " ucap reza yang membukakan pintu mobil bagian belakang,


" reza aku mau duduk di depan saja " ucap Bianca


" tapi nona.. ? "


" sudah jangan banyak tapi, buka pintu nya " perintah Bianca sembari menepuk lengan reza


" baiklah jika nona memaksa " ucap reza yang terpaksa membukakan pintu mobil bagian depan untuk bianca, lalu ia pun masuk ke dalam mobil di bagian kemudi


" sudah aku katakan, jangan terlalu formal dan sungkan dengan ku reza, kamu sudah mengenal ku dari kecil, anggap saja aku ini adik mu atau teman mu " ucap Bianca saat reza sudah masuk kedalam mobil dan menggunakan sabuk pengaman.


" ya baik lah jika itu permintaan nona, " jawab reza di iringi senyum yang terus mengembang ke arah Bianca. lalu melajukan mobil nya.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2