CERITA CINTA

CERITA CINTA
28


__ADS_3

dua minggu setelah kejadian Utari dan putra, mereka nampak masih perang dingin, Utari enggan menyapa putra terlebih dahulu, sedangkan putra sebenarnya ingin meminta maaf dan menyapa nya tapi gengsi nya lebih besar. terlebih Utari selalu menghindar jika putra datang ke rumah dan langsung masuk ke kamar dengan berbagai alasan, hati nya masih sakit jika melihat putra dan mengingat kata kata putra,


Dan sudah dua minggu ini Utari menyibukkan diri nya dengan membuat kue ontbijtkoek kue khas Belanda, dan berbagai kue lain nya, yang ia pelajari dari sang ayah sewaktu ayah nya masih hidup. dan ia pun memcoba peluang mempromosikan kue nya dalam satu minggu ini ke temen teman semasa kuliah nya, tentunya atas izin dari abi, serta Wina dan Bram sedang kan kakak kakak ipar nya dan juga adik adik nya tidak mengetahui nya,


"ma.. pa.. Utari izin mau ke pasar, dan kue yang ada di meja itu khusus Utari buatkan untuk mama dan papa "ucap Utari pamit pada Bram dan Wina saat di ruang keluarga


" iya sayang.. hati hati.." ucap Wina,dan tersenyum


" abi... sayang..!! " panggil Utari dari bawah


" ya aku datang..!. " jawab abi yang sudah menuruni tangga


" sudah beres semua "? tanya abi pada Utari


" sudah.. tapi masih di dapur belakang.. "


" ya sudah.. biar aku yang mengangkat nya sama mbok Yati kamu langsung ke mobil saja " ucap abi sembari berjalan ke dapur belakang


" Utari.. apa kamu mau papa buatkan toko kue? " ucap Bram menawari Utari


" eum.. nanti saja pa.. abi juga sudah menawari utari tapi Utari masih berfikir , Utari takut tidak bisa membagi waktu, bagaimana pun waktu Utari bersama abi dan keluarga adalah no satu pa .. " jelas Utari dan tersenyum


" kalau gitu Utari berangkat pa ma ..? " pamit Utari karena abi sudah memanggilnya dari luar


" iya sayang.. " ucap Utari menjawab panggilan abi dari luar.


" liat lah menantu mu yang satu itu, dia lebih menyayangi keluarga dari pada mengejar impian impian nya, apa kita sudah merenggut impian nya mas..? " ucap Wina sendu


" biarkan dulu dia seperti itu, kita lihat di jalan mana ia akan meraih impian nya, kita hanya bisa mengarahkan nya dan abi menjaganya " jelas Bram


" kalian mau kemana " tanya putri tiba tiba yang baru saja datang bersama Damian

__ADS_1


" mau ke pasar kak.. " jawab Utari ramah dan tersenyum


tak lama mobil putra datang, putra dan lisa pun turun dari mobil dan menghampiri abi, Utari dan putri serta Damian.


" Hai.. apa kamu baru sampai put..? " tanya lisa pada putri


" iya sa.. baru saja.. " jawab putri santai


" kak.. aku duluan ya.. sudah tunggu di teman teman ku " pamit utari dan tersenyum ramah namun tak melihat putra sedikit pun, lalu Utari masuk kedalam mobil


" iya hati hati.. " ucap lisa


" kalian mau pergi kemana? " tanya putra pada abi saat Utari sudah masuk kedalam mobil


" sejak kapan kamu mengurusi urusan orang bodoh " ucap abi ketus lalu menyusul Utari masuk ke dalam mobil.


"kalian berdua kenapa, tidak biasa nya abi dan Utari cuek dan ketus pada mu " tanya putri heran saat mobil abi sudah melaju, putra memilih diam tanpa ekpresi lalu masuk kedalam rumah, putri, lisa dan Damian pun heran atas sikap putra dan abi


" astaga putri kamu selalu mengagetkan mama " jawab Wina sembari memegang dadanya, putri hanya tertawa


" Hai ma pa.. " sapa lisa dan tersenyum lalu mencium pipi Wina dan menyalami Bram, di susul putri dan yang lainnya


" ma.. pa.. abi dan Utari tidak bisanya weekend ke pasar " tanya lisa


" eum.. itu Utari mengantarkan pesanan kue untuk teman temannya " jelas Wina


" eum.. ma.. siapa yang membuat kue sebanyak ini , kue dari noni Belanda semua " tanya putri saat di ruang makan dan menemukan berbagai kue di meja makan


" adik ipar mu memang noni Belanda, " jawab Wina sembari tertawa


" kita sudah di jajah dengan kue sama Utari ma.., " ucap putri yang sudah membawa kue di piring dan bergabung di ruang keluarga

__ADS_1


" terlebih abi ..sudah terjajah hatinya " ucap Damian di iringi gelak tawa semua nya


" tapi impian Utari sudah terjajah " ucap Bram ambigu dan melihat putra, , putra yang paham akan tatap papanya hanya membuang pandangan nya dan memakan kue buatan Utari


" lumayan rasa kue buatan nya " ucap putra dalam hati


" ma.. tadi mama bilang Utari mengantarkan pesanan ke pasar, pesanan apa ma? " tanya lisa sembari memakan kue sedangkan putri membuat minuman di dapur


" pesanan kue untuk teman teman nya, sudah satu minggu ini ia membuat kue dan menjual ke temannya dan di pasar " jelas Wina sembari memakan kue buatan Utari


" Utari diam diam mempunyai jiwa bisnis juga " ucap putri " kenapa abi tidak membukakan toko kue saja, kalau memang Utari tidak boleh bekerja di hotel


" abi sudah menawari nya dan papa juga sudah menawari nya, tapi dia masih berfikir takut tidak bisa membagi waktu, Utari bilang biar bagaimana pun abi dan keluarga no satu " ucap Bram santai


" usia nya masih muda tapi cara berfikir nya dewasa, walaupun terkadang jika mengobrol kurang memahami " celetuk putri


" jangan salah putri ..sekarang dia sudah banyak berubah, tentunya abi dan mama sangat bersabar memberitahu nya " ucap Bram menjelaskan


" gadis polos " ucap Damian dan tersenyum


" dia bukan gadis lagi sayang, abi sudah mengambil kegadisannya " ucap putri di iringi gelak tawa.


" sudah cukup.. ! , jangan menjadikan Utari bahan candaan kalian, bagaimana pun ia rela mengubur impian nya demi keluarga, terlebih hanya untuk menemani mama di rumah, dia hanya keluar jika mama dan abi mengajak nya, jika keluar sendiri pun ia selalu izin sama mama,. " jelas Wina panjang lebar


" maaf ma.. " ucap lirih putri dan semua pun saling memandang. dan terdiam


🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2