
pagi harinya
bryan, reza, abi dan para asisten mereka kini sedang meeting untuk melanjutkan kerja sama mereka, semua berfikir dan menyampaikan konsep masing masing dan berjalan hampir 5 jam mereka di ruang meeting dan hampir melupakan makan siang nya, hingga syasa datang membawakan mereka makanan.
" permisi.. " ucap syasa saat masuk ke ruang meeting
" apa kalian tidak istirahat " tanya syasa yang berjalan menghampiri bryan
" astaga sudah jam satu lebih, baiklah kalian istirahat, nanti kita lanjutkan " ucap bryan pada asisten nya dan dewan direksi lainnya
" permisi tuan " pamit mira asisten bryan yang dari perusahaan sendiri, bryan pun hanya mengangguk.
"ini untuk kalian, pasti kalian lapar " ucap syasa pada abi dan reza
" kamu memang pengertian sya.. " jawab reza lalu tersenyum dan mengambil kotak makanannya
" masakan kakak juga tak kalah enak dengan masakan mama " ucap abi yang sudah membuka kotak makan nya
"kamu bisa saja.. " jawab syasa pada abi lalu tersenyum
" mas.. " ucap syasa pada bryan yang berdiri di hadapan syasa, syasa pun mengalungkan tangannya di leher bryan dan tidak menghiraukan abi dan reza
" eum.. " jawab bryan menyatukan kening nya dan mereka berdua tersenyum, reza dan abi pun hanya tersenyum dan menggelengkan Kepala nya dan pura puravtidak melihat
" I miss you " ucap syasa lalu mengecup bibir bryan
" I miss you too " jawab bryan yang juga mengecup bibir syasa
" ya elah.. reza sebaiknya kita keluar, kita makan siang di luar saja " ucap abi lalu tertawa dan menarik lengan reza keluar dari ruang meeting sambil melihat bryan dan syasa yang masih berpelukan
" selesai meeting sepertinya aku juga mau pulang ke surabaya " ucap reza saat berjalan keluar
" kamu sama saja za.. " ucap abi tertawa
" kamu juga tidak ada bedanya dengan ku abi " jawab reza sedikit mendorong tubuh abi lalu mereka berdua pun tertawa lalu keluar dari ruang meeting sambil membawa makanan nya dan makan di pantry
" Reza .. "
" heum.."
__ADS_1
" menurut mu bisnis ini akan sukses " tanya Abi , sambil mengunyah makanan nya
" aku yakin , karena aku juga butuh wadah untuk mengembangkan bisnis ku ,dan dengan ini brand ku juga bisa masuk ke mall mall besar "
" ok baiklah .. aku dan tim ku akan berusaha bagaimana caranya semua misi kita sukses " jawab Abi yang kepalanya sudah di penuhi banyak ide.
" sudah habiskan makanan mu sebentar lagi kita lanjut meeting " ucap Reza .lalu mereka berdua menghabiskan makan siang nya , setelah nya mereka kembali ke ruang meeting namun saat hendak masuk masuk Abi dan reza memperhatikan syasa dan Bryan yang masih bermesraan
" reza lihat lah kak syasa, begitu bahagia bersama kak bryan, dan hanya kak bryan yang bisa membuat kak syasa tertawa kembali, padahal dulu banyak laki laki mendekatinya ,namun kak syasa tak bergeming, hingga akhirnya kak bryan datang kembali, tiga hari bersama langsung menikah dan mereka sama sama takut kehilangan lagi " jelas abi panjang lebar dan melihat syasa dan bryan saling tertawa dan bercanda
" kisah mereka begitu rumit, jika di bayangkan , sedih " jawab reza.
" jodoh tidak kemana reza, sama halnya kamu dengan caca " ucap abi lalu tersenyum
"semoga kebahagiaan selalu bersama kalian " ucap abi dalam hati . dan mereka melanjutkan meeting sampai sore
" baiklah meeting kita lanjut besok pagi lewat on line dan untuk konsep nona syasa nanti menyusul " ucap Bryan mengakhiri meeting nya bersama abi dan reza serta yang bersangkutan dengan project baru nya.
" baiklah kak , ini sudah jam lima sore aku dan reza langsung pamit pulang ke Surabaya " pamit abi menyalami bryan
" aku juga pamit , terima kasih untuk kerja samanya " ucap reza yang juga menyalami bryan dan syasa
" iya kak... " jawab abi lalu tersenyum kemudian keluar dari ruang meeting dan langsung menuju bandara
🔹
" aku pulang " ucap Abi saat memasuki rumah bersama reza
" Reza...! " panggil Bianca yang berlari kecil menyambut suaminya dan langsung menghambur ke pelukan nya dan reza menggendong nya di depan . tidak perduli ada Utari ,Abi ,Wina dan bram serta baby sister anak anak yang melihat nya
" Reza.. aku merindukan mu " ucapnya pelan dan Reza hanya tertawa kecil melihat tingkah istrinya seperti anak kecil
" aku juga merindukan mu , sekarang turun " jawab Reza menurunkan Bianca di sofa
" kamu seperti anak kecil ca..'' celetuk Abi yang duduk di sebelah Utari
" biar.. '' jawab bianca sekenanya lalu memeluk Reza dari samping yang duduk di sampingnya, tak lama Rafi berjalan menghampiri reza
" pa..pa.. "
__ADS_1
" hai sayang... kamu juga merindukan papa eum.. " ucap Reza lalu memangku rafi
" selamat malam semua " ucap putri tiba tiba datang bersama Dira tanpa damian dan wajahnya menahan tangis
" malam.. kamu Kenapa put.. " tanya Abi melihat putri yang sedang tidak baik baik saja . namun berusaha menutupinya
" tidak apa apa " jawab putri langsung berjalan menuju lantai atas setelah menyuruh Dira bersalaman dengan Bram dan Wina , Wina dan Bram hanya saling melihat lalu memberikan isyarat pada Bram agar menyusul nya
" putri... kamu kenapa.. ? " tanya Bram saat masuk ke kamar putri dan melihat putri menangis duduk di lantai dekat tempat tidur lalu Bram juga ikut duduk di samping nya
" papa.. " jawab putri
" Damian memukul ku pa.. "
" what.. ? wait.. " jawab Bram tidak percaya melihat wajah putri dengan seksama dan ternyata ada bekas sedikit lebam di pipinya
" damian... " geram bram yang langsung memeluk putri
" papa.. kenapa laki laki selalu di uji dengan wanita , kenapa pa ? ucap putri di sela tangis nya
" aku tahu maksud mu ,papa akan membuat perhitungan dengan damian " jawab bram yang masih memeluk putri
" benar kata putra , laki laki seperti damian memang tidak bisa jauh dari wanita , play boy tetap lah playboy " ucap putri pelan
" sudah.. istirahat lah.. ini sudah menjadi urusan papa '' jawab bram yang tidak terima anaknya dipukul .
" pa jangan memberitahu Abi atau putra dan adik adik yang lain , papa tahu sendiri mereka , terutama Abi " pinta putri melihat Bram
" tidak sayang.. papa masih sanggup untuk memberi pelajaran menantu papa yang kurang ajar itu " ucap bram mengusap rambut putri
" sekarang istirahat lah , dira biar mama urus nanti , tenangkan pikiran mu " ucap Bram lagi lalu keluar dari kamar putri dan menuju lantai bawah
" mas putri kenapa .. " tanya wina
" tidak apa apa , hanya kepalanya sedikit pusing " jawab bram menutupi , bram tidak mau jika Wina mengetahui nya , jika Wina mengetahuinya , damian bisa bisa mati di tembak Wina
🔹🔹🔹
terima kasih
__ADS_1