
persiapan ulang tahun untuk Abi pun sudah selesai, dengan tangan dingin sang istri dalam memasak dan membuat kue semua berjalan lancar dan di bantu oleh kakak dan ipar ipar Abi serta adik adiknya yang baru saja datang dari jakarta.namun saat Abi datang wajah Abi sangat tidak bersahabat seolah menahan amarah dan itu membuat Utari tanda tanya dan menghampiri nya
''kamu kenapa? apa kamu tidak menyukai kejutan dari kami?'' tanya Utari mengusap lengan Abi dan memperhatikan wajahnya. Abi melihat Utari lalu tersenyum simpul kemudian mengecup keningnya.
''terima kasih aku menyukainya, tapi ...''
''tapi apa Abi..?''tanya sang mama penasaran dan mendekati Abi lalu duduk di samping nya,kini Abi di apit dua wanita yang amat ia sayangi
''aku buka cabang restoran di bali'' jawab Abi cepat dan membuat semuanya menjadi kesal terlebih Utari yang kesalnya bercampur sedih dan menangis
''bukk..'' Wina menepuk wajah Abi menggunakan bantal sofa
''mama pikir apa'' jawab Wina kesal sambil mendorong dorong abi
''kamu keterlaluan Abi aku pikir kamu kenapa kenapa dan marah pada ku , karena kau tahu kamu tidak suka jika ulang tahun mu di rayakan ''ucap Utari yang menangis Abi pun tertawa puas berhasil mengerjai keluarga nya,namun ia juga tidak tega melihat Utari menangis lalu ia memeluknya
''kak Abi menyebalkan kita yang mau menjaili kakak ternyata kakak lebih jail'' saut Bianca yang juga ikut kesal lalu duduk di samping Bram, namun Bram hanya biasa saja karena ini juga idenya dan kerja sama dengan abi
''ide papa'' celetuk Abi
''apa..?''saut semua nya
''huh.. anak dan papa sama saja konyolnya'' balas Wina menggelengkan kepalanya
''pa..sejak kapan papa ikut konyol seperti kak abi'' celetuk Bianca yang bersandar di dada bram
''dari kakak mu kecil'' jawab Bram lalu tertawa
__ADS_1
''papa memperlakukan kalian sesuai karakter kalian, tapi bukan berarti seenak nya , karena papa hanya berusaha masuk ke dunia kalian, kalian ingin seperti apa jadi papa tahu yang harus papa lakukan untuk mendidik kalian harus dengan cara apa'' jelas Bram memeluk Bianca sedangkan yang lainnya hanya menyimak dan memahami maksud sang papa
''oh begitu ya pa.. jadi kita tidak boleh memaksakan keinginan kita kepada anak kita, begitu pa..'' tanya Bianca
''iya sayang tugas kita hanya membimbing anak anak dan memberi pemahaman mana yang baik dan tidak dan mendukung apa yang di sukai anak anak kita, contoh nya di keluarga kita siapa yang tidak suka dunia bisnis hanya banyu dan Bayu bukan? ,dari kecil kakak kembar mu itu lebih tertarik dunia medis jadi tugas papa dan mama hanya mengarahkan dan mendukungnya dan jangan sekali kali meremehkan anak anak mu nanti. paham semua'' beber Bram melihat anak anaknya
''paham pa'' jawab anak anaknya kecuali Abi yang asyik memakan kue nya
''terus pa kalau kak Abi itu anak model seperti apa ,konyol ,banyak tingkah ,suka jail dan menyebalkan'' tanya Bianca lagi
'' pertanyaan macam apa itu ca?'' saut Abi melirik tajam Bianca,namun Bianca hanya menjulurkan lidahnya
''kakak Abi mu itu beda sendiri sayang ,lebih suka bercanda tapi bisa di ajak serius jika dulu papa nasehati''
''kapan pesta di mulai? '' saut Reza yang baru saja pulang ,sontak Bianca beranjak dari duduknya
''reza...'' panggil Bianca lalu berlari kecil memeluk Reza lalu meminta gendong di depan seperti anak kecil
''pa.. kami ke kamar dulu'' ucap Bianca
'' mau ngapain ca..?'' saut Abi melihat adiknya di gendongan Reza
''mau mandi'' balas Reza lalu tertawa sedangkan Bianca hanya tertawa sambil melingkarkan tangannya di leher Reza dan meletakkan dagunya di pundak Reza
''anak itu manjanya tidak pernah hilang'' ucap Wina menggelengkan kepalanya lalu menghela nafas panjang kemudian melihat Abi yang sudah menghabiskan kue di piringnya
🔹
__ADS_1
putra masih bermalas-malasan di tempat tidur karena ia pulang larut malam dan tidak dapat tidur. ia juga tidak mengikuti acara ulang tahun Abi begitu juga Damian juga tidak hadir di acara ulang tahun Abi hanya putri dan Dira yang datang . ada ras sepi di hati Lisa melihat suaminya jarang ada waktu untuk nya namun ia sadar tanggung jawab suami lebih besar. ia hanya bisa mengalah.
putra juga menyadari waktu bersama anak dan istri sangat sedikit, ia merenung dan berfikir bagaimana caranya agar bisa banyak waktu untuk Lisa dan Bima sang anak. putra melihat kesamping, melihat sang istri masih tertidur lelap dengan cara membelakanginya.ia pun lupa hari terakhir mereka melakukan kewajiban mereka sebagai suami istri terlebih putra .lalu putra mendekati Lisa dan memeluknya dari belakang.
''putra kamu sudah bangun'' gumam Lisa dengan suara khas bangun tidur,ia terbangun karena ada merasakan pelukan sang suami
''heum.. aku menginginkannya ''jawab pelan putra lalu membalikkan badan lisa. Lisa melihat wajah putra lalu tersenyum.
''tunggu aku bersihkan badan ku'' jawab Lisa lalu sekilas mengecup bibir putra. kemudian bangkit lalu menuju kamar mandi di ikuti putra. sekilas putra melihat jam dinding dan waktu masih menunjuk pukul 3 pagi
''jam tiga '' batin putra dan terus berjalan menuju kamar mandi.lisa dan putra mencuci wajah mereka lalu menggosok gigi mereka masing-masing setelah nya putra dengan ketidak sabarannya membopong Lisa menuju tempat tidur.
''maafkan aku Lisa aku jarang menyentuh mu'' ucap putra saat menidurkan Lisa di tempat tidur dan melihat wajah Lisa
''tidak apa apa, aku tahu kamu sangat sibuk'' jawab Lisa lalu meraih tengkuk putra dan mereka berciuman hingga terbawa hasrat mereka masing-masing sampai subuh menjelang.
''kamu memang jarang menyentuh ku putra tapi sekali kamu melakukan nya aku sampai tidak berdaya'' puji Lisa saat mereka selesai melakukan nya lalu Lisa masuk kedalam pelukan putra. putra mengecup pucuk rambut Lisa dan tersenyum
''karena aku tahu pasti kamu juga merindukan saat saat seperti ini'' balas putra lalu memeluk Lisa. tak tak lama terdengar suara adzan berkumandang lalu mereka berdua bergegas mandi dan bersiap untuk shalat subuh
''puta.. Lisa.. bangun'' terima Abi dari balik pintu membangunkan putra dan Lisa,Abi mengira jika Lisa dan putra kesiangan padahal mereka sudah bersiap. putra berjalan Sambil mengenakan sarungnya dan membuka pintu kamarnya , sedangkan Lisa sudah menggunakan mukenanya dan siap untuk shalat berjamaah di lantai bawah bersama yang lainnya
''berisik kamu bi..'' jawab putra yang rambutnya masih basah. Abi yang melihat rambut putra pun hanya tersenyum kuda
''bisa aja kamu putra'' ledek Abi sambil mengacak rambut putra.
''apa sih.. '' jawab putra kesal sedangkan Lisa hanya tertawa kemudian mereka berjalan menuju ke lantai bawah.
__ADS_1
🔹🔹🔹🔹🔹
terima kasih