CERITA CINTA

CERITA CINTA
121


__ADS_3

empat hari kemudian setelah bianca melahirkan, kini bianca sudah berada di rumah


" mama ini bagaimana " ucap Bianca saat anaknya menangis sedangkan reza sedang mencuci baju bayi nya dan itu kemauan nya sendiri


" berikan asi sayang , susui bayi mu " jawab bianca


" sakit ma.. "


" sakit hanya sebentar sayang, tahan lah, lihat anak mu dia sangat membutuhkan mu " jawab Wina lalu membantu bianca menyusui bayi nya


" tahan " ucap Wina saat melihat Bianca kesakitan menyusui bayinya Bianca pun dengan susah payah menahan sakit


" lihat lah wajah bayi mu, pasti rasa sakit itu hilang sayang " ucap Wina


" sayang.. ini bagaimana ? ucap Bram tiba tiba masuk ke kamar Bianca dengan dasi yang menggantung di leher


" astaga mas.." jawab Wina lalu tersenyum lalu menghampiri Bram dan memakaikan dasinya


" papa mau kemana mana..? " tanya bianca


" papa mau menghadiri peresmian restauran abi di jakarta ,nanti sore juga sudah kembali ke Surabaya " jawab bram lalu tersenyum


" apa mama ikut " tanya bianca


" tidak sayang.. mama mana mungkin meninggalkan putri kecil mama ini sendiri mengurus bayinya " jawab Wina lalu tersenyum dan menghampiri bianca


" mama tolong abi.. " ucap abi yang tiba tiba masuk dengan dasi yang menggantung di leher nya dan menghampiri Wina


" astaga.. like father like son " gumam Wina lalu tertawa kemudian memasangkan dasi abi


" istilah mu kemana "


" Utari sedang makan, abi tidak tega jika harus mengganggunya makan " jawab abi

__ADS_1


" sudah.. " ucap Wina lalu merapikan kerahasiaan baju abi


" Terima kasih ma " ucap abi lalu mencium pipi Wina,


" Hai jagoan.. kenapa kamu menyusu terus " ucap abi menghampiri bianca, lalu bianca menutup dadanya


" ca.. nama nya siapa? " tanya abi mencium kepala bayi bianca


" rafiza sanjaya malik " jawab bianca lalu tersenyum


" Artinya "


" setia dan penyayang cucu dari keluarga sanjaya anak dari reza Malik " ucap bianca lalu lalu mencium pipi bayi nya


" bagus " jawab Bram lalu mendekati bianca, lalu bianca menidurkan bayi nya di sebelah nya karena rafi sudah selesai menyusu


" sayang.. ini susu nya " ucap reza saat masuk kedalam kamar nya


" maaf sedikit terlambat, baru selesai mencuci baju baju rafi " ucap reza lagi dan memberikan susu pada bianca


" za bagaimana rasanya menjadi seorang ayah " tanya abi


" bahagia, apa lagi ibu nya orang yang kita cintai " ucap reza lalu melihat bianca dan tersenyum


" reza.. kamu manis sekali " ucap bianca lalu mengecup sekilas bibir reza


" ah mulai..., bye..!! jawab abi lalu keluar dari kamar bianca. reza, bianca dan orang tuanya tertawa melihat abi


" ya sudah papa berangkat " ucap bram lalu bersalaman dengan reza dan bianca.


" Hai cucu opa, cepat besar nanti kita berlatih bela diri bersama opa " ucap Bram pada rafi yang tertidur lelap


" iya opa, opa hati hati di jalan, jangan melirik pelayan restoran " jawab bianca menirukan suara anak kecil, dan mereka semua tertawa.

__ADS_1


" kamu ada ada saja, papa mu sudah tua " ucap Wina yang masih tertawa


" tua tua keladi " jawab bianca di iringi tawa


" sudah.. ayo mas.. aku antar sampai depan " ucap Wina lalu bram dan wina keluar dari kamar bianca


" mas.. hati di jalan, jangan tebar pesona, pesona mu itu masih bisa menarik pada gadis gadis " ucap Wina Saat sampai teras


" mas tidak menyukai gadis sayang, tapi mas menyukai janda seperti mu dulu " ucap Bram lalau tertawa.


" oh.. jadi mau mencari janda , awas saja siap siap tidur di pos satpam " jawab wina


" tidak sayang, mas hanya bercanda, hanya dirimu " ucap Bram lalu mencium kening wina lalu memeluk nya


" setelah selesai nanti mas akan segera pulang " jawab bram yang masih berpelukan


" astaga..!! ,baiknya papa di rumah saja jika ingin memeluk mama terus " ucap abi tiba tiba keluar dari rumah bersama Utari dan arya


" kamu, papa ada janji dengan om daniel setelah acara mu selesai "


" ya.. ya.. ya.. baiklah kalau begitu ayo kita berangkat " jawab abi lalu mencium arystisss dan utari setelah nya memberikan arya pada wina lalu berbicara dengan perut Utari, utari hanya tertawa kecil


" Hai kembar.. papa kerja, jangan membuat mama tidur terus ya " ucap abi lalu mencium perut utari


" hati hati di jalan jawab Utari lalu tersenyum dan mengusap lembut rambut abi


" sukses untuk bisnis restauran nya " ucap Utari lalu memeluk abi


" aku akan merindukan mu " jawab abi lalu mencium kening Utari kemudian Bram dan abi pun berangkat menuju Bandara.


🔹🔹🔹🔹


like, vote komen

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2