
empat hari kemudian setelah bianca melahirkan, kini bianca sudah berada di rumah
" mama ini bagaimana " ucap Bianca saat anaknya menangis sedangkan reza sedang mencuci baju bayi nya dan itu kemauan nya sendiri
" berikan asi sayang , susui bayi mu " jawab bianca
" sakit ma.. "
" sakit hanya sebentar sayang, tahan lah, lihat anak mu dia sangat membutuhkan mu " jawab Wina lalu membantu bianca menyusui bayi nya
" tahan " ucap Wina saat melihat Bianca kesakitan menyusui bayinya Bianca pun dengan susah payah menahan sakit
" lihat lah wajah bayi mu, pasti rasa sakit itu hilang sayang " ucap Wina
" sayang.. ini bagaimana ? ucap Bram tiba tiba masuk ke kamar Bianca dengan dasi yang menggantung di leher
" astaga mas.." jawab Wina lalu tersenyum lalu menghampiri Bram dan memakaikan dasinya
" papa mau kemana mana..? " tanya bianca
" papa mau menghadiri peresmian restauran abi di jakarta ,nanti sore juga sudah kembali ke Surabaya " jawab bram lalu tersenyum
" apa mama ikut " tanya bianca
" tidak sayang.. mama mana mungkin meninggalkan putri kecil mama ini sendiri mengurus bayinya " jawab Wina lalu tersenyum dan menghampiri bianca
" mama tolong abi.. " ucap abi yang tiba tiba masuk dengan dasi yang menggantung di leher nya dan menghampiri Wina
" astaga.. like father like son " gumam Wina lalu tertawa kemudian memasangkan dasi abi
" istilah mu kemana "
" Utari sedang makan, abi tidak tega jika harus mengganggunya makan " jawab abi
__ADS_1
" sudah.. " ucap Wina lalu merapikan kerahasiaan baju abi
" Terima kasih ma " ucap abi lalu mencium pipi Wina,
" Hai jagoan.. kenapa kamu menyusu terus " ucap abi menghampiri bianca, lalu bianca menutup dadanya
" ca.. nama nya siapa? " tanya abi mencium kepala bayi bianca
" rafiza sanjaya malik " jawab bianca lalu tersenyum
" Artinya "
" setia dan penyayang cucu dari keluarga sanjaya anak dari reza Malik " ucap bianca lalu lalu mencium pipi bayi nya
" bagus " jawab Bram lalu mendekati bianca, lalu bianca menidurkan bayi nya di sebelah nya karena rafi sudah selesai menyusu
" sayang.. ini susu nya " ucap reza saat masuk kedalam kamar nya
" maaf sedikit terlambat, baru selesai mencuci baju baju rafi " ucap reza lagi dan memberikan susu pada bianca
" za bagaimana rasanya menjadi seorang ayah " tanya abi
" bahagia, apa lagi ibu nya orang yang kita cintai " ucap reza lalu melihat bianca dan tersenyum
" reza.. kamu manis sekali " ucap bianca lalu mengecup sekilas bibir reza
" ah mulai..., bye..!! jawab abi lalu keluar dari kamar bianca. reza, bianca dan orang tuanya tertawa melihat abi
" ya sudah papa berangkat " ucap bram lalu bersalaman dengan reza dan bianca.
" Hai cucu opa, cepat besar nanti kita berlatih bela diri bersama opa " ucap Bram pada rafi yang tertidur lelap
" iya opa, opa hati hati di jalan, jangan melirik pelayan restoran " jawab bianca menirukan suara anak kecil, dan mereka semua tertawa.
__ADS_1
" kamu ada ada saja, papa mu sudah tua " ucap Wina yang masih tertawa
" tua tua keladi " jawab bianca di iringi tawa
" sudah.. ayo mas.. aku antar sampai depan " ucap Wina lalu bram dan wina keluar dari kamar bianca
" mas.. hati di jalan, jangan tebar pesona, pesona mu itu masih bisa menarik pada gadis gadis " ucap Wina Saat sampai teras
" mas tidak menyukai gadis sayang, tapi mas menyukai janda seperti mu dulu " ucap Bram lalau tertawa.
" oh.. jadi mau mencari janda , awas saja siap siap tidur di pos satpam " jawab wina
" tidak sayang, mas hanya bercanda, hanya dirimu " ucap Bram lalu mencium kening wina lalu memeluk nya
" setelah selesai nanti mas akan segera pulang " jawab bram yang masih berpelukan
" astaga..!! ,baiknya papa di rumah saja jika ingin memeluk mama terus " ucap abi tiba tiba keluar dari rumah bersama Utari dan arya
" kamu, papa ada janji dengan om daniel setelah acara mu selesai "
" ya.. ya.. ya.. baiklah kalau begitu ayo kita berangkat " jawab abi lalu mencium arystisss dan utari setelah nya memberikan arya pada wina lalu berbicara dengan perut Utari, utari hanya tertawa kecil
" Hai kembar.. papa kerja, jangan membuat mama tidur terus ya " ucap abi lalu mencium perut utari
" hati hati di jalan jawab Utari lalu tersenyum dan mengusap lembut rambut abi
" sukses untuk bisnis restauran nya " ucap Utari lalu memeluk abi
" aku akan merindukan mu " jawab abi lalu mencium kening Utari kemudian Bram dan abi pun berangkat menuju Bandara.
🔹🔹🔹🔹
like, vote komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕