
5 bulan kemudian,
kandungan Utari memasuki 9 bulan dan tinggal menunggu hari, abi selalu setia mendampingi, lisa juga sudah merampungkan novel nya dan sudah menerbitkan bukunya, yang menceritakan tentang asmara sang mertua, dan putra masih sama, dan masih perang dingin dengan Utari dan abi, lisa juga belum ada tanda tanda mengandung dan itu membuat ia semakin cemas. sedangkan putri sama halnya dengan Utari menunggu kelahiran buah cinta nya dengan Damian. dan untuk bianca, ia semakin romantis dengan reza dan masih menyembunyikan hubungan nya dari Wina dan bram.
" abi.. kok aku pipis ya.. " ucap Utari saat selesai makan malam dan berjalan menunju sofa ruang keluarga.
" ah.. kok bisa.. ! " ucap abi heran dan melihat ke lantai
"mama.. Utari kok pipis tapi gak mau berhenti.. " ucap abi saat Wina juga hendak ke sofa.
" astaga.. ini bukan pipis abi.. istrimu mau melahirkan..ini air ketuban " ucap wina panik dan menepuk pundak abi, Bram dan yang lainnya pun terkejut, Bram yang mendengar menantunya ingin melahirkan pun langsung menelfon rumah sakit, dan lisa memanggil pak rudi untuk menyiapkan mobil sedangkan bianca mengambilkan tas Utari yang sudah di siapkan seminggu lalu bersama bianca.
" abi.. perut aku mules.. sakit abi..! " ucap Utari saat abi merangkul pundaknya
" kak semua sudah siap, ayo bawa kak Utari ke rumah sakit " ucap bianca yang ikut panik dan membawa keperluan Utari
" i.. iya.. " ucap abi lalu membopong Utari dan membawa nya ke mobil yang sudah di siapkan sopir di depan rumah dan semua pun ikut mengantarkan Utari ke rumah sakit, Wina satu mobil dengan abi sedangakan bianca, putra, lisa dan Bram menyusul dengan mobil satu nya.
" abi.. uuhhh.. sakit.. !! eum..! " ucap Utari menahan sakit, keringatnya pun sudah bercucuran,
" sabar sayang sebentar lagi sampai rumah sakit.. " ucap abi panik namun ia berusaha tenang dan genggaman tangan nya tak lepas dari jemari Utari dan sesekali mencium pucuk rambut Utari.
selang setengah jam akhir nya mereka sampai ke rumah sakit, Suster dan dokter rama, yang menangani Utari pun sudah siap siaga menyambut kedatangan Utari dan abi, Utari langsung mendapat penanganan dari dokter rama dan di bawa nya ke ruang bersalin, berberapa perawat yang membantu Utari pun sibuk menyiapkan ini itu, begitu juga rama.
__ADS_1
" abi.. kamu siap mendampingi istri mu melahirkan, ucap rama, dokter yang menangani Utari sekaligus sahabat abi
" siap rama." ucap abi pasti namun terkesan ragu karena melihat Utari sedari tadi menahan sakit
" aku harap kamu tidak pingsan " ucap rama sembari mengunakan sarung tangan dan masker.
" baik nyonya abi.. tarik nafas, bukaan nya sudah lengkap ya, nanti jika ingin mengejan, mengejan saja, " ucap rama santai
" huuh.. huuh.. eumm.. sakit abi.. sakit.. " ucap Utari pada abi yang berada di atasnya dan menggengam jemarinya.
" tarik nafas sayang, ikuti kata dokter rama, eum.. kamu pasti bisa " ucap abi memberikan semangat pada Utari...
disisi lain putri sudah berada di perjalanan menuju rumah sakit yang sama yaitu rumah sakit mila, karena ia juga melahirkan. siapa sangka Utari dan putri melahirkan bersamaan, hanya beda jam saja
" mas.. itu bukan nya Damian, dan orang tuanya " ucap Wina saat melihat Damian dan orang tuanya ikut mendorong brankar.
" Damian.. !! " panggil Bram
" papa.. " jawab Damian
" apa putri juga ini ingin melahirkan " tanya Bram sembari mengikuti langkah Damian dan para suster yang membawa putri ke ruang bersalin
" iya pa.. " jawab damian yang juga panik seperti abi , lalu putri pun masuk ke ruang bersalin bersama Damian. dan para orang tua menunggu di luar.
__ADS_1
tak lama terdengar suara tangisan bayi abi dan Utari, abi pun hampir pingsan saat bayi nya lahir.beruntung Wina langsung di panggil suster untuk Menggendong bayi abi, dan abi masih duduk di atas Utari sembari minum dan mengembalikan kesadarannya, lalu dokter Rama pun menangani putri. yang berada di sebelah nya dan hanya di tutupi tirai
" abi.. abi.. " ucap Wina saat sudah menggendong bayi abi dan Utari.
" ini bayi kamu , mama juga mau menemani putri melahirkan " ucap Wina lagi, dan memberikan bayinya yang sudah di bedong oleh Suster pada abi , abi pun Mengadzani bayinya, tak lama bayi putri dan Damian pun lahir, dan " brrrukkk " Damian pun jatuh pingsan.
" astaga... anak dan papa sama saja. " ucap tiyas melihat Damian pingsan saat putri melahirkan sama dengan damar waktu tiyas melahirkan damian , lalu tiyas memanggil damar untuk mengurus damian. Wina yang melihat menantu nya pingsan hanya geleng-geleng kepala,
" papa.. cucu cucu papa sudah lahir " ucap bianca yang sedari tadi duduk di luar bersama putra, lisa dan Bram.
" iya ca.. papa jadi teringat saat mama mu melahirkan anak pertama papa, putra putri, " ucap Bram dan matanya sedikit berkaca kaca.
"pa.. " ucap abi saat keluar dan menggendong bayi nya,
" pa.. bayi abi laki laki.. " ucap abi dan memberikan bayi nya pada Bram,
" cucu ku.. " Bram pun meneteskan air matanya,dan mencium kening cucunya mengingat saat-saat pertama menggendong abi waktu pertama kali lahir.
" mas.. " ucap Wina yang keluar bersama tiyas yang menggendong bayi putri dan menghampiri Bram,
" cucu mu dari putri perempuan, " ucap Wina dan mengambil bayi abi dari gendongan Bram, lalu Bram menghampiri tiyas dan mengendong bayi putri.
semua begitu bahagia, menyambut anggota keluarga baru, termasuk lisa dan putra walaupun mereka belum di beri kepercayaan untuk memiliki anak.
__ADS_1
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
Terima kasih😘💕