
"masuk lah.. " ucap reza pada bianca yang masih berdiri di depan pintu, lalu bianca pun masuk dan reza pun menutup pintu nya, reza membawa bianca ke rumah barunya yang ia beli 2 bulan lalu.
"reza.. " ucap bianca yang langsung memeluk reza
" kenapa semua ini terjadi, aku mencintaimu, dan aku juga menyayangi papa dan mama " ucap bianca yang masih memeluk reza
" apa salah kita reza, apa.. ? " ucap bianca lagi lalu melepaskan pelukan nya
" tidak ada yang salah, aku yang salah, yang sudah mencintai mu " ucap reza lalu mengecup kening bianca lalu memeluk bianca, tiba tiba " krrrruuuukkk" bunyi suara perut bianca, lalu reza pun sedikit tertawa
" kamu lapar.. ? " tanya reza yang melepaskan pelukan nya
" eum.. aku belum makan apa pun dari semalam, , sudah seminggu aku makan satu kali dan itu di paksa kak abi.." ucap bianca sedikit malu
" tunggu di sini aku akan membeli makanan di ujung jalan eum.. " ucap reza lembut, bianca pun hanya mengangguk
reza pun keluar dan membeli makanan untuk bianca, sedangkan bianca masuk ke dalam kamar dan meletakan koper nya di kamar, lalu ia menuju dapur, belum banyak perabotan di sana, karena memang masih baru, tak lama reza pun datang membawa makanan dan langsung menuju dapur.
" sayang.. ini.. " ucap reza saat duduk di kursi meja makan, karena ruang makan menyatu dengan dapur.
" aku ambil piring sebentar.. " ucap bianca lalu ia mengambil piring dan kembali duduk di hadapan reza
" ini makan lah, " ucap reza, bianca pun membuka nasi bungkusnya dan meletakkan di peringnya lalu ia pun memakan nya dengan lahap, reza pun mengambilkan air minum untuk bianca
" reza apa kamu tidak makan " tanya bianca
" sudah.. "jawab reza lalu tersenyum
" pelan pelan makan nya " ucap reza yang melihat bianca makan begitu lahap nya, bianca hanya tersenyum sembari mengunyah makanan nya
" ya Tuhan.. mampukan aku untuk membahagiakan wanita yang ada di depan ku ini, dia rela di usir hanya karena mencintai ku" ucap reza dalam hati dan tersenyum
" reza sudah.. Terima kasih.. " ucap bianca saat selesai makan lalu meminum minumannya
__ADS_1
" jangan berterima kasih sayang.. sekarang kamu tanggung jawab ku " ucap reza lalu mengusap lembut pipi bianca,
" sekarang istirahat ya.. " ucap reza lagi
" reza boleh aku mandi, aku belum mandi, " ucap reza,
" tentu.. mandilah atau mau mandi bersama ku " ucap reza menggoda dan tertawa
" reza.. jangan menggoda ku, nanti ada saatnya " ucap bianca di iringi tawa kecil lalu berjalan menuju kamar nya, kemudian ia pun membuka kopernya, ia hanya menemukan baju santai nya lsaja , Kosmetik nya dan ponsel nya yang sudah di kembalikan Bram dan di letakan di koper dan tas nya yang berisi dompet dan ATM milik nya sendiri
" papa.. benar benar sudah tidak menganggap ku, " ucap bianca yang sudah meneteskan air mata " semua fasilitas papa sita, baiklah pa, aku dan reza akan membuktikan, kami bisa tanpa kemewahan " ucap bianca lirih dan mengusap air matanya, tanpa di sadari bianca reza melihat nya dari celah pintu.
" is.. bagaimana aku mau mandi, peralatan mandi ku tidak ada, hanya ada baju santai, dan arrrrqqqq , " ucap bianca sedikit kesal lalu ia mengambil ponsel nya dan mengecek saldo di rekening nya.
" syukur lah masih cukup " ucap bianca, tak lama reza pun masuk kedalam
" apa yang masih cukup " ucap reza lalu meraih ponsel bianca dan melihat saldo rekening bianca
" kamu ingin membeli apa? " tanya reza
" ya sudah cepat mandi kamu bisa memakai peralatan mandi ku terlebih dahulu, nanti kita keluar untuk membeli keperluan mu " ucap reza sembari mencubit hidung bianca
" tidak reza, biar Rere yang membelikan nya, dan berikan alamat rumah ini. " tanya bianca lalu mengambil ponsel nya dari tangan reza dan menghubungi Rere asisten nya
🔸
" abi.. bagaimana caca.. ? " tanya Utari saat mereka berada di kamar dan Utari sedang menyusui baby Arya
" sudah, tidak perlu memikirkan caca, dia sudah bersama orang yang tepat, jangan khawatir " ucap abi yang duduk di samping Utari dan memperhatikan baby Arya menyusu
" sudah waktunya makan siang, aku ambilkan untuk mu " ucap abi, Utari hanya mengangguk dan tersenyum lalu abi pun turun dari lantai atas dan menuju ruang makan.
saat abi menuruni tangga, ia melihat Wina dan Bram saling berdebat masalah bianca.
__ADS_1
" aku tidak tau lagi jalan pikiran mas.. mas tega mengusir caca, aku yang mengandung nya 9 bulan mas, bertaruh nyawa untuk melahirkan nya, sebenarnya apa yang mas inginkan " ucap Wina yang sudah menangis, namun Bram hanya diam dan duduk santai namun ia berfikir akan sikap nya
" sudah ma.. tidak perlu berdebat lagi dengan papa, percuma, hati papa masih di selimuti dendam dengan orang yang sudah tiada, sampai sampai caca dan reza yang tidak tau apa apa terkena imbasnya " ucap abi yang masih berada di anak tangga, lalu abi kembali berjalan menuruni anak tangga dan menuju ruang makan untuk mengambil makan siang untuk Utari
" mama.. makan lah, mama jangan khawatir akan hidup caca, caca sudah bersama orang yang tepat, " ucap Abi dari ruang makan
" tapi bagaimana abi, adik mu itu manja, semua keperluannya harus ada yang menyiapkan, dan reza.. ? " ucap Wina menggantung
" mama berfikir bahwa reza tidak mampu menghidupi dan mencukupi semua kebutuhan caca, karena reza tidak mempunyai pekerjaan? , jangan salah ma.. reza diam diam mempunyai usaha distro dan sudah mempunyai banyak cabang, bahkan gaji selama ia menjadi bodyguard caca tidak ia pergunakan, yah.. walaupun mungkin hasil distro nya tidak begitu besar, paling tidak dia sudah berusaha, untuk membahagiakan caca, dan caca bukan tipe gadis yang banyak keinginan " jelas abi sembari melangkah menaiki tangga dan membawa piring berisi makanan untuk Utari,
" yah.. kamu benar abi " ucap Wina lirih lalu masuk ke dalam kamar, Bram pun hanya terdiam.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like, komen
Terima kasih
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Menjelang berakhirnya Bulan Suci Ramadhan, dengan segala kerendahan dan keihklasan hati ijinkan kami sekeluarga menyampaikan "Selamat Hari Raya Idul Fitri" 1 Syawal 1441 H / 2020 M .
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ,
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ العَاءِدِيْنَ وَالفَاءِزِيْنَ وَالمَقْبُوْلِيْنَ.
Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kehilafan dan kesalahan kami, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kepada kita kesehatan, umur yang barokah .Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin...
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
author
__ADS_1
ivan witami ( eva ) 🙏