CERITA CINTA

CERITA CINTA
122


__ADS_3

" putra.. lihat ini " ucap lisa saat melihat pernak pernik bayi, karena mereka sedang ingin membeli sesuatu untuk bayi bianca


" hem.. bagus, tapi yang ini saja, lebih keren " jawab putra lalu tersenyum


" baiklah..aku ambil 20 pasang baju untuk bayi bianca dan satu kreta dorongnya " ucap lisa dan putra hanya mengangguk, lalu mereka pun menuju kasir


" putra selesai ini aku ingin mampir ke toko kue utari " ucap lisa saat berada di meja kasir


" iya.. " jawab putra singkat lalu tersenyum, setelah selesai membayar mereka berdua keluar dari pusat perbelanjaan


" putra kamu tahu, diana teman SMA kita dulu, dia mengundang kita ke acara ulang tahun pernikahan nya, apa kamu mau menemani ku menghadiri nya " ucap lisa saat berada di mobil


" tidak perlu hadir di acara yang tidak penting " jawab putra


" putra.. ayo lah sayang.. "


" tidak lisa.. untuk apa menghindari acara tidak penting " jawab putra lembut namun menyakitkan di telinga lisa


" sudah di rumah saja " ucap putra lagi lalu mengusap rambut lisa, seketika lisa diam tak mau lagi berbicara dan mengusap perutnya


"menikah dengan mu hidup ku memang tercukupi, apa pun yang aku mau kamu penuhi, tapi aku tidak bebas bergaul, dengan teman teman ku, semua kamu batasi, mau mu aku di rumah saja, tanpa melakukan apapun " batin lisa yang menunduk lalu meneteskan air matanya kemudian membuang pandangannya keluar jendela,


" lisa sayang.. " ucap putra meraih jemari lisa, namun lisa menarik tangan dengan kasar


" baiklah.. besok hanya sebentar ketempat acara diana, hanya sebentar eum.. " ucap putra lalu mengusap rambut lisa


" putra.. " jawab lisa lalu memeluk lengan putra


" kamu senang eum.. " ucap putra mencium pucuk rambut lisa


" eum.. aku pikir kamu benar benar tidak mengizinkan ku " jawab lisa lalu menghapus air matanya lalu tersenyum


🔸


" caca ini buah untuk mu " ucap utari memberikan potongan buah apel di piring lalu Utari duduk di sebelah bianca di ruang keluarga.


" Terima kasih Kak " jawab bianca,

__ADS_1


" selamat sore semua " sapa abi yang baru saja pulang dari jakarta bersama bram


" sore.. mas.. " jawab wina yang langsung berdiri kemudian memberikan bayi bianca pada reza yang duduk di sebelah bianca dan langsung menghampiri bram


" i miss you " ucap wina lalu memeluk bram


" hemmmm.. peluk terus, anggap saja mama tidak mempunyai anak menantu dan cucu " ucap abi yang ada di samping bram dan wina


" brisik " jawab wina mengusap wajah abi dan masih memeluk bram


" sudah papa katakan abi, mama mu itu tidak bisa jauh dari papa " ucap bram sedikit tertawa dan masih memeluk wina, bianca, reza dan juga Utari pun tersenyum melihat wina dan bram . tiba tiba abi mendekati Utari dan ingin memeluknya namun tubuh abi ia dorong


" sayang.. mau.. " ucap abi sambil merentangkan tangan


" no.. kamu bau.. mandi.. " jawab Utari sambil mendorong tubuh abi, reza dan bianca serta wina dan bram pun tertawa


" yah.. sayang I miss you.. " ucap abi menirukan wina


" no ..kamu juga jangan menggendong Arya, kuman, sana mandi " ucap Utari mendorong abi


" much.. sudah sana mandi " ucap Utari lalu tersenyum


" yes.. " jawab abi lalu semua nya tertawa melihat tingkah abi kemudian abi naik ke lantai atas.


" caca.. mama dan papa ke kamar, mama mau menyiapkan air hangat untuk papa mandi " ucap wina yang merangkul lengan bram


" iya ma, jangan buat adik lagi untuk arjuna " jawab bianca di iringi gelak tawa semuanya


"mama udah stop ca, tapi tidak untuk melayani papa mu " jawab wina lalu tertawa,


" sudah.. ayo.. " ucap bram merangkul wina lalu menuju kamar nya


" ingat umur pa.. " teriak bianca lalu tertawa


" brisik kamu ca " jawab bram yang masih berjalan menuju kamar nya.


" mas.. bagaimana acara nya " tanya wina saat sudah berada di kamar

__ADS_1


" lancar sayang.. anak mu itu gila bisnis kuliner, selesai ini ia ingin membuka cabang toko kuenya di jakarta " jawab bram membuka jasnya di bantu wina


" dia seperti mu " ucap bram lagi


" anak itu memang beda dari anak anak kita yang lainnya mas. dari kecil memang selalu membuat kita tertawa, andai putra seperti abi " jawab wina yang sudah berdiri di depan bram dan membantu bram melepaskan dasinya


" kamu mau mempunyai anak seperti abi eum.. ayo.. " ucap bram membuka kancing kemejanya


" astaga mas.. mana mungkin akau bisa mempunyai anak lagi " ucap wina


" ya tidak mungkin, tapi masih bisa melayani ku bukan " jawab bram yang sudah membuka kemejanya dan sedikit mendorong wina menuju tempat tidur


" kamu benar-benar mas.. " ucap wina lalu tersenyum dan tidak bisa menolak jika bram menginginkan hak nya. sementara di ruang keluarga reza dan bianca serta utari masih mengobrol


" reza kaki ku sakit " ucap bianca


" sini aku pijat kaki mu " jawab reza lalu meletakkan bayinya di boks bayi kemudian memijat kaki bianca


" kalian romantis " ucap utari melihat reza memijat kaki bianca


" biasa saja kak, kakak juga sering di pijat kak abi " jawab bianca lalu tersenyum


" iya juga " jawab utari lalu tertawa kecil, tak lama abi turun dari lantai atas.


" Hai.. sayang kamu masih tidur " ucap abi menghampiri boks bayi arya dan rafiza


" mama papa masih di kamar? " tanya abi yang sudah duduk di sebelah utari


" masih, biarkan mama dan papa melepas rindu " jawab utari


" kamu juga merindukan ku " jawab abi lalu merangkul utari


" iya.. " jelas utari lalu memeluk abi, reza dan bianca hanya tersenyum melihat abi dan Utari bermanja-manja, kemudian reza dan bianca pun saling merangkul.


🔹🔹🔹🔹


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2