
2 minggu berlalu kandungan utari dan putri genap 2 bulan,, dan Bianca sudah berusaha tegar atas kepergian joshua, ia menyibukkan diri dengan belajar, kuliah dan pemotretan selepas kuliah,dan sabtu minggu ia ke Jakarta menyelesaikan kontrak iklan prodak milik doni bersama Mario anak dari Daniel dan Bella sahabat Bram dan wina .
kali ini anak dan menantu Bram berkumpul di ruang keluarga selepas magrib kecuali Arjuna yang masih kecil, Bram dan Wina membahas masalah lisa dan putra, Bram dan Wina sengaja mengumpulkan anak dan menantu nya agar semua belajar dari kasus lisa dan putra
" lisa, putra, pernikahan kalian baru seumur jagung, kenapa kalian memutuskan untuk berpisah, terutama kamu lisa " ucap Bram
" maaf pa.. aku sudah tidak sanggup lagi dengan sikap putra yang over protektif, aku seperti tawanan pa, putra melarang ini dan itu, terakhir melarang ku untuk mengajar lagi " ucap lisa tanpa sungkan dan jeda.
" putra apa yang kamu inginkan dari lisa " ucap Wina
" aku ingin lisa di rumah ma, menjadi ibu rumah tangga, seperti mama " ucap putra
" putra.. lisa jangan pernah kamu samakan dengan orang lain terlebih mama, setiap wanita punya pemikiran masing-masing, " jelas Wina yang tidak mau menjadi bahan perbandingan anaknya, karen menjaga perasaan lisa
" putra..., jika kamu memilih wanita yang bekerja, kamu harus menerima jika dia tidak bisa terus berada di rumah 24 jam, jika kamu memilih wanita yang penurut kamu harus menerima jika ia tergantung pada mu dan tidak mandiri, jika kamu memilih wanita hebat, kamu harus menerima kehebatan nya dan tidak bisa di kalahkan, jika kamu memilih wanita pemberani kamu harus menerima jika ia keras kepala dan mempunyai pemikiran sendiri, ingat putra, tidak ada wanita yang sempurna di dunia ini temasuk mama mu, mama mu adalah termasuk wanita yang pemberani, keras kepala dan mempunyai pemikiran sendiri dan juga mandiri , tugas papa adalah menghargai dan menerima semua yang ia pikirkan jika memang itu baik untuk suatu hubungan " jelas Bram dengan sangat hati hati
" tapi ...bagaimana pun mama mempunyai pemikiran yang mama anggap benar, tetap mama akan diskusikan dengan papa, bagaimana baik nya terlebih untuk hubungan pernikahan papa dan mama " jelas Wina
__ADS_1
" sekarang semua papa serahkan kembali pada kalian berdua, mama dan papa sudah memberikan kalian gambaran , sebagai laki laki dan suami kamu harus menghargai keputusan istri mu, dan kamu lisa sebagai istri harus patuh terhadap suami dan kamu abi, utari, putri, Damian, dan juga kamu Bianca ini pelajaran untuk kalian semua, bahwa kita harus saling menghargai pemikiran pasangan masing masing " jelas Bram panjang lebar dan menatap satu persatu anak dan menantu yang duduk tertunduk.
" putra, lisa ..pikirkan ini baik baik, pernikahan bukanlah permainan, pernikahan adalah menyatakan dua kepala yang mempunyai isi yang berbeda tapi tetap sejalan " ucap Wina menimpali,
tiba tiba perut utari berbunyi " kruuukkkk " semua mata tertuju pada utari, utari hanya menyunggingkan senyuman malunya
" maaf ma.. utari sudah lapar " ucap utari polos, dan memandang Wina dan Bram dan juga abi semua yang berkumpul yang sedari tadi amat serius menjadi tersenyum mendengar bunyi perut Utari
" astaga.. maaf sayang, ayo kita semua makan, mama lupa ada anak dan menantu mama sedang mengandung, ayo semua makan " ucap Wina yang sudah berdiri mengajak makan malam.
" ma ,.pa.. maaf lisa nanti saja makan malam nya, lisa mau ke kamar " ucap lisa saat semua anggota keluarga mulai berjalan ke ruang makan.
"putra.. " ucap lisa saat sudah berada di kamar dan langsung memeluk putra
" maafkan aku, tidak seharusnya aku egois, aku lupa, jika aku sekarang adalah seorang istri dan harus patuh terhadap suami, maafkan aku putra " ucap lisa dan masih memeluk putra
" aku juga minta maaf sayang.. aku sudah memaksa mu, maafkan aku " ucap putra yang mencium pucuk rambut lisa
__ADS_1
"mulai minggu depan aku akan berhenti untuk mengajar, mungkin aku akan belajar bisnis seperti Utari dan putri dan juga dari mama " ucap lisa yang sudah tersenyum ke arah putra.
" jika kamu tidak suka jangan di paksakan, " ucap putra
' tidak putra, aku serius dengan keputusan ku, aku ingin selalu bersama mu sampai tua, seperti mama dan papa " ucap lisa penuh keyakinan,
ya putra dan lisa memang saling mencintai namun ego mereka lebih besar, beruntung, lisa sudah sadar akan keegoisan nya dan memang menjadi istri harus mematuhi suami,.
" aku akan meluangkan waktu untuk mu, , agar kamu tidak kesepian " ucap putra
" aku ingin tinggal di sini saja putra, aku ingin belajar banyak hal dari mama " ucap lisa penuh semangat
" baiklah, kita akan tinggal di sini, " ucap putra dan langsung memeluk lisa kembali
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote, like komen 🤗🤗
__ADS_1
Terima kasih😘💕