
" kak bayu, kak banyu kenapa tidak pulang bersama papa dan kak abi " ucap bianca saat melihat bayu dan banyu datang
" aku tidak tahu, jika kak abi dan papa ke Jakarta, dan kami sudah mempunyai tiket tidak mungkin di batalkan " jawab bayu
" oh.. "
" mama!! " panggil banyu
" Ssstt "
" kenapa ca "
" lihat anak ku terkejut " ucap bianca kesal
" astaga aku lupa kalau kamu sudah melahirkan " jawab banyu yang melihat rafi sedang di pangku reza karena selesai di mandikan
" kak bayu jangan masuk kamar mama ..! " teriak bianca, namun bayu terlanjur masuk ke kamar Wina dan bram dan tiba tiba bayu menutup pintu dan menutup matanya
" astaga..!! " Pekik nya sambil berjalan menuju ruang keluarga, bianca reza dan banyu pun tertawa.
" lain kali ketuk pintu nya " ucap bianca yang masih tertawa
" kakak lihat apa " tanya bianca yang masih tertawa.
" mama di atas eupss " jawab bayu seketika membungkam mulutnya sendiri dan semua pun tertawa
" ah.. sudahlah, aku mau ke kamar " ucap bayu
" jangan menghayal bay " ucap banyu melempar bantal sofa ke arah bayu
" kita tidak ada bedanya " jawab bayu lalu menuju kamar nya
" ma..!! bayu minta kawin " teriak bayu saat menuju kamar nya, reza banyu dan bianca terus tertawa
" ada kelakuan psikolog seperti itu " ucap reza yang masih tertawa
" ada itu orang nya " jawab banyu yang juga tertawa
" Hai.. !! kalian bertiga brisik " ucap abi di anak tangga bersama Utari dan arya diikuti putra dan lisa
__ADS_1
" kak abi, jangan keras keras " jawab bianca yang langsung memangku rafiza
" ca.. boleh kakak memangku rafi " tanya putra
" boleh kak, kakak kan ayah nya " jawab bianca lalu putra mengambil rafi dengan sangat hati hati
" Hai rafi.. ikut ayah ya.. " ucap putra
" ayah..? " tanya banyu heran
" kenapa tidak boleh memanggil paman nya dengan sebutan ayah ? "
" boleh, boleh " jawab banyu mengalah
" bayu mana nyu " tanya abi yang duduk di bawah beralaskan karpet, dan mejanya memang sengaja Wina singkirkan agar cucu cucunya bisa leluasa bermain di bawah.
" sudah ke kamar, aku mau ke kamar mau mandi " ucap banyu lalu berdiri dan menuju kamar nya
" sayang, kamu juga harus mandi " ucap reza
" baiklah, kak putra aku titip rafi sebentar " ucap bianca lalu berdiri di bantu reza
" iya.. " jawab putra singkat lalu tersenyum, kemudian reza dan bianca menuju kamarnya
" reza apa kamu sudah menginginkannya " tanya bianca saat reza membantu membuka baju bianca, reza yang mendengar pun hanya tersenyum lalu menutupi tubuh bianca dengan handuk
" Terima kasih, kamu memang istri yang sangat pengertian, tapi suami yang baik harus mengerti jika istri nya baru saja melahirkan anak nya, aku masih bisa menahannya sayang, sampai kamu benar benar pulih dan siap untuk melayani ku lagi eum.. " jawab reza lalu tersenyum
" Terima kasih reza, aku tidak salah memperjuangkan mu , untuk menjadi suami ku " Jawab bianca lalu mengusap lembut pipi reza lalu kedua nya tersenyum
" sudah ayo mandi, aku bantu " ucap reza lalu menuju kamar mandi sementara itu bayu dan banyu sudah berkumpul di ruang keluarga dan bermain bersama arya, tak lama bram dan wina keluar dari kamar dengan rambut mereka yang basah. bayu pun menjadi salah tingkah dan malu melihat bram dan wina . tiba tiba " plak " wina menepuk pipi bayu, sontak banyu tertawa
" sakit ma.. ! " ucap bayu, lalu mengusap pipinya
" lain kali ketuk pintu " jawab wina santai lalu duduk di sofa bersama bram, bram pun bersikap santai seolah tidak terjadi apa apa.
" siapa tadi yang minta kawin " ucap bram tiba tiba
" bayu pa " jawab banyu
__ADS_1
" kamu serius , biar papa dan mama melamar dea untuk mu dan kamu juga banyu sekalian melamar nita " ucap bram
" asyik.. " ucap abi
" abi.. " jawab bram tidak mau di potong
" maaf pa " ucap abi lalu utari menepuk lengan abi tanda agar diam terlebih dahulu.
" iya pa.. bayu dan banyu sengaja pulang, karena memang ingin membicarakan pernikahan kami " jawab bayu penuh keyakinan
" kalian sudah yakin dengan pilihan kalian, pernikahan bukan permainan, satu kali untuk seumur hidup, setia sampai akhir " ucap wina menasehati
" yakin ma.. untuk masalah kami masih kuliah, kami pasti bisa mengatasi, niat baik tidak perlu di tunda, dan kami sudah yakin dengan pilihan masing-masing, bayu dan banyu sudah melamar dea dan nita tinggal lamaran resmi dari mama dan papa " jawab banyu serius
" baiklah, kapan papa dan mama harus ke rumah mereka ? " tanya bram
" sabtu ini pa " jawab bayu lalu tersenyum
" baiklah persiapkan semuanya, dan acara pernikahannya nanti harus di surabaya " jawab bram
" apa tidak di jakarta saja pa..? " tanya banyu
" banyu, mama tidak mungkin meninggalkan caca, Utari dan lisa lihat mereka " jawab wina lalu banyu melihat Utari dan lisa serta bayi bianca
" paham sekarang "
" iya ma paham " jawab banyu
" kamu tidak perlu memikirkan biaya dan akomodasi keluarga calon kalian, keluarga sanjaya yang akan menanggung semuanya " jawab bram
"kalian berdua santai saja, masalah gaun pengantin, Utari bisa di andalkan, catering serahkan pada putri, gedung serahkan pada kak abi " ucap abi
" akomodasi nita dan dea Serta keluarga nya biar kakak yang menanggung nya " ucap putra
" Terima kasih Kak " jawab bayu lalu tersenyum
" untuk pernak pernik pernikahan serahkan pada bianca dan reza, ya za.. " ucap abi
" ah.. iya " jawab reza yang belum tahu permasalahan nya dan mengiyakannya sambil membantu bianca berjalan menuju ruang keluarga.
__ADS_1
🔹🔹🔹🔹
Terima kasih😘💕