CERITA CINTA

CERITA CINTA
133


__ADS_3

" reza.. bagaimana ini.. " ucap bianca melihat teflon nya


" waduh.. eum.. sebaiknya cepat ganti, tunggu aku cari di internet "


" di Indonesia tidak ada reza, ini mama beli saat mama ke Jerman, duh.. mati aku.. mama jangan usir kami " ucap Bianca panik, begitu juga reza, putra yang melihat reza dan Bianca dari anak tangga pun tersenyum geli


" kalian kenapa ? " tanya putra sambil menggendong bima lalu duduk di sofa


" kak.. teflon mama, ini bagaimana " jawab Bianca


" ya..siap siap saja kamu di hajar mama atau diusir seperti dulu " goda putra, Menahan tawa melihat ekpresi adiknya yang panik


" kakak.. !! ck.. "


" tapi mama tidak mungkin marah, aku menggunakan nya untuk melindungi anak dan suami ku, tidak tidak, mama tidak mungkin marah, " ucap Bianca lalu duduk di sofa


" sudah.. jangan di pikirkan, nanti kalau kakak ada pekerjaan di Jerman atau di London nanti kakak belikan untuk mama sebagai gantinya, " jelas putra lalu tersenyum


" serius kak "


" iya.. "


" untuk sementara, di perbaiki saja " ucap reza tanpa sadar


" dimana " tanya Bianca yang ikut ikutan


" ketok megick " jawab reza


" memangnya ini mobil, diketok langsung mulus "


" plak " Bianca memukul paha reza menggunakan teflon,


" aduh.. sakit sayang.. " pekik reza, mengusap pahanya, putra pun tertawa melihat tingkah konyol adiknya


" kan hanya solusi " jawab reza yang masih mengusap pahanya


" kak, kak lisa mana? " tanya bianca


" mandi "


" astaga rafi.. mbok.. ! "


" iya non " jawab mbok siti sambil menggendong rafi diikuti baby sister Arya yang juga menggendong Arya menuju ruang keluarga.


" reza, mana omelet ku " tanya bianca manja


" iya, tunggu , aku buatkan, mana teflon nya " jawab reza mengambil teflon dari tangan bianca lalu menuju dapur


" bagaimana pakai teflon nya, sudah penyok begini "gumam reza membolak balikan teflon nya,


" ini teflon yang satunya tuan " ucap mbok siti, memberikan salah satu teflon baru untuk reza


" ini baru mbok, nanti mama marah "

__ADS_1


" tidak, tuan nyonya mana mungkin marah, ini hanya barang, yang terpenting keluarga nya selamat, barang bisa di beli lagi tuan " jawab mbok siti lalu tersenyum.


" benar juga mbok " jawab reza lalu tersenyum dan langsung membuat omelet untuk bianca, disisi lain, para penjaga yang tidak sadarkan diri, langsung mendapat penanganan putra, putra menyuruh beberapa orang kepercayaan nya untuk mengurusnya.


" putra.. apa sudah aman " ucap lisa yang baru saja bergabung di ruang keluarga


" aman sayang, sudah jangan khawatir, sebenarnya satu orang yang di takuti emon " jelas putra


" siapa ? , reza ? "


" bukan "


" lalu "


" Abimanyu sanjaya, emon tahu jika abi sedang tidak ada di rumah jadi dia menyusup ke rumah dan kamu tahu sendiri dia mencari reza " jelas putra sambil menepuk nepuk punggung bima


" heum.. seperti nya yang pantas jadi mafia itu abi " jawab lisa sambil tertawa begitu putra dan bianca


" abi di takuti banyak orang, bahkan waktu masih di dalam perut mama,dia sudah menembak burhan joker " ucap putra mengingat cerita wina, dan lisa hanya tertawa


"kamu bisa saja " jawab lisa


" tapi ada dua orang yang ditakuti abi " ucap lisa lagi


" siapa ? , abi itu tidak takut dengan siapa pun?


" mama dan Utari " jawab lisa di iringi Gelak tawa semuanya


" caca.. !! " teriak Wina tiba tiba pulang bersama bram


" i.. iya ma.. " jawab bianca takut dan tersenyum,


" sayang kamu tidak apa apa " tanya Wina yang sudah duduk di samping Bianca


" tidak ma, caca baik baik saja " jawab Bianca lalu melihat bram yang berdiri di depan nya yang juga khawatir pada bianca


" putra, sudah kamu urus semua " tanya bram pada putra


" sudah pa, sudah ditangani orang kepercayaan putra " jawab putra lalu tersenyum, tak lama Wina menghampiri Arya yang sedang digendong baby sisternya.


" kamu istirahat lah, biar arya aku yang mengurus nya " ucap wina pada baby sister nya


" baik nyonya " jawab baby sister Arya


" sayang.. " panggil reza sambil membawa omeletnya


" iya.. "


" kamu belum makan ? " tanya Bram sambil mengambil rafi dari pangkuan bianca


" belum pa.. "


" ya sudah makan lah , biar rafi bersama papa " jawab Bram lalu duduk di sofa di samping putra, sedangkan reza menyuapi bianca

__ADS_1


" hem.. masakan kamu memang terenak sayang " puji bianca disela makanya dan


" pasti.. " jawab reza singkat, lalu tersenyum, bram yang melihat ketulusan dan cintanya reza pada bianca tersenyum , tidak menyangka reza memperlakukan putri kesayangan nya seperti ratu, selalu memanjakannya, melindungi, dan reza selalu mengalah.


" ini jus nya apelnya " ucap reza memberikan nya pada bianca, tak lama terdengar suara Wina dari dapur


" siapa yang membuat teflon ku penyok seperti ini.. " teriak Wina, bianca dan reza pun saling memandang dan sedikit takut


" mampus! " pekik mereka secara bersamaan


" reza..! kenapa bisa seperti ini " tanya Wina yang sudah berdiri di belakang reza sambil menggendong Arya dan membawa teflon nya, putra, lisa dan Bram hanya tertawa kecil melihat ekpresi reza dan bianca


" maaf ma, tidak sengaja " jawab reza lalu menyunggingkan senyumnya


" apa ? "


" tadi untuk memukul emon dan anak buahnya, tapi bukan reza, caca " jawab reza melihat bianca yang sudah menatap tajam reza, lalu Wina melihat Bianca yang menyunggingkan senyumannya


" ini buat memasak bukan buat bela diri " ucap Wina pada Bianca


" ada nya itu ma, kalau tidak, caca sudah kena tembak " jawab Bianca lalu bersembunyi di belakang reza


" sudah sayang.. nanti kita bisa membelinya lagi, yang terpenting anak cucu kita selamat " saut bram menengahi


" baiklah satu set " jawab Wina pada Bram


" iya, satu pabrik juga boleh " ucap Bram lalu tertawa di sisi lain abi dirumah sakit pun tidak bisa tenang memikirkan adik dan reza serta anaknya Arya


" brengsek kamu emon, tunggu pembalasan ku, kamu sudah membuat keluarga ku ketakutan " geram abi tanpa sadar menggebrak meja, sampai dokter dan suster serta Utari terkejut


" astaga abi, apa yang kamu lakukan " ucap Utari


" maaf.. tidak sengaja, ada masalah, maaf "


" bisa tidak jika ada masalah jangan memukul meja atau tembok, mereka tidak bersalah, lama lama kamu yang aku hajar " jawab Utari dengan suara lemahnya Rama sangat dokter pintu sedikit tertawa begitu juga dengan suster nya


" diam kamu Rama tidak ada yang lucu " ucap abi namun rama semakin tertawa


" hanya satu orang yang berani dengan mu, dan mengancam mu " jawab Rama di iringi tawa


" siapa ? "


" istri mu "


" ck.. dia memang lebih seram, Rama, aku tidak berani membantahnya, lihat saja dia yang masih lemah saja memarahi ku "


" abi.. aku dengar semuanya " saut utari tak Terima


" iya maaf sayang, maaf " jawab abi lalu menghampiri Utari sedangkan Rama dan suster nya keluar ruangan perawatan Utari


🔹🔹🔹🔹


vote like komen

__ADS_1


Terimakasih🙏💕


__ADS_2