
" reza.. bagaimana ini.. " ucap bianca melihat teflon nya
" waduh.. eum.. sebaiknya cepat ganti, tunggu aku cari di internet "
" di Indonesia tidak ada reza, ini mama beli saat mama ke Jerman, duh.. mati aku.. mama jangan usir kami " ucap Bianca panik, begitu juga reza, putra yang melihat reza dan Bianca dari anak tangga pun tersenyum geli
" kalian kenapa ? " tanya putra sambil menggendong bima lalu duduk di sofa
" kak.. teflon mama, ini bagaimana " jawab Bianca
" ya..siap siap saja kamu di hajar mama atau diusir seperti dulu " goda putra, Menahan tawa melihat ekpresi adiknya yang panik
" kakak.. !! ck.. "
" tapi mama tidak mungkin marah, aku menggunakan nya untuk melindungi anak dan suami ku, tidak tidak, mama tidak mungkin marah, " ucap Bianca lalu duduk di sofa
" sudah.. jangan di pikirkan, nanti kalau kakak ada pekerjaan di Jerman atau di London nanti kakak belikan untuk mama sebagai gantinya, " jelas putra lalu tersenyum
" serius kak "
" iya.. "
" untuk sementara, di perbaiki saja " ucap reza tanpa sadar
" dimana " tanya Bianca yang ikut ikutan
" ketok megick " jawab reza
" memangnya ini mobil, diketok langsung mulus "
" plak " Bianca memukul paha reza menggunakan teflon,
" aduh.. sakit sayang.. " pekik reza, mengusap pahanya, putra pun tertawa melihat tingkah konyol adiknya
" kan hanya solusi " jawab reza yang masih mengusap pahanya
" kak, kak lisa mana? " tanya bianca
" mandi "
" astaga rafi.. mbok.. ! "
" iya non " jawab mbok siti sambil menggendong rafi diikuti baby sister Arya yang juga menggendong Arya menuju ruang keluarga.
" reza, mana omelet ku " tanya bianca manja
" iya, tunggu , aku buatkan, mana teflon nya " jawab reza mengambil teflon dari tangan bianca lalu menuju dapur
" bagaimana pakai teflon nya, sudah penyok begini "gumam reza membolak balikan teflon nya,
" ini teflon yang satunya tuan " ucap mbok siti, memberikan salah satu teflon baru untuk reza
" ini baru mbok, nanti mama marah "
__ADS_1
" tidak, tuan nyonya mana mungkin marah, ini hanya barang, yang terpenting keluarga nya selamat, barang bisa di beli lagi tuan " jawab mbok siti lalu tersenyum.
" benar juga mbok " jawab reza lalu tersenyum dan langsung membuat omelet untuk bianca, disisi lain, para penjaga yang tidak sadarkan diri, langsung mendapat penanganan putra, putra menyuruh beberapa orang kepercayaan nya untuk mengurusnya.
" putra.. apa sudah aman " ucap lisa yang baru saja bergabung di ruang keluarga
" aman sayang, sudah jangan khawatir, sebenarnya satu orang yang di takuti emon " jelas putra
" siapa ? , reza ? "
" bukan "
" lalu "
" Abimanyu sanjaya, emon tahu jika abi sedang tidak ada di rumah jadi dia menyusup ke rumah dan kamu tahu sendiri dia mencari reza " jelas putra sambil menepuk nepuk punggung bima
" heum.. seperti nya yang pantas jadi mafia itu abi " jawab lisa sambil tertawa begitu putra dan bianca
" abi di takuti banyak orang, bahkan waktu masih di dalam perut mama,dia sudah menembak burhan joker " ucap putra mengingat cerita wina, dan lisa hanya tertawa
"kamu bisa saja " jawab lisa
" tapi ada dua orang yang ditakuti abi " ucap lisa lagi
" siapa ? , abi itu tidak takut dengan siapa pun?
" mama dan Utari " jawab lisa di iringi Gelak tawa semuanya
" caca.. !! " teriak Wina tiba tiba pulang bersama bram
" i.. iya ma.. " jawab bianca takut dan tersenyum,
" sayang kamu tidak apa apa " tanya Wina yang sudah duduk di samping Bianca
" tidak ma, caca baik baik saja " jawab Bianca lalu melihat bram yang berdiri di depan nya yang juga khawatir pada bianca
" putra, sudah kamu urus semua " tanya bram pada putra
" sudah pa, sudah ditangani orang kepercayaan putra " jawab putra lalu tersenyum, tak lama Wina menghampiri Arya yang sedang digendong baby sisternya.
" kamu istirahat lah, biar arya aku yang mengurus nya " ucap wina pada baby sister nya
" baik nyonya " jawab baby sister Arya
" sayang.. " panggil reza sambil membawa omeletnya
" iya.. "
" kamu belum makan ? " tanya Bram sambil mengambil rafi dari pangkuan bianca
" belum pa.. "
" ya sudah makan lah , biar rafi bersama papa " jawab Bram lalu duduk di sofa di samping putra, sedangkan reza menyuapi bianca
__ADS_1
" hem.. masakan kamu memang terenak sayang " puji bianca disela makanya dan
" pasti.. " jawab reza singkat, lalu tersenyum, bram yang melihat ketulusan dan cintanya reza pada bianca tersenyum , tidak menyangka reza memperlakukan putri kesayangan nya seperti ratu, selalu memanjakannya, melindungi, dan reza selalu mengalah.
" ini jus nya apelnya " ucap reza memberikan nya pada bianca, tak lama terdengar suara Wina dari dapur
" siapa yang membuat teflon ku penyok seperti ini.. " teriak Wina, bianca dan reza pun saling memandang dan sedikit takut
" mampus! " pekik mereka secara bersamaan
" reza..! kenapa bisa seperti ini " tanya Wina yang sudah berdiri di belakang reza sambil menggendong Arya dan membawa teflon nya, putra, lisa dan Bram hanya tertawa kecil melihat ekpresi reza dan bianca
" maaf ma, tidak sengaja " jawab reza lalu menyunggingkan senyumnya
" apa ? "
" tadi untuk memukul emon dan anak buahnya, tapi bukan reza, caca " jawab reza melihat bianca yang sudah menatap tajam reza, lalu Wina melihat Bianca yang menyunggingkan senyumannya
" ini buat memasak bukan buat bela diri " ucap Wina pada Bianca
" ada nya itu ma, kalau tidak, caca sudah kena tembak " jawab Bianca lalu bersembunyi di belakang reza
" sudah sayang.. nanti kita bisa membelinya lagi, yang terpenting anak cucu kita selamat " saut bram menengahi
" baiklah satu set " jawab Wina pada Bram
" iya, satu pabrik juga boleh " ucap Bram lalu tertawa di sisi lain abi dirumah sakit pun tidak bisa tenang memikirkan adik dan reza serta anaknya Arya
" brengsek kamu emon, tunggu pembalasan ku, kamu sudah membuat keluarga ku ketakutan " geram abi tanpa sadar menggebrak meja, sampai dokter dan suster serta Utari terkejut
" astaga abi, apa yang kamu lakukan " ucap Utari
" maaf.. tidak sengaja, ada masalah, maaf "
" bisa tidak jika ada masalah jangan memukul meja atau tembok, mereka tidak bersalah, lama lama kamu yang aku hajar " jawab Utari dengan suara lemahnya Rama sangat dokter pintu sedikit tertawa begitu juga dengan suster nya
" diam kamu Rama tidak ada yang lucu " ucap abi namun rama semakin tertawa
" hanya satu orang yang berani dengan mu, dan mengancam mu " jawab Rama di iringi tawa
" siapa ? "
" istri mu "
" ck.. dia memang lebih seram, Rama, aku tidak berani membantahnya, lihat saja dia yang masih lemah saja memarahi ku "
" abi.. aku dengar semuanya " saut utari tak Terima
" iya maaf sayang, maaf " jawab abi lalu menghampiri Utari sedangkan Rama dan suster nya keluar ruangan perawatan Utari
🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terimakasih🙏💕