CERITA CINTA

CERITA CINTA
111


__ADS_3

dua minggu kemudian,


" mama.. ma..!! teriak Utari di anak tangga


" astaga sayang ada apa? " jawab Wina terkejut melihat Utari memanggilnya


" ma.. " ucap Utari sambil memberikan hasil tes kehamilan


" astaga serius utari..!! jawab Wina terkejut dan melihat ekpresi utari yang masih syok


" eum.. ma bagaimana ini Arya masih kecil , baru delapan bulan " ucap utari yang berjalan ke sana kemari, dan memegang kepala nya dengan dua tangan nya


" sudah lah, mama juga seperti itu dulu, waktu putra dan putri masih sama seperti arya, mama hamil abi " jelas Wina menenangkan Utari


" tapi ma, arya masih butuh asi " ucap Utari yang semakin panik.


" tidak apa apa tenang lah " ucap Wina


" ma.. " jawab manja Utari


" sudah.. eum " ucap Wina lalu memeluk Utari


" sayang.. ada apa ini " tanya bram yang baru saja datang dari luar dan melihat Utari dan wina berpelukan


" ini mas.. " jawab Wina lalu memberikan tes kehamilan milik Utari


" astaga sayang.. kamu hamil " ucap Bram terkejut mengira Wina yang sedang mengandung


" is.. bukan mama pa itu milik Utari " ucap Utari sedikit manja


" aaa.. mama " ucap Utari manja lalu duduk di sofa ruang keluarga


" oh..papa pikir mama mu sedang hamil, ah..apa kamu hamil lagi utari " ucap bram yang baru menyadari jika utari sedang mengandung

__ADS_1


"iya pa.. "


" astaga mas.. kenapa jadi lambat membaca situasi " ucap Wina sambil meletakkan telapak tangan nya di kening


" abi benar benar " ucap bram lalu duduk di sofa dan meletakkan tes kehamilan milik utari di meja


"benar benar apa mas? " tanya Wina yang masih duduk di samping utari


" hebat !! " Jawab bram lalu tertawa ,Wina pun juga ikut tertawa


" like father like son " jawab wina mengenang masa lalu


" ma.. pa.., utari Kenapa ma , ini apa? tanya abi melihat tes kehamilan yang ada di depan bram, lalu bram mengambil arya dari gendong abi


" siapa yang hamil ? , mama? " tanya abi melihat wina, bram dan Utari,


" utari .. " jawab wina santai


" oh. Utari.. " ucap abi belum menyadari


" eum.. abi bagaimana ini " ucap Utari manja dan memeluk abi


" sudah.. mau bagaimana lagi " ucap abi lalu melepaskan pelukan Utari dan memandang wajah Utari


" ma.. ma.. " ucap arya, dan itu semakin membuat Utari merasa bersalah melihat arya masih sangat kecil dan harus mempunyai adik


" abi ini gara gara ulah mu, arya masih kecil harus mempunyai adik " ucap Utari memukul lengan abi


" ulah ku.. ? tidak salah? ulah kita berdua sayang " ucap abi menahan senyum , wina dan bram uang mendengar pun tertawa dan arya pun menjadi ikut tertawa lalu abi duduk di sebelah utari


" terserah kamu.. aku mau makan " ucap Utari lalu berdiri meninggalkan abi


" arya sama opa saja eum " ucap bram pada arya lalu membawa arya ke kamar bersama wina sedangkan abi menyusul utari kebelakang.

__ADS_1


" sayang.. " ucap abi memeluk utari dari belakang saat utari mengambil buah dari lemari pendingin


" abi awas.. aku mau makan buah " ucap utari sambil berusaha melepaskan tangan abi namun abi tidak melepaskan nya


" sudah berapa bulan kamu telat datang bulan ? " tanya abi yang masih memeluk utari


" satu bulan ini "


" sudah tidak apa apa eum " ucap abi lalu membalikkan badan utari dan menakutkan kedua pipinya dan melihat wajah sendu utari


" jaga anak kita, aku mencintaimu " ucap abi lalu mencium bibir utari, utari pun membalas nya. tiba tiba reza dan bianca datang.


" astaga.. kalian memang tidak tahu tempat " ucap reza, sedangkan bianca hanya tertawa seketika abi dan Utari menyudahi ciuman nya


" kalian berdua mengganggu saja " ucap abi lalu merangkul Utari, Utari hanya tersenyum malu dan sedikit menunduk


" kami mau mengambil air minum, kami tidak sengaja kak " ucap bianca Santi dan mengambil air minum


" reza mau seperti kak abi " ucap bianca memajukan bibir nya ke arah reza


" eum boleh, tapi tidak di sini, ayo ke kamar " ucap reza yang langsung membopong bianca., abi dan Utari hanya tertawa


" reza aku hanya bercanda " teriak bianca di gendongan reza, reza pun membawanya ke kamar


" hajar saja za " teriak abi lalu tertawa.


" ayo selesaikan " ucap reza saat sudah sampai di dalam kamar


" reza ini masih sangat pagi, dan kamu harus ke distro " ucap bianca sedikit takut


" diam lah " goda reza lalu mau tidak mau bianca menuruti reza.


🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


like komen vote


Terima kasih😘💕


__ADS_2