
dua minggu kemudian,
" mama.. ma..!! teriak Utari di anak tangga
" astaga sayang ada apa? " jawab Wina terkejut melihat Utari memanggilnya
" ma.. " ucap Utari sambil memberikan hasil tes kehamilan
" astaga serius utari..!! jawab Wina terkejut dan melihat ekpresi utari yang masih syok
" eum.. ma bagaimana ini Arya masih kecil , baru delapan bulan " ucap utari yang berjalan ke sana kemari, dan memegang kepala nya dengan dua tangan nya
" sudah lah, mama juga seperti itu dulu, waktu putra dan putri masih sama seperti arya, mama hamil abi " jelas Wina menenangkan Utari
" tapi ma, arya masih butuh asi " ucap Utari yang semakin panik.
" tidak apa apa tenang lah " ucap Wina
" ma.. " jawab manja Utari
" sudah.. eum " ucap Wina lalu memeluk Utari
" sayang.. ada apa ini " tanya bram yang baru saja datang dari luar dan melihat Utari dan wina berpelukan
" ini mas.. " jawab Wina lalu memberikan tes kehamilan milik Utari
" astaga sayang.. kamu hamil " ucap Bram terkejut mengira Wina yang sedang mengandung
" is.. bukan mama pa itu milik Utari " ucap Utari sedikit manja
" aaa.. mama " ucap Utari manja lalu duduk di sofa ruang keluarga
" oh..papa pikir mama mu sedang hamil, ah..apa kamu hamil lagi utari " ucap bram yang baru menyadari jika utari sedang mengandung
__ADS_1
"iya pa.. "
" astaga mas.. kenapa jadi lambat membaca situasi " ucap Wina sambil meletakkan telapak tangan nya di kening
" abi benar benar " ucap bram lalu duduk di sofa dan meletakkan tes kehamilan milik utari di meja
"benar benar apa mas? " tanya Wina yang masih duduk di samping utari
" hebat !! " Jawab bram lalu tertawa ,Wina pun juga ikut tertawa
" like father like son " jawab wina mengenang masa lalu
" ma.. pa.., utari Kenapa ma , ini apa? tanya abi melihat tes kehamilan yang ada di depan bram, lalu bram mengambil arya dari gendong abi
" siapa yang hamil ? , mama? " tanya abi melihat wina, bram dan Utari,
" utari .. " jawab wina santai
" oh. Utari.. " ucap abi belum menyadari
" eum.. abi bagaimana ini " ucap Utari manja dan memeluk abi
" sudah.. mau bagaimana lagi " ucap abi lalu melepaskan pelukan Utari dan memandang wajah Utari
" ma.. ma.. " ucap arya, dan itu semakin membuat Utari merasa bersalah melihat arya masih sangat kecil dan harus mempunyai adik
" abi ini gara gara ulah mu, arya masih kecil harus mempunyai adik " ucap Utari memukul lengan abi
" ulah ku.. ? tidak salah? ulah kita berdua sayang " ucap abi menahan senyum , wina dan bram uang mendengar pun tertawa dan arya pun menjadi ikut tertawa lalu abi duduk di sebelah utari
" terserah kamu.. aku mau makan " ucap Utari lalu berdiri meninggalkan abi
" arya sama opa saja eum " ucap bram pada arya lalu membawa arya ke kamar bersama wina sedangkan abi menyusul utari kebelakang.
__ADS_1
" sayang.. " ucap abi memeluk utari dari belakang saat utari mengambil buah dari lemari pendingin
" abi awas.. aku mau makan buah " ucap utari sambil berusaha melepaskan tangan abi namun abi tidak melepaskan nya
" sudah berapa bulan kamu telat datang bulan ? " tanya abi yang masih memeluk utari
" satu bulan ini "
" sudah tidak apa apa eum " ucap abi lalu membalikkan badan utari dan menakutkan kedua pipinya dan melihat wajah sendu utari
" jaga anak kita, aku mencintaimu " ucap abi lalu mencium bibir utari, utari pun membalas nya. tiba tiba reza dan bianca datang.
" astaga.. kalian memang tidak tahu tempat " ucap reza, sedangkan bianca hanya tertawa seketika abi dan Utari menyudahi ciuman nya
" kalian berdua mengganggu saja " ucap abi lalu merangkul Utari, Utari hanya tersenyum malu dan sedikit menunduk
" kami mau mengambil air minum, kami tidak sengaja kak " ucap bianca Santi dan mengambil air minum
" reza mau seperti kak abi " ucap bianca memajukan bibir nya ke arah reza
" eum boleh, tapi tidak di sini, ayo ke kamar " ucap reza yang langsung membopong bianca., abi dan Utari hanya tertawa
" reza aku hanya bercanda " teriak bianca di gendongan reza, reza pun membawanya ke kamar
" hajar saja za " teriak abi lalu tertawa.
" ayo selesaikan " ucap reza saat sudah sampai di dalam kamar
" reza ini masih sangat pagi, dan kamu harus ke distro " ucap bianca sedikit takut
" diam lah " goda reza lalu mau tidak mau bianca menuruti reza.
🔹🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
like komen vote
Terima kasih😘💕