
" Damian kapan kamu mempunyai waktu untuk ku dan dira " ucap putri pada damian yang sedang mengerjakan tugas kantor
" sayang maafkan aku, kakak mu memberikan banyak tugas, aku tidak tahu bagaimana cara kerja putra, semua ia limpahkan pada ku, rapat, presentasi, mengurus ini dan itu, seharusnya tugas nya, malah menjadi tugas ku, aku bukan mengeluh, tapi kita mempunyai tugas masing-masing, ah.. entahlah " ucap damian yang menyadarkan punggung nya di sofa
" maafkan kakak kembaran ku sayang, memang dia seperti itu " jelas putri yang duduk di samping damian
"sudah lah, aku hanya karyawan sayang, hanya bawahan, gaji ku saja lebih besar pendapatan catering mu " ucap Damian merendah dan menatap putri
" Damian kenapa membahas itu lagi, aku tidak pernah mempermasalahkan itu sayang " jawab putri mengusap lembut pipi damian
" itu kenyataan putri " ucap damian yang langsung membuang pandangan nya
" Damian please, jangan membahasnya lagi, aku bahagia hidup sederhana dengan mu, berapa pun gaji yang kamu dapatkan dari kerja mu aku menerima nya, aku pergunakan untuk kebutuhan kita, untuk anak kita, dan aku juga mempunyai penghasilan sendiri,dan untuk keluarga kita " jawab putri yang langsung memeluk damian
" putri.. maafkan aku " ucap damian mempererat pelukan nya.
" sekarang mana yang bisa aku bantu, sedikit banyak nya aku juga mengetahui pekerjaan mu " ucap putri saat sudah melepaskan pelukan nya
" tidak perlu istirahat lah, temani dira eum, nanti aku menyusul " jawab Damian lalu mengusap rambut putri dan mencium keningnya.
" baiklah, jangan terlalu larut malam " jawab putri lalu beranjak dari duduk nya dan menyusul dira anaknya ke tempat tidur.
🔸
" kak utari sedang apa? " tanya bianca yang melihat utari duduk di lantai dapur
__ADS_1
" makan rujuk " ucap Utari santai
" malam malam begini ? astaga kakak ! ucap bianca heran
" sudah diam lah, kalau kamu mau ini ayo kita makan bersama " jawab Utari sambil menggeser duduknya dan tersenyum kearah bianca
" tidak kak untuk kakak saja, aku mau membuat nasi goreng " ucap bianca sembari membuka lemari pendingin mencari bahan-bahan untuk membuat nasi goreng nya.
" kamu bisa membuatnya ? " tanya utari
" bisa.. " jawab bianca ragu karena ia memang tidak terlalu bisa memasak
" astaga.. aku menunggu mu di kamar, ternyata di sini, dan kamu sedang makan apa? " tanya abi melihat utari duduk di lantai dapur
" rujak.. astaga sayang ini malam malam kamu memakan rujak " ucap abi lagi yang sudah duduk di samping utari
" astaga sayang ini pedas! " ucap abi sambil mengunyah
" sudah tau pedas kenapa kamu mengunyah nya " jawab utari diiringi tawa
" kak abi, buat kan aku nasi goreng " pinta bianca
" aku juga mau abi "
" abi aku juga mau " ucap reza tiba tiba datang menghampiri ke dapur
__ADS_1
" eum.. reza ayo bantu aku masak, kalian berdua duduk manis di kursi " ucap abi sambil beranjak dari duduknya, bianca, utari pun duduk di kursi pentry dapur
" siapa yang memakan rujak malam malam begini ? " tanya reza pada abi yang sudah memulai membuat nasi goreng
" utari " jawab abi santai
" seperti orang hamil saja malam malam memakan rujak " ucap reza sambil tertawa dan memang belum mengetahui jika utari hamil
" memang utari sedang hamil lagi reza " ucap abi lalu tersenyum kearah reza.
" serius.. abi kamu jangan bercanda, arya masih delapan bulan, yang benar saja " jawab reza tak percaya sambil melihat utari sedang bercanda dengan bianca.
" eum.. untuk apa aku berbohong, anak adalah rejeki dan anugrah " jawab abi melihat utari.
" gila.. aku tidak menyangka kamu hebat abi, " ucap reza menepuk pundak abi dan sengaja Sedikit kasar hingga abi kesakitan
" aw.. sakit brengsek! ucap abi lalu mengejar reza yang sedari tadi menghindar setelah menepuk pundak abi dan tertawa
" abi gosong telurnya " ucap reza melihat telur yang ia goreng sedikit menghitam dan masih tertawa
" syukur " ucap abi dan juga tertawa
🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih