
beberapa bulan kemudian
" sayang kamu kenapa berjalan kesana kemari " tanya abi melihat Utari berjalan kesana kemari di dekat tangga sedangkan abi menggendong Arya
" diam lah, perut ku kontraksi " jawab Utari menahan kontraksi perutnya karena memang sudah waktunya Utari melahirkan bayi kembar nya,
" apa.. !! " jawab abi yang ikut jalan kesana kemari, panik ingin memberikan Arya kepada siapa
" eum.. mama.. " panggil abi panik lalu meletakkan Arya di boks bayinya
" mama.. papa !! " teriak abi lalu menghampiri Utari
" ada apa abi, teriak teriak, astaga.. sayang.. mas.. hubungi rumah sakit, menantu kita mau melahirkan " ucap Wina yang ikut panik melihat abi membopong Utari ke luar rumah
" iya.. " jawab Bram santai lalu mengambil ponsel nya dan menghubungi pihak rumah sakit
" ada apa ma " tanya Bianca yang baru saja ke luar dari kamar sambil menggendong rafi
" kakak mu utari mau melahirkan, kamu di rumah saja, dan kabari kakak kakak mu "
" iya ma.. " jawab bianca yang juga ikut cemas, lalu Wina mengambil tasnya dan tas keperluan Utari yang sudah disiapkan kemudian menuju keluar dan menuju rumah sakit
" tarik nafas sayang.. " ucap abi saat di mobil, " plak " Utari menepuk pipi abi
" aduh.. "
" nafas mana bisa di tarik, mati.." jawab Utari dengan gaya polosnya
" yang benar ambil nafas " ucap Utari sambil menahan kontraksi
" kan sama saja sayang "
" gak ...! beda " jawab Utari tidak mau di bantah
" kamu sudah mau melahirkan, masih saja mengajak ku berdebat " gumam abi
" aaahhhh.. Huh.. huh.. huh.. ini anak kamu ..!! " jawab Utari menjambak rambut abi, Wina dan Bram yang mendengar pun hanya tertawa kecil..
" sakit.. !! " pekik abi mengusap kepalanya
" abi sudah.., ambil nafas sayang lalu tiup" ucap Wina lalu sambil mengusap perut Utari,
" tiup.. ? "
" iya begini " jawab Wina lalu mengajarinya
" bukan kah ini yang kedua kamu melahirkan? " gumam abi sepelan mungkin
" diam..kamu pikir aku tidak dengar " protes Utari menggenggam erat tangan abi, lagi lagi Wina dan Bram hanya tertawa kecil
" aduh... ma.. ketuban nya pecah.. "
" iya tidak apa apa.. sebentar lagi sampai rumah sakit " jawab Wina lalu mengusap rambut Utari, selang beberapa menit mobil yang mereka tumpangi pun sampai dan sudah di sambut dua suster dan dokter Rama, dokter yang menangani Utari sekaligus teman abi
" rama rama tolong istri ku" ucap abi saat Utari sudah di tidurkan di brankar dorong menuju ruang bersalin
" iya abi.. santai saja, tetap di samping istri mu " jawab nya yang berjalan di lorong rumah sakit.
__ADS_1
" mas.. bagaimana menantu kita ? " ucap Wina khawatir
" sudah jangan khawatir, sudah ditangani Rama dan ada abi, tenang dan duduklah.." jawab bram lalu kedua nya duduk di ruang tunggu. di ruang bersalin para suster nampak sibuk dengan tugasnya masing-masing, sedangkan abi setia di samping Utari
" ambil nafas nyonya, tiup pelan pelan untuk mengurangi rasa sakit " ucap dokter rama,
" dokter.. pembukaan nya sudah lengkap" ucap suster yang memeriksa Utari
" baiklah.. " jawab dokter Rama lalu mengenakan sarung tangannya
" dokter ada yang mau keluar " teriak Utari sambil mengatur nafasnya, lalu dokter rama memeriksa nya
" dorong nyonya kepalanya sudah terlihat " ucap rama lalu Utari menuruti kata dokter. abi yang melihat perjuangan Utari pun meneteskan air matanya, dan terus menciumi kening Utari.
" abi.. sakit... " ucap Utari lirih lalu mengatur nafasnya. di sisi lain Bianca, lisa yang berada di rumah juga ikut cemas .
" caca.. apa bayi Utari sudah lahir ? " tanya lisa, yang baru saja turun dari lantai atas sambil menggendong bayinya bima
" kata mama belum kak, caca khawatir apa lagi ini kembar " jawab Bianca yang memangku rafi
" reza juga belum pulang, kak putri dan kak Damian langsung menuju rumah sakit " jelas Bianca lagi lalu lisa pun duduk di sebelah Bianca, tak lama reza pulang .
" sore sayang.. " sapa nya pada Bianca
" sore lisa.. "
" sore kak reza "
" kenapa rumah sepi? tanya reza melihat sekeliling ruang tamu lalu hendak mencium rafi namun bianca mendorong wajah reza
" astaga, cuci wajah mu sayang ,kamu baru pulang dan apa kamu belum membaca pesan ku ? " tanya bianca
" kak Utari melahirkan , dan sekarang di rumah sakit "
" oh ya.. "
"hum.. reza.. "
" apa..?
" lapar.. " jawabnya manja
" baiklah tunggu di sini, aku ambil kan " jawab reza lalu tersenyum dan berjalan menuju dapur
" reza aku mau omelet, jus apel "
" iya sayang tunggu ya " jawab reza, lisa yang melihat reza begitu menyayangi bianca pun tersenyum, dan membayangkan putra
" putra, aku jadi merindukan mu " batin nya lalu tersenyum ,
" brakkk.. " suara pintu depan di buka seseorang dengan kasar,
"reza.. !! " teriak bianca melihat seseorang masuk, reza yang mendengar teriakan bianca pun bergegas menghampiri nya
" reza.. keluar.. !! teriak seseorang
" Hai siapa kamu " tanya reza yang membawa teflon
__ADS_1
" kak lisa, naik ke atas kunci kamar hubungi kak putra " perintah bianca pelan
" mbok siti..!! mbok.."
" iya non.. " jawab mbok siti sambil menghampiri bianca sedangkan reza masih berdebat dengan seseorang yang tak diundang b
" mbok.. bawa rafi ke kamar mbok, suruh yang lain bersembunyi di kamar " perintah Bianca lalu mbok siti bersembunyi di kamarnya bersama rafi dan yang lain termasuk Arya dan baby sister nya
" apa mau mu datang kemari hah.. " ucap reza berusaha melindungi Bianca yang berdiri di belakang nya
" ck.. aku tidak mau apa pun reza, aku hanya mau diri mu mati di tangan ku "
" sayang, apa emon sudah keluar dari penjara ? " tanya Bianca
" sudah seminggu yang lalu, dengan jaminan,seharusnya masa tahanan nya masih 4 tahun lagi" jawab reza pelan
" di mana penjaga rumah ? " batin Bianca melihat sekeliling rumah, dan terlihat sepi di luar rumah
" kalian tunggu apa lagi habisi mereka " perintah emon pada ke lima anak buahnya, lalu mereka menyerang reza dan Bianca, beruntung Bianca masih bisa bela diri
" hati hati sayang sayang.. " ucap reza
" tenang lah.. ini mudah, mereka bagaikan nyamuk bagi ku, hah.. !! " jawab Bianca lalu menendang perut kedua anak buah emon dengan sekuat tenaga secara bergantian
" mampus !! " ucap Bianca lalu tersenyum sinis saat anak buah emon pingsan
" bagus sayang, satu lagi " ucap reza melihat emon ke tiga anak buah emon tidak sadarkan diri
" aku atau kamu yang menghadapi nya " tanya reza
" biar aku saja, aku masih dendam saat dia menculik ku saat aku hamil dan aku tidak bisa melawan nya, sekarang waktu nya untuk menghajar nya " ucap Bianca tersenyum sinis melihat emon lalu ia berjalan sambil membawa teflon yang tergeletak di lantai
" maju brengsek " ucap Bianca lalu menyerang emon, tanpa ampun walau sempat mendapat perlawanan, Bianca masih bisa mengatasinya. terakhir Bianca memukul kuat kuat kepala emon dengan teflon, reza yang melihat istri nya begitu membabi buta bergidik ngeri ditambah melihat emon terhuyung setelah Bianca memukulnya menggunakan teflon lalu sedikit tertawa.
" waduh teflon ku " ucap Bianca melihat teflon sedikit penyok
" gawat, mama bisa marah " gumamnya, tak lama emon mengeluarkan pistol nya, walau terhuyung ia mengarahkan pistol ke arah Bianca
" sayang hati hati.. " teriak reza menghampiri Bianca, Bianca terdiam begitu juga reza sedangkan emon tertawa sambil mengarahkan pistolnya kearah Bianca dan reza
" kalian berdua pasti mati di tangan ku " ucap emon tertawa
" turunkan pistol mu " ucap putra tiba tiba yang juga menodongkan pistol namun pistol mainan milik Arya yang ia dapat di lantai karena masih berserakan di lantai, putra datang dengan beberapa polisi, seketika emon mengangkat tangan nya, tak lama emon pintu tidak sadarkan diri, karena rasa sakit di kepala nya akibat ulah Bianca yang memukul nya menggunakan teflon, reza dan Bianca yang melihat emon tiba tiba tidak sadarkan diri pun tertawa begitu juga putra.
" bawa mereka pak " ucap putra memerintahkan polisi untuk mengamankan mereka
" baik tuan, kami tunggu laporan selanjutnya nya
" iya Pak, nanti pengacara saya saja mewakili " jawab putra lalu tersenyum.
" dasar emon bodoh, kamu sudah salah masuk kandang singa, habis kamu emon " ucap Bianca lalu tertawa. begitu juga reza dan putra.
" lisa.. " ucap putra yang baru menyadari, lalu bergerak ke kamar
" kak lisa aman kak " ucap Bianca melihat putra sedikit berlari ke lantai atas.
🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote like komen
Terima kasih😘💕