
" lisa.. kenapa kamu mengambil les tambahan? " ucap putra saat sudah berbaring di tempat tidur
" aku sengaja.. karena kamu juga sibuk dengan pekerjaan mu " jelas utari dan memandang putra
" bukan kah kemarin kamu sendiri yang ingin tinggal di rumah mama? " tanya balik putra
" awalnya iya, tapi aku berfikir, pasti aku juga akan jenuh juga, aku tidak seperti utari yang bisa mengisi luang dengan memasak dan membuat kue, dan aku tidak seperti utari yang bisa langsung akrab dengan mama, yah aku akui mama orang tua yang sangat baik dan welcome dengan semua menantu nya, tapi maaf putra aku bukan utari " jelas lisa panjang lebar
" kamu yang tidak mau belajar mengakrabkan diri dengan mama, kamu yang tidak mau menganggap mama ku sebagai mama mu sendiri , kamu yang menjaga jarak dengan mama, padahal mama sudah tidak pernah membeda bedakan antara anak dan menantunya, terlebih mama tidak pernah membanding bandingkan antara dirimu, utari dan damian, padahal kamu juga sudah mengenal mama dari SMA dari pada Utari " jelas putra sedikit kesal dan duduk di tempat tidur, lisa pun bangun dan duduk di samping putra
" cukup putra.. !! sudah aku katakan aku bukan Utari..! aku adalah aku, dan tidak akan pernah menjadi orang lain, apa lagi seperti utari " jawab lisa emosi
" cukup lisa, jangan pernah bernada tinggi lagi pada ku !! teriak putra yang langsung turun dari tempat tidur
" apa bedanya aku dan diri mu hah.. !! " jawab utari tak kalah emosi dan ikut turun dari tempat tidur dan berdiri di hadapan putra
" kapan kamu punya waktu untuk ku hah... kapan ? " tanya lisa yang sudah meneteskan air matanya
" aku sudah mengosongkan jadwal ku hanya untuk mu, tapi kamu tanpa seizin ku mengambil les tambahan di sekolah lain , ck " ucap putra begitu kesal
" dan kamu juga tidak pernah membicarakan nya dengan ku putra " ucap lisa yak kalah kesal
" terserah.. !! " ucap putra lalu meninggalkan lisa sendiri di kamar dan ia memilih untuk pergi dari rumah dan pulang ke rumah Bram
๐ธ
" utari..! utari..! ck.. kemana dia.. " ucap abi yang panik saat tak mendapati utari di tempat tidur, lalu abi bergegas ke bawah.
" utari..! " panggil abi di anak tangga
__ADS_1
" aku di sini sayang..! " jawab utari
" astaga..! apa yang kamu lakukan..? " tanya abi heran saat melihat utari sedang makan di meja makan
" makan., mau.. " tawar utari sembari mengangkat sendok berisi bakso
" ada apa abi teriak malam malam begini abi !?" tanya Wina saat melihat abi di ruang makan dan menghampiri nya
" lihat menantu mama, bagaimana aku tidak panik , tiba tiba dia tidak ada di tempat tidur dan ternyata, mama liat sendiri " ucap abi yang langsung duduk di samping utaru, utari pun hanya menyunggingkan senyumnya
" utari lapar ma.. " ucap utari manja
" iya makan lah.. abi temani istri mu, mama akan kembali ke kamar sebelum papamu juga panik seperti mu karena tidak ada mama di samping nyac " ucap Wina yang hendak meninggalkan meja makan
" sayang...! suara Bram terdengar
" baru mama katakan " ucap Wina lalu meninggalkan abi dan utari
" iya mas.. ! jawab Wina, yang berjalan menuju kamar
" dari mana, ? " tanya Bram yang sudah duduk di tepi tempat tidur
" dari ruang makan, abi teriak teriak manggil utari ternyata utari sedang makan " jawab Wina yang langsung memberikan minum Bram
" ayo tidur lagi.. " ajak Bram, Wina yang berdiri di depan Bram langsung naik ketempat tidur dan berbaring bersama Bram.
" mas.. peluk. " ucap Wina manja
" kemarilah.. kamu memang manja " ucap Bram yang sudah memeluk wina
__ADS_1
" karena kamu tempat ku untuk aku bermanja mas.. dan aku suka aroma tubuhmu " ucap Wina dan mencium leher Bram
" jangan memancing ku sayang, " ucap Bram yang sudah memejamkan mata nya
" tanpa aku pancing pun mas meminta nya " ucap Wina lalu tersenyum
" jangan katakan kamu sedang menginginkan nya " ucap Bram yang langsung membuka matanya, sontak Wina menjadi salah tingkah dan membelangkangi Bram,
" ayo lah sayangg.. katakan, aku sudah mengenal mu 26 tahun " ucap Bram mencium pundak Wina
" kamu juga menginginkan nya bukan " ucap Wina yang langsung membalikan badanya Bram pun tersenyum dan tak menyia-nyiakan kesempatan yang Wina berikan.
๐ธruang keluarga
"Hai anak papa, kamu lapar tengah malam begini eum.. " ucap abi berbicara dengan perut utari, utari hanya tertawa kecil dan menepuk pundak abi
" kalian belum tidur..? " ucap putra tiba tiba datang dan menyapa abi dan utari
" belum.. " jawab abi dingin, utari hanya bersikap biasa saja
" ya sudah lanjutkan.. " ucap putra lalu menaiki tangga menuju kamar nya.
saat sampai atas putra melihat abi dan utari dari lantai atas, dan melihat abi sedang mengusap perut utari dan saling bercanda dan tertawa
" lisa.. " ucap nya lirih mengingat lisa.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih๐๐