CERITA CINTA

CERITA CINTA
83


__ADS_3

" reza... " panggil Bianca lalu berjalan menghampiri reza yang duduk di teras , reza pun menoleh dan berdiri, namun ia heran dan penasaran kenapa Bianca menangis, lalu ia pun menghampiri nya


" sayang.. mama kenapa, kenapa kamu menangis, " tanya reza dengan menakup kedua pipi bianca


" reza.. " ucap bianca lalu memeluk reza, reza semakin bingung dan khawatir takut terjadi sesuatu dengan mama mertua nya


" sayang.. mama kenapa? " ucap reza penasaran dan masih memeluk bianca


" mama tidak apa apa reza " jawab Bianca dan melepaskan pelukan dan tersenyum ke arah reza


" lantas.. ? "


" papa merestui kita reza.. " ucap bianca dengan rasa bahagia


" apa..!!!? " jawab reza tak percaya jika Bram merestui nya, " apa itu benar sayang..? " tanya nya lagi


" iya.. itu benar.. " ucap Wina tiba tiba di ambang pintu rumah .


" mama " ucap Bianca, reza pun langsung menyalami Wina


"tapi papa belum siap menemui mu reza, beri waktu papa mertua mu untuk menerima mu " ucap Wina pada reza dan tersenyum.


" iya ma.. reza mengerti, kalau begitu kami pamit ma.. " ucap reza sopan dan berpamitan dengan Wina begitu juga Bianca, lalu mereka berdua pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobil nya.


" semoga kalian selalu bahagia dan di jauhkan dari orang orang jahat " doa Wina dalam hati ,lalu ia pun masuk kedalam rumah menghampiri Bram yang duduk di sofa ruang keluarga


" mas.. Terima kasih.. " ucap Wina tersenyum dan duduk di sebelah Bram lalu mencium pipinya


" apa pun akan mas lakukan demi senyum mu sayang.. " ucap Bram dan memeluk Wina


" apa mas sedang menggombali ku, " jawab Wina yang senyum nya terus melengkung keatas ke arah suaminya " anggap saja begitu " kata Bram yang langsung mengecup kening Wina


" aku mencintaimu.. " ucap Bram saat selesai mencium kening Wina dan menatap wajah Wina yang masih nampak muda walau sedikit ada guratan keriput di sisi matanya, begitu juga Wina terus menatap Bram, yang juga nampak masih muda di mata Wina walau ada sedikit uban di rambut nya dan juga kumis yang nampak sedikit tebal tidak seperti dulu dan terus tersenyum

__ADS_1


" senyum mu tak pernah berubah mas, aku juga sangat mencintaimu " ucap Wina lalu sekilas mengecup bibir suaminya.


" ahem.. " suara abi terdengar di ruang keluarga " apa yang sudah abi lewat kan ma ? " tanya abi menggoda sang mama lalu duduk di sofa depan Bram dan Wina


" banyak yang kamu lewatkan abi, " ucap Wina lalu tersenyum dan menyandarkan kepala nya di bahu Bram


" terlalu banyak iklan ma, makanya abi melewati nya , " ucap abi bercanda


" iklan.. ? " memang nya keluarga kita pemain sinetron? ada banyak iklan nya " jawab Wina, santai


" sinetron.. ? memangnya kita mau bermain sinetron ma? " tanya Utari tiba tiba yang masih di anak tangga sembari menggendong baby Arya, Wina dan Bram yang mendengar ucapan Utari hanya tertawa, sedangkan abi mengusap kasar wajah nya


" astaga.. " ucap lirih abi lalu melihat Utari yang sudah duduk di sebelah nya


" tidak ada yang bermain sinetron di keluarga kita, cerita keluarga kita saja sudah seperti sinetron eum.. " jawab abi gemas pada Utari


" oh.. aku pikir mama dan papa pemeran utama nya? " jawab Utari santai


" dan ini anak kamu, aku mau makan, aku lapar " ucap Utari santai lalu berdiri dan menuju ruang makan, Bram dan Wina tertawa melihat ekpresi abi yang gemas melihat istrinya, dan menyerahkan Arya begitu saja pada nya


" anak kamu.. wajah nya mirip dengan mu, " jawab Utari dari meja makan sembari mengambil makanan di meja makan tanpa melihat abi menggendong Arya


" tapi kita membuat nya bersama sama, " ucap abi lagi,


" sudah jangan berdebat dengan ku, aku sedang lapar, apa kamu ingin aku makan? " ucap Utari sembari menyendokan makanan nya lalu mengarahkan ke mulut nya dengan sedikit kasar dan menatap tajam abi, dan memang Utari sangat lapar karena menyusui Arya dan itu membuat dirinya mudah sekali lapar, bahkan berat badan nya pun sudah bertambah, namun abi tidak mempermasalahkan berat badan istrinya yang terpenting anak dan istri nya mendapat asupan gizi yang cukup,


" sudah abi jangan menggoda nya, biar kan istri mu makan terlebih dahulu, mungkin dia sudah sangat lapar, karena anak mu, menyusu nya sangat kuat, lihat lah pipi anak mu " ucap Wina yang tertawa kecil melihat anak dan menantu yang satu ini.


" abi suka menggodanya ma, dia begitu mengemaskan, terlebih dia sangat baik mengurus Arya tanpa bantuan baby sister " ucap abi yang duduk kembali di sofa dan memangku Arya


" sudah biarkan dia makan terlebih dahulu " ucap Bram lalu tersenyum.


" mas mau makan siang sekarang.. ? " tanya Wina

__ADS_1


" nanti saja..." ucap Bram lembut dan melihat abi dan Arya


🔸


" sayang.. baiknya kita tunda terlebih dahulu, ke kampung halaman ku, seperti nya mama masih merindukan mu " ucap reza yang masih fokus menyetir mobil


" kamu memang sangat pengertian reza, " ucap bianca yang memandang reza ,reza pun sekilas melihat bianca dan tersenyum


" reza.. skincare ku habis, bisa kita mampir ke mall sebentar untuk membelinya "


" baiklah.. " jawab reza lalu mereka pun mampir ke mall untuk membeli skincare bianca


sesampainya bianca di mall ia pun langsung menuju gerai kosmetik dan skincare langganan nya, dan mengambil apa saja yang ia butuhkan, lalu bianca dan reza pun menuju kasir untuk membayar nya


" maaf nona semuanya empat juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah " ucap sang kasir memberitahu total belanja bianca, saat bianca ingin membayar nya, reza terlebih dahulu mengeluarkan kartu ATM nya dan memberi kan pada sang kasir


" reza.. " ucap lirih bianca, namun reza hanya mengedipkan matanya, tak lama sang kasir pun selesai dan memberikan belanjaan bianca dan kartu ATM nya, lalu mereka berdua pun keluar dari gerai tersebut dengan reza merangkul bianca dan membawa belanjaan bianca


" reza.. apa tidak apa apa ? " ucap bianca tak enak hati, dan terus berjalan di sisi reza


" apa nya sayang.. ? "


" total belanja ku "


" sayang.. aku pernah mengatakan, apa pun yang kamu ingin kan, kamu butuhkan, aku akan memenuhi nya, tanpa mengurangi nominal nya. eum.. " ucap reza santai, sembari melihat sekeliling nya dan terus waspada, karena bianca sudah menceritakan semua nya apa yang di katakan Bram tadi pagi. mereka berdua terus berjalan tak peduli banyak fans bianca yang mengambil potret mereka berdua, karena yang mereka tahu, reza adalah sang bodyguard idolanya ,dan entah berita apa besok yang akan muncul di surat kabar dan majalah terlebih sosial media mengenai hubungan mereka.


" sayang..kita makan di restoran seafood itu" ucap reza sembari menunjuk sebuah restoran di mall tersebut


" eum.. tidak reza aku mau masakan mu, " ucap bianca beralasan karena bianca tahu harga satu porsi makanan di restoran tersebut sebanding dengan harga salah satu lipstik nya, " baiklah kita pulang, dan kamu ingin aku buatkan menu apa " tanya reza dan tersenyum


" eum.. udang goreng Krispy " jawab bianca sembari mengingat isi dalam lemari pendinginnya " oke.. kita pulang.. " jawab reza yang terus merangkul bianca menuju parkiran.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2