CERITA CINTA

CERITA CINTA
81


__ADS_3

" dunia belum berakhir bila kau tinggalkan aku, masih ada reza di sini menemani ku, dunia belum berakhir bila kau buang aku masih ada reza di sini *men**jadi suami ku*..


ku pikir pikir.. ku pikir pikir lelah... "


begitulah nyanyian Bianca yang ia senandungkan dan mengubah lirik aslinya, lalu ia pun tertawa, reza yang mendengarnya juga ikut tertawa sembari mencuci mobil berdua di depan rumah, para tetangga yang melihat pengantin baru itu pun ikut tersenyum melihat kemesraan mereka.


" akhirnya selesai.. " ucap Bianca saat selesai membantu reza mencuci mobil,


" sayang.. besok kamu sudah mulai libur semester ,kamu mau bulan madu kemana ? " tanya reza yang sudah berdiri di depan Bianca


" eum.. bagaimana kalau ke kampung halaman mu, setelah menikah kita belum ke makam orang tua mu dan adik mu , bagaimana ? bukan kah kamu masih mempunyai nenek " jawab Bianca lalu mengalungkan kedua tangan nya di leher reza


" eum.. baik lah..sebenarnya aku berharap kamu mau bulan madu di luar negeri seperti mimpi mu dulu, " ucap reza yang meraih pinggang Bianca


" yang dulu lupakan reza, aku tidak mau membebani mu, lebih baik uang nya untuk membesarkan clothing line kita, itu lebih baik, jika nanti usaha kita sudah maju, kita bisa jalan jalan kemana saja, untuk saat ini kita berhemat terlebih dahulu, " jelas Bianca


" maafkan aku sayang..aku belum bisa memberi mu kemewahan seperti yang kamu nikmati dulu " ucap reza yang langsung memeluk Bianca.

__ADS_1


" reza.. tidak perlu kemewahan,di dekat mu saja aku sudah bahagia. " ucap Bianca lalu melepaskan pelukan reza,


" sudah reza.. aku mau mandi, baju ku sudah basah semua " ucap Bianca " mandilah, aku akan membereskan sisanya, " jawab reza sambil tersenyum lalu membiarkan Bianca masuk kedalam rumah. reza pun membereskan sisa peralatan pencuci mobil nya, lalu reza menyusul bianca masuk kedalam dan duduk di kursi meja makan, sembari minum teh hangat,


" seharusnya aku tidak jatuh cinta dengan mu sayang, mungkin sekarang kamu masih menikmati hidup mu yang serba ada, tapi hati ku tidak bisa berbohong jika aku telah jatuh cinta pada mu, aku janji akan membahagiakanmu sampai kapan pun, apa yang kamu mau akan aku penuhi " ucap reza dalam hati dan menghela nafas panjang,


" reza.. mandi lah aku sudah selesai, " ucap bianca yang baru saja keluar dari kamar dan masih membungkus rambut nya handuk


" ah iya.. kamu sarapan lah dulu aku sudah memasak makanan kesukaan mu " jawab reza dan menghampiri bianca


" eum.. tidak aku akan menunggu mu " ucap bianca lalu tersenyum " baiklah " Jawab reza di iringi senyum lalu bergegas ke kamar , lalu mandi di kamar mandi.


" reza kamu memang tampan, walau usia mu sama seperti kak syasa, eum.. lebih tepat nya kamu memang tampan dari dulu, aku jadi merindukan masa masa saat aku masih 12 tahun, main layang layang di kampung sebelah bersama mu, " ucap bianca dalam hati dan terus terus tersenyum, lalu ia menuju kamar dan menyisir rambut nya,


🔸


"sayang.. tolong ikatkan dasi ku " ucap Bram pada Wina yang sedang menyisir ramah nya di depan cermin, Wina melihat bram sekilas dari cermin yang kesulitan memakai dasi, lalu wina berdiri dan Menghampiri Bram dan memasang dasi Bram

__ADS_1


" sayang.. aku rindu senyum mu, " ucap Bram yang melingkar kan tangan nya ke pinggang Wina, Wina hanya diam dan fokus memasangnya dasi di leher Bram dan mengabaikan ucapan Bram


" sayang.. " ucap Bram lagi yang terus memandang wajah Wina, Wina sekilas melihat Bram lalu mengalihkan pandangan nya lagi, " cup " sebuah kecupan mendarat di bibir Wina


" aku mau senyuman mu " ucap Bram lagi dan terus memandangi Wina


" mas akan mendapatkan senyuman ku setiap hari jika mas merestui Caca dan reza " ucap Wina lu membelakangi Bram.


" tidak sekarang, aku belum bisa melupakan bagaimana ayah nya menyekap mu, dan aku hampir gila memikirkan mu waktu" ucap Bram mengenang masa masa Wina di sekap hingga akhir nya Wina membunuh burhan


" tapi mereka tidak mengetahui apa pun mas, mereka saling mencintai, sama hal nya aku mencintaimu dan mas mencintai ku, mas lihat caca hampir gila satu minggu mas kurung di dalam kamar hingga akhir nya mas mengusir nya. " ucap Wina sebisa mungkin merendahkan emosi nya " tolong mengerti lah, kita pernah muda dan saling mencintai sampai sekarang , sekali saja kamu percaya dengan reza, jika memang reza berbuat macam macam dengan putri kita , aku orang yang pertama yang akan membunuh nya " jelas Wina yang sudah meneteskan air matanya, dan menghambur ke pelukan Bram


" akan aku pikirkan nanti, aku berangkat " ucap Bram, tanpa melihat wajah Wina dan mengecup kening Wina, bram tidak sanggup jika melihat wina menangis, dan memilih untuk berangkat meeting Kekantor cabang membantu putra.


🔹🔹🔹🔹


vote, like, komen

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2